
Selesai makan, Mami langsung membuka koper yang berisi oleh oleh untuk memisahkan dan membagi baginya. Kebetulan Karyawan Butik sudah pada pulang, Jadi Mami mau membagi bagikan sama Mereka.
Aku nonton di ruang tamu sementara RR sibuk kerja di depan Laptopnya. Mami mengurus semuanya karena Dia yang tau karena Dia sama Rein yang packing semua barang barang dan oleh oleh yang di beli.
" Ju, gimana Butik ???? " tanyaku saat Dia dipanggil Mami untuk membantunya.
" Lancar semua Bu. "
" Gak ada pendingan atau returan ??? "
" Sejauh ini sih sudah di proses semua yang returan Bu. "
" Oh .... Invoice dari Vendor semua udah datang belum sesuai barang yang datang ??"
" Udah Bu. "
" Oke deh .... "
" Pada mau ngopi gak ??? " tanyaku karena Aku mau bikin kopi.
" Aku mau dong Cin, Sekalian ngemil nih nanti. "
" Kamu mau Ju ?? "
" Gak usah Bu. Aku ajah nanti yang bikin, Hehehe .... "
" Gak apa apa atuh Ju, Sesekali Bos yang bikinin. " kata Mami senyum mengedipkan matanya ke Juwita.
" Hahahaha .... Gak usah Mi. Belum pengen ngopi juga ... " jawabnya nyengir.
" Alllaaaa sok lagi gak pengen ngopi lagi alasanmu Ju !!!! Basi .... Hahahah " jawabku ketawa bercanda.
" Kamu mau gak Cinntaaa ... ??? " tanyaku sok cantik di depan RR yang lagi fokus ke laptopnya.
" Hahahahhaa ..... Halus bangat tuh suaranya ... " kata Mami ketawa.
" Hahahaha .... Habisnya Dia fokus bangat tuh sama laptopnya, Jangan sampe keluar tuh biji mata !!! " kataku karena RR belum menjawab juga.
" Hahaha .... Kamu kalau ngomong gak mikir mikir dulu iya .... Untung Dia sayang, Aduh banyak banyak sabar deh Cin sama Ranti .... " kata Mami menatapku sinis.
" Tuh, Digubris ajah gak !!!!! " cetusku dan berjalan ke dapur menginggalkan Mereka di ruang tamu.
Aku langsung ke dapur dan membuat kopi untukku dan Mami. Sembari menunggu, Aku membuka kulkas untuk melihat stok perlengkapan perdapuran Bibi.
Setelah menyeduhnya, Aku membawanya kembali ke ruang tamu. Karyawan Butik sudah pada masuk ke kamar masing masing untuk mandi begitu juga Bibi.
__ADS_1
" Ini kopinya, Mi. Silahkan dinikmati. " kataku.
" Terima kasih Cintanya Mami. Sayang sayangnya Akuuh .... " jawab Mami dengan suara manja.
" Udah udah minum ajah Mi, Gak usah ngomong ... "
" Hahahahaha .... "
Aku langsung duduk disofa sambil membuka ipadku dan mengecek laporan dari Manager Butik dan meletakkan gelas kopiku di meja sofa depanku.
Aku menyenderkan tubuhku kesofa sembari membuka ipadku itu dan RR dengan santai meminum kopiku itu tanpa mengatakan apapun.
Aku pura pura tidak melihat dan diam saja serta Mami membuka beberapa cemilan yang Kami bawa dan menaruhnya diatas meja sembari duduk di sofa untuk menikmatinya juga. Juwita sudah ke kamarnya untuk mandi dulu karena Mami bilang nanti ajah dilanjutin Mami.
" Mau dong satu Mi ... " kataku meminta cemilan yang dimeja itu dan Mami memberikannya satu bungkus.
Aku langsung membuka dan memakannya.
" Enak kan Cin ??? "
" Iya enak iya. Kapan Mami beli ini ??? " tanyaku sambil melihat bungkusnya.
" Rein yang beliin bukan Mami. Dia yang rekomendasiin kalau ini enak dan ternyata cocok juga di lidah Kita. " jawab Mami sambil menyilangkan kakinya duduk disofa.
" Iya Aku doyan nih. " jawabku sambil meraih satu bungkus lagi.
Aku diam saja dan mengambil air putih yang ada di meja itu.
" Tuh, Minum punyaku ajah Cin .... " kata Mami yang melihat tanganku saat hendak mengambil gelas kopiku yang keduluan sama RR.
" Opss .... Maaf maaf .... Keenakan nih. Hehehe .... " kata RR senyum melihatku dan memberikan gelasnya samaku.
Rasanya pengen nampol kepalanya keras tapi Aku berusaha sabar ajah karena hal kecil doang dan mungkin Dia mau satu gelas samaku. Aku berpikir positif ajah.
" Udah minum ajah .... Nanti Aku buat lagi. " jawabku senyum terpaksa melihatnya.
" Jangan marah gitulah Yang .... Aku mau punya Kamu ajah makanya tadi gak jawab hehehehe .... " jawabnya senyum dan mengelus rambutku.
" Iya gak apa apa. Aku gak marah kok, Tapi lain kali kalo ditanya jawab Yang !!!!! Jadi Aku juga tau. " kataku sambil melihat ponselku yang layarnya nyala karena ada pesan masuk.
Mami hanya diam saja dan tidak mau ikut campur karena Dia tau sebenarnya Aku sudah kesal.
" Maaf iya Sayang ..... Muachh .... " kata RR sambil mencium rambutku.
" Eh, Besok Kita jadi ke RS iya, Papanya Agus belum pulang katanya. " kataku saat membaca pesan dari Dia.
__ADS_1
" Oke oke Cin.... "
" Sekalian ajah Kita beliin laptop buat Adiknya Nay, Iya Mi. " kataku.
" Okei Cin .... Sekalian berarti iya Kita bawain Oleh Olehnya buat Mereka. "
" Besok Kita jalan jam 10 ajah iya, Aku benar benar mau istirahat dan bangun siang dulu besok sebelum kembali ke rutinitas, Jadi Mami juga gak usah bangun pagi pagi besok. Kamu besok ada jadwal kerja gak disini Yang ??? " tanyaku.
" Gak ada Yang. Palingan ke Hotel ngecek sekalian ajah pas balik kesana nanti malamnya. "
" Oke ..... "
" Kamu tinggal disini ajah, Jangan di Hotel. " kataku tanpa melihatnya.
" Gak apa apa Yang ???? Aku gak mau Kamu merasa terbebani karena Aku. " jawabnya melihatku.
" Gak apa apa. Mami juga disini iya .... Biar rame ada Kalian bersamaku disini. " kataku menyender ke Mami.
" Mami mah oke oke ajah Cin .... "
" Makanya Mami sewain ajah Apartemen Mami itu dan Mami tinggal disini biar Aku ada Teman. "
" Iya jangan gitu lah Cin ..... Gak enak juga Mami disini terus.... "
" Ih Mami mah gitu !!! Gini ajah, Mami bantu bantu di Butik ajah biar Mami merasa gak enak tinggal disini. Bantuin Aku napa Mi ???? RR kan nanti balik juga gak bakalan disini terus .... " kataku melihat Mami.
" Aduh Cin ..... Jangan ngomong gitu ah .... ''
" Makanya Mami bantuin Aku dong ... Mau di gaji berapa ??? Mami bebas ajah mau kemana kayak biasanya ajah yang penting Mami tinggal disini. Aku gak minta harus stand bye dibutik atau bersamaku terus, Gak !!!! Bebas mah terserah Mami .... yang penting Mami tinggal disini sama Aku. iya ... iya Mi ..... " kataku memegang tangannya.
" Iya Mami tinggal sama Ranti ajah, Nanti mau mau berapa tinggal ngomong, Aku yang transfer ke Mami. Kasihan juga Dia gak ada Temannya. " tambah RR.
" Tuh .... Dengarin Mi, RR ajah kasihan tuh masa Mami gak ???? "
" Iya iya deh Cin ...... Aku gak bisa nolak nih karena Kalian berdua. Tapi iya, Aku gak usah digaji atau apapun itu karena Aku kan nanti ngabisin makanan disini, Hahahaha .... Tapi bantuin Mami ambil baju baju Mami biar bisa langsung dikontrakin. "
" Iya ampun ...... Makasih Mami sayang .... " kataku sambil memeluknya membuat Mami sontak berdiri cepat dan Aku kaget.
" Aishhh ..... Jangan peluk peluk ih !!!! Mami merinding !!!! " cetus Mami sambil duduk disamping RR.
" Astaga Mi !!! Aku kaget ..... Kampret ih .... Hahahah " jawabku.
" Makanya Kamu gak usah meluk meluk Mami segala !!!! Mami gak suka !!! " cetus Mami memegang tangan RR dan duduk centil menyilangkan kakinya.
" Iya Aku meluk karena senang, Mi !!!! Udah deh, Gak usah ngeles Aku gau kok Mami merinding kalau Aku peluk, Hahahaha .... Tapi Aku emang benaran karena senang Mi, Bukan yang gimana gimana. " kataku melihatnya manyun.
__ADS_1
" Iya iya. Oke oke .... " jawab Mami sambil meneguk kopinya.
Aku melihat RR yang melihatku senyum lalu mengerutkan keningku. Dia langsung mengelus rambutku senyum senyum.