Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 108


__ADS_3

Aku penasaran foto apa yang Mami maksud. Aku melihat HPku tapi tidak ada foto yang masuk dan bahkan sudah lebih dari 2 menit.


" Aisshhh ... Dialan nih si Bencong satu ini!!!! " cetusku sambil tiduran lagi.


" Gak ke Butik Non ???? " tanya Bibi sambil bawa segelas jus dan memberikan samaku.


" Mager bangat Bi. Pengen rebahan dulu. " jawabku.


" Oh gitu. Iya jangan terlalu diporsir yang kerja itu Non .... Istirahat, Jaga kesehatan juga. " kata Bibi sambil duduk.


" Iya Bi. Badanku rada pegal nih .... Oh iya Stok bahan makanan Kita masih banyak gak Bi ???? "


" Masih ada lah beberapa Non. Masih cukup satu minggu ini. Mau Bibi urut gak ???? "


" Boleh dong Bi. Punggungku sampai ke kepala terasa bangat pegalnya Bi. " kataku sambil duduk.


" Angin itu Non. Bentar iya Aku ambil minyak dulu. " jawab Bibi sambil pergi.


Bibi langsung mengurutku dan ternyata pegal pegal karena angin. Hampir setengah jam diurut Bibi, Aku langsung tidur disofa.


Tidurku pun pules karena enak bangat habis diurut. Saat Bibi ngurut, Dia selalu menasihatiku untuk tidak terlalu capek dan harus jags kesehatan.


Uang bisa dicari tapi kesehatan itu yang paling berharga dan utama.

__ADS_1


Aku selalu menyayangi Bibi layak seperti Mama. Dia yang tahu keluh kesahku dari titik terndah sampai saat ini. Dari yang sudah hilang harapan sampai bisa bertahan sejauh ini hanya Bibi yang ada disampingku.


Makanya Aku tidak mau Dia terlalu kerja keras. Walau Aku bilangin tapi tetap ajah dilakuin kerena udah hal biasa katanya.


Aku ketiduran kurang lebih 1 jam di sofa setelah diurut Bibi.


Saat Aku bangun, Badanku terasa ringan dan enteng bangat. Aku melihat jam sudah setengah 3 sore.


" Hoaaammm ....Astaga ..... Gak terasa .... " gumamku sambil mengerakkan tanganku sambil berdiri.


Aku langsung naik ke kamar dan mandi karena Aku mau ke Butik dulu. Aku membuka HP dan beberapa pesan masuk dari karyawan kantor yang minta beberapa approval by wa. Aku segera mengeceknya lalu mengapprove.


Aku berjalan menuju kamar mandi sembari menarih handuk dipundakku. Aku langsung menyalakan shower lalu mandi dan menggosok semua badanku. Aku berusaha menggosok semua bahkan yang tidak bisa dijangkau oleh tanganku. Setelah benar benar bersih, Aku lalu memakai handuk dan keluar dari kamar mandi.


Sebelum mengambil bajuku, Aku mengambil dan membuka HP serta membalas beberapa pesan dari teman maupun dari Mami.


" Foto apa ini yang dikirim si Bencong ini. " gumamku sambil membukanya.


Aku melihat foto selfi dia dengan RR. Aku melihat Mereka berdua senyum sumringah gitu dan Aku melihatnya itu foto diambil di Bandara karena terlihat jelas ada tulisan kedatangan internasional.


" Aishhh ..... Bencong satu ini!!!! Wah wah .... Kok Aku gak dikasih tahu??? " cetusku kesal dan langsung menelpon Mami.


" Kenapa Cin ???? " kata Mami dengan suara manisnya.

__ADS_1


" Apa apa ???!!! itu maksudnya apa ??? "


" Apa yang Kamu maksud Cin ??? Oalaahhh itu foto .... Kenapa Cin ???? Kamu kangen iya sama Dia, hehehe ... "


" Seriusan lah Mi. Dia emang datang ???? " tanyaku penasaran dan ada rasa senang juga.


" Coba tebak ???? "


" Aishhh tampol juga nih Bnecong !!!! " cetusku.


" Itu foto lama Cin .... Pas Dia pulang kemarin, Kan Aku antarin Dia ke Bandara karena Kamu sibuk bangat. "


" Trus ngapain Kamu ngirim foto itu ???? " kataku kesal.


" Cieee yang kangen .... Tadinya udah senang bangat iya Cin .... hahahah .... Maaf iya Cin ....


Selow dan sabar ajah pasti dalam waktu dekat Dia kesini kok. " jawab Mami dengan santainya.


" Kamu teleponan sama Dia ???? "


" Ihhh Kamu kepo deh .... " jawabnya sambil sedikit ketawa.


" Aissh sialan nih bencong. Udah ah .... Aku mau siap siap nih mau ke butik. Gak jelas Kamu Bencong sialan !!!! " cetusku lalu mematikan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2