
Rein langsung naik untuk ganti baju dan beres beres dan Rein juga langsung ke kamarnya untuk mandi.
Aku dan Mami langsung beres beres meja makan karena Mba lagi beres beres lantai atas.
" Mi, Mau kan ikut ke kebun buah yang dibelakang itu ??? "
" Iya mau dong Cin, Masa gak ??? Mami mau dong ikutan panen sama selfi selfi disana nanti. "
jawab Mami sembari melenggok lenggokkan tubuhnya seperti model yang lagi pemotretan.
" Hahahah ... Dasar. "
" Pengen deh tunggal disini Cin .... Suasananya nyaman dan tenang bangat. "
" Iya adem iya. Makanya cari pacar Orang sini Mi. Banyak juga kayaknya yang Orang Orang disini menikah dengan sesama jenis, Iya gak sih ???? Wkwkwkk .... "
" Emang banyak Cin. Kan Orang luar diperbolahkan menikah sama sesama jenis. Di Negara Kita ajah gak boleh. " jawab Mami manyun.
" Iyalah kan itu salah satu contoh yang tidak baik untuk warganya. Berarti Mami harus nyari Pacar Orang luar dong .... "
" Eh begemana ceritanya nyari Orang luar ???? Bahasanya ajah Mami kagak dah. "
" Wkwkwk .... Pake bahasa Isyarat ajah Mi. Wkwkwkwk .... "
" Lah bukannya dekat malah makin takut dong nanti Mereka lihat Mami kayak Orang gagu. Hahaha .... Bisa bisa Mereka langsung ilfil melihat Mami. ''
" Hahaha .... Dikira Orang gila iya Mi. Hahaha .... "
" Iye, Makanya. " jawab Mami centil.
Saat Kami masih nongkrong berdua di dapur sama Mami sembari buat kopi, Mba datang karena sudah selesai beberes lantai atas.
" Mba, Sarapan dulu. " kataku.
" Iya. Jangan kerja mulu Cin ... Isi perut dulu. " kata Mami walau Mereka gak tau apa yang dikatakan Mami.
" Iya Non. Hehehe .... "
__ADS_1
" Nanti jadi kan Kita ke kebun Mba ??? " tanyaku sambil mengaduk kopiku.
" Iya Non. Mau jam berapa Non ??? "
" Terserah Mba ajah, Kita mah ngikut ajah. Oh iya jauh gak Mba ??? "
" Gak Non, Dibelakang doang. Jalan 10 menitan udah sampai. Sekalian sama Tukang panen ajah Kita Non. Mereka mau panen buah yang sudah bisa. Tadi Saya udah ngomong. "
" Oke Mba. Sephh .... Udah sarapan dulu Mba. Mana Mba yang lain ??? jangan terlalu mikirin kerja Mba. Kesehatan yang penting. " kataku senyum.
" Iya Non. Hehehe .... Yang lain pada di depan mengambil bunga ditaman serta memotong beberapa bunga yang sudah layu. "
" Oh ... Iya udah Mba makan dulu iya. Aku mau ke depan dulu. " kataku sambil memegang dan membawa gelas berisi kopiku.
Mami sudah jalan duluan ke taman depan sembari membawa kopinya karena tadi katanya Dia mau keliling taman bunga yang ada di depan rumahnya RR itu.
Aku langsung ke kamar mau ngecek RR apa sudah selesai mandi atau belum.
Rein juga belum turun dari atas.
RR masih dikamar mandi dan Aku melihat Kemejanya diatas kasur sudah disiapkan Dia sebelum mandi.
Bentuk tubuhnya yang cool dan kekar terlihat jelas ditambah rambutnya yang basah menambah pesonanya. Aku yang duduk disofa sembari nonton TV dan meneguk kopiku sembari meliriknya dan berkata.
" Lama bangat Kamu mandinya. " kataku sambil menatapnya dan tidak berkedip melihat belahan dadanya yang sangat kekar.
Dia senyum melihatku dan berjalan menghampiriku yang duduk disofa dan langsung menunduk dan mengambil gelas yang Aku pegang lalu meletakkannya di meja dan menarik tanganku untuk berdiri.
Dia langsung memelukku hingga Aku tak bisa berkata apa apa. Detak jantungnya jelas terdengar olehku yang berdetak secara beraturan. Berbeda dengan detak jantungku yang berdegup kencang.
" Kamu terpesona sama bentuk tubuhku iya ??? " bisiknya ditelingaku membuatku semakin merinding.
" No. Udah biasa juga Aku melihat itu. " jawabku cepat berusaha untuk tidak ketahuan.
" Detak jatungmu mengatakan tidak Sayang .... " bisik RR sambil memelukku makin dekat sehingga dadanya yang kekar menempel di tubuhku.
Aromanya yang sangat wangi membuatku memejamkan mataku tanpa membalas pelukannya.
__ADS_1
" Mau melakukannya sekarang ??? kamu gak tergoda ??? " pancingnya membuatku mencubit pinggangnya.
" Dasar .... Kamu buruan gih, Rein udah nungguin. " kataku sambil senyum mendorong tubuhnya.
Dia senyum melihatku dengan wajah yang memerah.
" Mau gak ??? " godanya sambil main mata membuatku salah tingkah.
Aku menelan ludahku dan '' Udah ih .... buruan itu. " kataku sambil duduk disofa membelakanginya.
Dia senyum senyum sendiri dan mengambil baju kerja yang sudah Dia siapkan tadi.
Aku sesekali meliriknya.
" Yang tolongin dong .... " katanya yang berdiri di depan meja rias.
" Apaan ??? " tanyaku melihatnya.
" Tolong kancingin. " katanya sambil melihat kemejanya.
Aku berjalan kearahnya dan membantunya mengancingkan kemejanya.
Saat Aku hendak melipat lengan kemejanya, Dia langsung mendaratkan ciumannya dibibirku membuatku memukulnya.
" Aishh .... Sakit Yang .... " katanya mengerutkan keningnya.
" Kamu mah kesempatan mulu. " kataku tanpa melihatnya dan hanya fokus melipat lengan kemejanya.
Setelah selesai, Dia langsung memegang daguku dan menciumku dengan hangat dan mesra. Dia ******* lembut bibirku dengan durasi yang lumayan lama.
Aku langsung membalasnya dengan sedikit jinjit serta meremas kemejanya dengan keras.
Cumbuan itu berlangsung lama. Kami melepaskan semua hasrat Kami dengan santai dan mesra.
Dia senyum menatapku lalu mencium keningku dan berbisik " I Love You. "
Aku senyum mendengar Dia selalu mengatakan itu.
__ADS_1
Aku merapikan kemejanya dengan senyum lalu Dia bercermin di depan kaca. Dia menyisir rambutnya sembari mengoles minyak rambutnya membuat Dia semakin berwibawa sekali ditambah lagi dengan semprotan parfumnya yang begitu wangi dan khas.
Dia memegang tanganku keluar dari kamarnya sembari membawa beberapa dokumen.