
Hampir Dua minggu, Kami sibuk hanya untuk mengurus dokumen dokumen terkait untuk pernikahan nanti. Ternyata memang lumayan ribet menikah beda Negara.
RR juga sudah memutuskan untuk tidak balik ke Negaranya dalam beberapa waktu. Mungkin nanti dalam waktu dekat Rein akan datang ke Indonesia juga.
Dia semua yang turun tangan untuk mengurusnya, Aku terkadang gak ikut.
Siang harinya, RR mengajakku untuk mengambil dokumen dari salah satu kantor perijinan karena dokumennya sudah selesai. Aku menyuruhnya untuk ketemu disana saja karena kebetulan paginya Aku ada meeting sekalian meninjau sampel yang sudah di produksi.
Aku langsung kesana setelah habis meeting karena RR juga sudah menuju kesana. Saat Aku sampai disana, ternyata RR sudah mengambilnya dan tinggal menungguku saja di ruang tunggunya.
" Sayang, Kamu dimana ??? Aku udah di depan nih ??? " kataku saat Dia menerima panggilanku.
" Wait, Aku keluar bentar. " jawabnya dan langsung keluar serta mematikan panggilanku.
Tidak lama kemudian, Dia langsung keluar dan menghampiriku.
" Udah Aku ambil nih, Kita balik langsung balik ajah. " katanya senyum melihatku dan merapikan rambutku.
" Udah Kamu ambil ???? " tanyaku melihatnya.
" Udah. Tadi saat Aku nanya Petugasnya, katanya langsung saja karena sore ini Team Mereka meeting. "
" Oalah ..... Iya udah yuk ... "
RR memegang tanganku untuk berjalan keparkiran.
" Aku lapar, Makan yuk ... " kataku melihatnya saat Dia menghidupkan mensin.
" Mau makan apa, Sayang ??? Hm ?? " tanyanya sambil mengelus rambutku.
" Pangsit kali enak, ya ... "
__ADS_1
" Iya udah Kita makan itu ya .... Mau dimana ??? Kamu ada tau tempat yang enak ??? "
" Kemarin yang pas ulang tahun kan ada menunya itu, Itu darimana Sayang ??? Kita kesitu ajah, Kan Kamu pasti tau alamatnya. Apa Mami yang tau ??? " kataku.
" Itu mah Hotel yang sediain, Sayang. "
" Seriusan, Sayang ???? Kok Aku baru tau ada menunya di hotel Pangsit ??? "
" Ada. Makanya kalau Kamu makan minta menunya biar Kamu tau. " jawab RR menyentil hidungku.
" Iya udah, Kita makan itu ajah. " jawabku tanpa basa basi.
" Sekalian ya, Sayang .... " liriknya manja manja.
" Sekalian apa ???? " tanyaku sambil membuka ponselku.
" Udah lama nih gak ..... Hm ??? Boleh gak ??"
" Itu Sayang .... Anu ... Aish ... "
" Apaasih .... " godaku sambil memegang panggal pahanya membuatnya langsung bergejolak dan langsung memgang tanganku agar Aku tidak sengaja membuatnya semakin tidak bisa menahannya.
" Assstaga ..... Sayang, Nanti dong .... Jangan sekarang, Aku lagi bawa mobil nih... "
" Lah emang Aku ngapain sih ??? Kan cuma megang doang, Aku nanya, Sayang .... Hahaha, Kamu ya !!!! Kamu ajah megang megang Aku gak kayak gitu !!!! " gerutuku pura pura kesal.
" Bukannya gitu, Sayang ..... Udah deh, Aku tancap gas ajah, Gak bisa dibiarin ini.... " jawabnya menggelengkan kepalanya.
" Hahaha .... Aku bercanda doang, Sayang ...." kataku melihat reaksinya.
Dia langsung menggenggam tanganku. Aku menyenderkan kepalaku di bahunya. Dia menyetir sambil mengelus elus kepalaku.
__ADS_1
****
" Mba, tolong antarin pangsit dua porsi ke kamar, ya .... " Sayang, Kamu mau apa lagi ??? RR belum mematikan teleponnya dan masih terhubung dengan petugas di bawah.
" Ayam goreng, boleh tuh Sayang. "
" Sama ayam goreng ya Mba. Kalau ada menu yang enak juga boleh, Es jeruk 2 ya .... Jangan lama Mba. "
" Baik Pak. "
" Terima kasih ya ... "
Aku mengganti bajuku dan memakai kaosnya RR karena hari ini Aku memakai Kemeja dengan jeans. Untung saja, Pakaian tidurku ada disini, jadi tinggal kaosnya RR yang Aku pake.
Aku keluar dari kamar mandi sembari memegang handuk kecil untuk mengeringkan wajahku karena baru Aku bersihkan.
" Sayang, Aku pake baju Kamu, Hehehe ... " kataku saat keluar dari kamar mandi karena tadi Dia tidak melihatku karena langsung masuk ke kamar.
" Iya, pake ajah. " jawabnya tanpa melihatku.
" Kamu ngapain ??? " tanyaku karena tumben bangat Dia menjawabku tanpa menoleh sedikitpun.
" Ini Rein tadi nelpon dan minta dokumen. "
" Oh ... " kataku sambil memeluknya dari belakang dan kepalaku di punggungnya sembari mengintip dokumen yang Dia kerjakan dan kirim itu.
" Bentar ya .... Aku selesaiin ini dulu. " jawabnya mengusap rambutku.
" Nanti panggil Aku kalau makanannya udah datang ya, Sayang... Aku tiduran di kamar. Muachh ... " kataku sambil mencium pipinya RR.
" Iya iya. " jawabnya senyum sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1