Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 205


__ADS_3

Udah dibawah ???? Wait Kak, Aku kesana. " kata Rein lalu mematikan panggilanku.


" Rein mau kesini Mi. " kataku sambil melihat Mami.


" Baguslah Cin, Biar Resepsionistnya tau Kamu siapa. " jawab Mami dengan mentel.


Rein datang menghampiri Kami seraya sedikit berlari.


" Kak .... Mami .... " panggilnya saat Dia masih tapping di palang tapping mesin itu.


" Hai Cin .... " sahut Mami.


" Kenapa gak diantar ke Ruangan Pak RR Mba ??? " kata Rein sambil menatap Resepsionist itu.


" Maaf Pak. Karena Bapak lagi meeting makanya Saya suruh tunggu disini.


" Lain kali tanyain dulu, Siapanya atau alasan mau ketemu !!! " jawab Rein sedikit tegas.


" Udah udah. Gak apa apa Re. Tadi juga Mba nya udah nanyain kok. " sahutku sambil memegang tangan Rein sembari senyum sama Mba nya.


" Maaf Pak, Bu. " jawabnya sambil menunduk.


" Iya gak apa apa kok Mba. Makasih iya. " jawabku senyum.


" Udah lah Cin .... Jangan marah marah ih .... " goda Mami sambil mencolek Rein.


" Hayo. " kataku sambil berjalan kearah mesin tapping itu sementara Rein masih berdiri dan melihat ponselnya.


" Ayo Cin ... " kata Mami mencolek Rein.


" Ayo Mi, Ayo. " jawab Rein sambil berjalan dan mengeluarkan ID Cardnya lalu menelpelkan di mesin itu.


" Kalian masih meeting iya ??? " tanyaku sembari Kami masuk lift.


" Iya Kak. Kakak sama Mami di ruangan Abang ajah iya. Aku mau lanjut meeting dulu. "


" Oke oke. "

__ADS_1


Aku sama Mami diantar Rein keruangan RR lalu Dia balik lagi ke ruang meeting.


Kami berdua menunggu disana dan duduk disofa.


Tidak lama kemudian, Aku menelpon Juwita karena ada beberapa yang Aku lihat komplen Pelanggan dari Online.


" Halo Bu ... "


" Halo Ju, Kalian lagi ngapain ???? " tanyaku.


" Lagi packing Bu. Ada juga yang lagi layanin Customer. ''


" Itu Aku cek ada beberapa komplen di Online ??? Kenapa bisa lama iya Kalian prosesnya ???? "


" Iya Bu soalnya barang yang sudah diterima User itu belum sampai ke Butik Bu. "


" Kenapa Kalian bisa salah kirim barang ???? Apa gak di cek dulu sebelum dipacking itu sudah sesuai atau belum ?? "


" Iya Bu. Maaf. "


" Lain kali lebih teliti iya. Kamu langsung kirim ajah barang sesuai pesanannya. Itu kan barangnya bisa Kamu cek diresinya udah sampai mana. Tadi Saya cek harusnya hari ini sampai di Butik. Kalian itu harus punya inisiatif sendiri melihat setiap detail, apalagi seperti ini kan harusnya bisa Kalian cek posisi barangnya sudah dimana. Jangan hanya menunggu !! Masa itu doang sudah hampir dua minggu ???? " kataku sedikit marah.


" Baik Bu. "


" Ada Bu. Dari Dua Vendor dan Invoicenya sudah di Bu Dita. "


" Oh iya udah .... Mungkin lusa atau minggu ini akan ada masuk barang lagi. "


" Baik Bu. "


" Iya udah. Tolong itu komplenan langaung diurus iya. !!! "


" Baik Bu. "


" Iya udah, Makasih iya. "


" Iya Bu. "

__ADS_1


Aku langsung menutup panggilanku dan langsung mengirim pesan sama Bu Dita agar Invoice dari vendor itu segera di scan samaku.


Tidak lama kemudian, Bu Dita balas dan ternyata itu sudah langsung di email samaku sejak invoicenya datang.


Aku langsung membuka email karena biasanya setiap ada email masuk selalu ada notifikasinya, Ini sama sekali tidak ada.


Berkali kali Aku refresh tidak ada masuk email dari Bu Dita dan Aku langsung Screenshot Inbox emailku sama Dia.


Bu Dita juga Screenshot emailnya samaku dan benar bahwa sudah dikirim beberapa hari yang lalu tapi sama sekali tidak ada masuk.


Aku langsung menyuruhnya untuk kirim by wa saja karena itu invoice mau langsung Aku bayar walau TOP nya 2 minggu sejak Invoice diantar ke Butik.


Hampir satu jam lebih, RR sama Rein masih meeting hingga Aku sama Mami tertidur disofanya karena ngantuk dan bosan mau ngapain. Mau keliling kantornya juga tidak enak karena gak ada Mereka yang nemanin.


Mami yang memutar lagu dengan volume kecil juga mengundang untuk tidur. Ditambah karena sedikit capek habis ikut panen tadi sehingga enak buat tidur.


Meeting Mereka kayaknya benar benar lama sudah Dua jam belum juga kelar. Aku juga tidak mau mengganggu Mereka.


Aku melihat Mami sudah tidur pules.


" Iya udah deh, Aku juga tidur ajah. " gumamku lalu berbaring disofa dan menutupi wajahku dengan syal yang Aku bawa.


Aku begitu juga Mami tertidur pules dan tidak mendengar Mereka berdua masuk ke ruangan RR.


" Astaga .... Mereka sampai ketiduran. Mending tadi Mereka tidur dirumah, Kasihan Mereka tidurnya begitu. " kata Rein saat membuka ruangan RR dan melihat Kami dari pintu.


RR langsung menghampiriku dan mengelus pipiku lalu mencium keningku dengan posisi sedikit jongkok.


" Bang, Aku keruanganku dulu iya. " kata Rein setelah meletakkan dokumen diatas meja RR sehingga Aku terbangun dan kaget melihat RR yang jongkok dan berada di depan wajahku.


" Astaga .... " katalu sambil memegang dadaku yang benar benar kaget dan sedikit kesal karena Dia.


" Maaf maaf ... Kamu kaget iya ??? Ini si Rein suaranya kencang bangat !!! " cetus RR.


Dia mengelus rambutku dan mencium keningku. Aku melihat jam tanganku dan ternyata sudah jam 5 sore.


Aku lalu mengusap mataku pelan lalu melihat Dia yang menatapku denga berpangku tangan sambil senyum.

__ADS_1


" Aku ngantuk. " kataku pelan sambil memegang tangannya lalu menaruhnya diwajahku dan memiringkan tubuhku kearahnya.


" Iya udah iya udah ..... Tidur lagi ajah .... Nanti Aku bangunin iya, Mami juga masih tidur tuh .... Aku mau kelarin kerjaan dulu bentar iya. " jawab RR sembari mengelus elus rambutku dan Aku memejamkan mataku sambil mengangguk.


__ADS_2