
Mereka masih cerita cerita disana dan Aku meninggalkan Mereka disana karena sakit perut.
" Astaga .... Kayaknya Aku kekenyangan deh, Aku sakit perut. " kataku sambil berdiri memegang perutku sehingga Rein tertawa melihatku.
" Kamu mau boker Cin ??? Ditoilet yang di dapur ajah, jangan di kamar, Nanti kalau Kamu udah masuk kamar pasti gak datang lagi kesini. " cetus Mami.
" Hahahaha .... Itu Ponselku masih disitu. " kataku dari pintu sambil nunjuk ponselku yang disamping Mami.
" Iya itu mah Ponsel, tinggal bawa ajah. Awas kalau Kamu gak datang lagi !!!!! " cetus Mami menunjukku.
Aku melambaikan tanganku dan masuk kedalam.
Aku langsung masuk ke kamar dan langsung BAB. Setelah itu, Aku langsung cuci muka dan ganti baju karena yang tadi udah bau asap barbequan.
Mami memang tahu ajah bahwa Aku gak bakalan kembali lagi kesana.
Aku langsung tidur tanpa memberi tahu Mereka.
Beberapa panggilan di ponselku tidak terjawab.
Setelah beberap jam, Akhirnya Mereka bubar ditambah Pacar atau Gebetan Rein nelpon.
" Aku naik duluan iya .... Besok ajah Kita lanjut, Soalnya Kakak udah langsung tidur kayaknya. " kata Rein senyum melihat ada panggilan masuk di ponselnya.
" Dasar .... Itu pasti dari Cewek. Gak ada yang benar Cewek Kamu !!!! " cetus RR sambil berdiri.
" Biarin ajah Mi, Besok ajah diberesin sama Mba. " kata RR.
" Kompornya ajah dibawa masuk Sayang .... " kata Mami sambil mengangkat kompor listriknya.
" Sini biar Aku ajah yang bawa Mi. " jawab RR sembari meminta dari tangan Mami.
Mami langsung mengikuti langkah RR dari belakang sambil memegang ponselku.
Pintu langsung ditutup Mami serta berjalan ke arah ruang tamu dan kamarnya.
" Good Night, Mi. " kata RR.
__ADS_1
" Night too Sayang .... Oh iya, ini Ponselnya Ranti. " kata Mami sambil memberikan ponselku.
Mami langsung masuk ke kamarnya begitu juga dengan RR.
RR membuka pintu kamarnya lalu menutupnya. Dia melihatku sudah tidur pules memakai selimut.
Dia langsung mencuci mukanya dan mengganti bajunya lalu naik ke kasur. Dia mengambil perlahan guling yang Aku peluk sehingga membuatku kaget dan membuka mataku.
" Awas Yang ...." bisik RR sambil mengelus rambutku.
Aku langsung melepasnya dan menggeser tubuhku kearah kiriku sehingga Aku membelakanginya dan menarik selimut itu.
RR mendekat kearahku dan memelukku dari belakang sambil mencium punggungku.
Aku memegang tangannya yang melingkar di pinggangku.
*********
Paginya, Aku bangun setengah 6 dan langsung cuci muka lalu berjalan ke dapur. Aku melihat ruang tamu masih sepi, berarti Mami sama Rein belum bangun.
Aku berjalan ke dapur dan melihat Mba lagi sibuk masak. Ada yang membereskan meja makan dan ada yang lagi masak.
" Pagi juga Non ... Mau ngeteh Non ??? "
" Gak Mba. Masak apa Mba ???? Ada yang bisa Aku bantu ???? " tanyaku sambil melihat lihat.
" Gak usah Non. Gak ada yang perlu di bantu kok. Hehehe ..."
Aku langsung duduk dikursi meja makan sambil melihat ponselku yang ada beberapa panggilan tidak terjawab serta pesan.
" Kalian bangun jam berapa Mba ???? Kok ini udah pada ready makanannya ???? " tanyaku yang melihat beberapa makanan sudah siap di meja makan dan masih panas.
" Jam Lima Non. "
" Cepat amat Mba, tiap hari gitu ???? ''
" Iya. Hehehe .... ''
__ADS_1
" Ngapain bangun cepat cepat, Kan cuma RR doang yang dilayani. Emang Dia makannya banyak ??? Hehehe .... "
" Karena udah biasa sih Non, Mulai Nyonya masih ada Kita bangun jam segitu. Jadi udah kebiasaan. "
" Oh .... Tapi RR tidak pilih pilih makanan kan ??? Apa harus ada menu wajib ??? "
" Tuan gak pernah milih milih makanan sih Non, Apa yang Kami masak pasti dimakan. "
" Iyalah. Kalau sempat milih milih makanan, Suruh ajah Dia yang masak sendiri. Wkwkwk .... "
" Bisa bisa langsung dipecat dong Non. Hahaha .... "
" Emang Dia sekejam itukah ???? " kataku melotot sambil ketawa.
" Iya kalau Pekerja rumahnya ngomong gitu pasti langsung dipecatlah Non. Kan itu hak nya Dia mau suka atau gak. Kita kan hanya Pekerjanya, Dia yang gaji Kita. Hehehe .... "
" Iya tapi gak mungkin lah langsung dipecat Mba. Hehehe .... Oh iya Nanti Kita ke Kebun Buahnya iya Mba. Aku mau jalan jalan kesana. " kataku.
" Boleh Non .... "
Salah satu Mba yang tadi menemani didapur, Pergi ke depan untuk menyapu dan membersihkan ruang tengah.
Aku langsung membantu menyuci piring karena Mba nya lagi mengoseng oseng masakannya.
" Jangan Non .... Biar Aku ajah... " katanya langsung menghampiriku.
" Gak apa apa Mba. Biar Aku ajah. Gak enak, Duduk mulu Akunya. " jawabku manyun menatap Mba nya.
" Iya tapi Aku gak enak Non. Aduh biar Aku ajah Non .... " jawab Mba nya dan berusaha mengambil spons yang Aku pegang.
" Ih, Mba kenapa ??? Aku marah nih.!!!! " kataku melotot.
Dia langsung berhenti dan berusaha senyum sambil sedikit menunduk.
" Mba takut iya dimarahin RR ??? Gak apa apa, Nanti Aku yang ngomong sama Dia. "
" Gak enak Saya Non .... Soalnya kan Non tamunya Tuan. Jadi gak mungkinlah Saya biarin Non di dapur. "
__ADS_1
" Gak apa apa Mba. Saya juga punya Pekerja di rumah, Tapi kalau bisa Aku selalu bantu bantu. Gak harus Mereka semua. Jadi santai ajah Mba. Hehehe .... " kataku.
" Makasih Non .... "