Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 135


__ADS_3

Aku semkin memuncak dan mengganti permainan agar Dia bisa lebih menikmatinya. Mmebuat setiap gerakan Kami mengencang, ganas dan tidak terkendalikan lagi.


Aku siap melakukan perperangan itu dan stand by ancang ancang duduk diatasnya.


" Ready ???? " godaku mengedipkan mataku.


" Hhhmm ... " angguknya sambil menggenggam tanganku.


Berkali kali Kami memainkannya dan terbaring bersama saat sudah merasa puas dan nikmat. Berbagai model dan gaya Kami lakukan bersama sambil senyum dan bahagia. Tidak ada beban saat bersamanya. Semuanya terasa indah dan senang, begitu juga Dia yang sangat berkali kali mengatakan bahwa Dia menyayangiku dan mencintaiku dengan tulus tapi Aku hanya diam saja.


Sudah larut malam, Aku langsung bangkit berdiri dari ranjang dan mengambil HPku.


" Halo Bi ... Bi Aku gak pulang iya malam ini. Tadi habis meetingnya malam dan Aku mau menginap di rumah Teman. Bibi gak usah nungguin iya, Bibi Tidur ajah. " kataku sambil menyenderkan Tubuhku di dinding kamar itu sambil melihat RR yang memandangi dan menungguku di atas ranjang itu.


" Oh iya Baik Non. "


" Makasih Bi. " jawabku lalu menutup panggilanku.


Aku menghela nafasku dan meletakkan HPku di atas meja itu lagi dan berjalan ke atas ranjang itu.

__ADS_1


" Itu Orang rumah Sayang ???? " tanya RR.


" Iya. '' jawabku singkat.


RR berpikir bahwa Aku Orang yang cukup berada karena Aku memanggilnya dengan sebutan Bibi. Berarti Seorang Pembantu.


Tapi karena Aku tidak mau cerita, Jadi Dia tidak menanyakan hal itu karena Aku tidak mau menceritakan hal Pribadiku sama Dia.


Kami melanjutkan permainan itu dengan menikmati setiap gerakan dan ritme yang Ki mainkan hingga Kami tertidur pulas.


Paginya, Dia membangunkanku sambil mengecup lembut keningku jam 6 pagi karena Aku harus ke kantor.


Aku mengusap mataku dan melihat jam tanganku dan cepat cepat bangun dan mandi. Sementara RR sudah siap mandi dan sudah stand by. Beberapa roti juga sudah dipesan serta Kopi di cup karena Kami akan menikmatinya di perjalanan.


Aku langsung buru buru mandi dan grasak grusuk seperti dikejar oleh penagih hutang. Padahal sebenarnya Aku hari ini libur dari jadwal kantor, Tapi karena meeting masih berlanjut terpaksa Aku hari ini Aku harus ke kantor.


RR sudah menyiapkan semua barang barangku dimeja, dan habis mandi dan rambut masih belum terlalu kering, Aku langsung mengajak Dia untuk cek out dan meninggalkan Hotel itu.


Dia langsung mengemudi dengan agak cepat sementara Aku langsung menelpon SPVku.

__ADS_1


" Halo, Pagi Mba .... Aku hari ini masuk, Tapi kayaknya agak telat. Tolong wakilin Divisi Kita dulu iya Mba .... " kataku.


" Pagi juga Bu. Siap Bu. Santai saja. Nanti kalau ada apa apa Aku info ke Ibu. " jawabnya.


" Makasih banyak iya Mba... Pagi ..... " Aku langsung menutupnya dan merasa lega.


Malam ini Aku tidur nyenyak sekali sampai alarm saja tidak Aku dengar.


" Aiishhh ... Sialan!. " gumamku.


" Minum dulu Kopimu Yang ... Nanti keburu dingin. Itu rotinya makan juga iya biar gak lapar soalnya takut Kamu telat makanya Aku tidak ajak Kamu makan pagi dulu. " kata RR melihatku.


" Makasih Sayang .... " jawabku menatapnya dengan senyum lalu mengambil roti itu.


" Kamu mau pulang dulu ??? Aku antar Kamu iya ??? " tatapnya.


" Aisshhh .... Aku juga harus pulang dulu ternyata karena harus ganti baju. Gak mungkin Aku pake baju ini lagi, bisa bisa pada ngegosip nanti. " gumamku sambil menatapnya.


" Emmm ... "

__ADS_1


Aku melihat jam tanganku dan pasti Anak Anak masih dirumah jam segini. Gak mungkin Aku ngajak Dia kerumah, Apalagi Aku semalam gak pulang, Bahaya kalo ketauan. Iya walaupun itu hakku tapi Aku tidak mau Orang Rumah tau kalau Aku suka jajan diluar.


__ADS_2