Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 27


__ADS_3

Hari ini Aku benar - benar ketiduran habis berendam itu, tau - tau bangun sudah malam jam 7. Aku bermalas malasan di atas kasur sambil mencari HP ku.


" Astaga .... Aku ketiduran. " gumamku sambil membuka HP dan ternyata banyak pesan masuk.


Aku melihat email masuk dan ternyata itu dari Perusahaan yang Papa salah satu Orang pemegang sahamnya.


Email itu memberitahukan bahwa pembagian dividen untuk para pemegang saham, Apalagi Saham Papa lumayan besar disana.


Aku langsung membalas email itu dan segera membuka berapa lot yang dibagikan. Luar biasa sekali memang perjuangan dan kerja keras Papa selama hidupnya. Aku salut dan bangga atas semua pencapaiannya.


Hingga setiap harta miliknya selalu tercantum namaku. Aku beruntung sekali mempunyai harta warisan yang berlimpah dari Mereka.


Tapi Aku selalu bertanya - tanya ada apa masalah yang Mereka hadapi hingga bisa ribut dirumah seperti di neraka saja.


Dulu Bibi mengatakan Mereka berdu sangat menyanyangi satu sama lain. Tidak pernah ribut, selalu akur dan harmonis hingga Aku lahir. Dan yang Aku ingat saat Aku masih kecil Orangtuaku selalu menyayangiku dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


" Apa Mama selingkuh ??? atau Papa ????" itu yang selalu terpikirkan olehku.


Mungkin belakangan ini Aku happy, mikirin diri sendiri tapi dibalik itu semua, jadi dilubuk hatiku yang paling dalam Aku merindukan sosok Mereka. Tidak tahu kenapa Aku sudah tidak mau menangis lagi, lebih ke menatap dengan pikiran kosong.


Tapi tidak tahu kenapa, Hari ini Aku benar benar merindukan Mereka. Aku perlahan mengambil foto yang terpajang di meja kerjaku. Aku mengambilnya dengan tangan yang gemetar. Mataku panas dan kepalaku seakan akan mau pecah. Aku menatap foto itu dengan tubuh yang gemetar tanpa berkata apa - apa. Aku hanya diam membisu.


Tidak tahu kenapa semenjak Mereka pergi, Kalau ada yang berhubungan dengan Mereka, Tubuhku selalu gemetar dan tidak bisa bicara padahal banyak yang ingin Aku ungkapkan.


Mulut ini seakan ada yang menahan bahkan ingin membukanya saja terasa susah.


Aku berjalan ke arah kasurku dengan perasaan campur aduk. Semua perasaan sedih, senang hanya terkumpul di kepala dan hatiku.


" Begitu tulus Kalian meninggalkan ini semua untukku. " gumamku lalu berbaring sambil memejamkan mata.


Seorang yang tidak punya Sanak Saudara itu memang sangat menyakitkan. Berbagi cerita tidak bisa dilakukan. Hanya bisa memendam dan menguburnya sendiri dalam hati.

__ADS_1


Tidak ada tempat curahan hati. Semua harus bertahan Seorang diri.


Malam itu Aku tidak memegang HP ku sama sekali. Aku hanya mencoba memejamkan mata, menatap dinding kamar dengan diam.


Beberapa panggilan dan chat masuk, Aku diam dan tidak menerima dan membalasnya.


Aku memikirkan hidupku kedepannya seperti apa dan bagaimana Aku harus menghadapi hidupku yang sudah sangat suram.


Tidak ada yang bisa Aku banggakan dalam hidupku walaupun semua teman - teman mengatakan bahwa Aku hidup dengan sempurna dan memiliki segalanya. Hanya duduk diam dirumah juga sudah bisa.


Tapi hanya itu yang Mereka tahu. Tidak dengan Pribadiku yang penuh dengan pertanyaan pertanyaan. Mengapa???? Mengapa?????


Takdirku memang sudah seperti ini. Aku menerimanya walau masih terkadang masih dihampiri rasa ingin tahu itu. Aku ingin menangis juga tidak bisa.


Aku matikan lampu kamarku dan berharap Aku bisa tidur dengan mimpi indah malam ini.

__ADS_1


__ADS_2