
Selesai makan, Aku langsung menyuruh Alex untuk minta notanya dan langsung Aku bayar.
" Ini Bu. " kata Mba Devi memberikan uang untuk makanan yang Dia pesan begitu juga yang lain.
" Apa apaan ini ??? Kayak siapa ajah. " cetusku manyun melihatnya.
" Ih kan jadi gak enak Bu. "
" Enakin ajahlah, hahaha .... '' jawabku santai.
" Ih kapan kapan gak mau lagi ah kalau diajakin makan bareng. " cetus Susi.
" Iya nih jadi gak enak Bu. "
" Sering seringlah iya Bu. " ucap Alex membuat Mereka semua tertawa.
" Nah iya. Ini yang Aku tunggu. " kataku sambil main mata dan menunjuk Alex.
" Hahaha .... "
'' Udah nih ??? Hayukk .... "
Kami langsung balik ke kantor dan menyebrang bersama. Sebagian ada yang beli kopi dan Aku nitip saja karena Aku menerima panggilan telepon dari Mami.
Mami memberi tahu bahwa Adiknya Angel sudah dipindah kamar dan sudah mulai membaik. Adiknya sudah bisa diajak bercanda dan makan juga sudah mulai lahap.
Kata Mami hasil ronsennya besok baru keluar.
__ADS_1
Aku mengucapkan terima kasih sama Mami karena sudah mau membantu dan menemani Angel dan Adiknya.
Seperti biasa, Didepan lobby Satpam senyum dan menyapa Kami dan Ponselku kembali bunyi dan yang nelpon Pak Agus.
" Haloo ... " sapaku.
" Halo Mba Ran .... Selamat siang .... Gimana kabarnya??? udah lama gak komunikasian nih.... " katanya.
" Kabar baik Pak. Pak Agus apa kabar nih ??? Tumben nelpon disiang bolong begini, Ada apa iya Pak ??? " tembakku langsung sambil menunggu litlft bersama Mba Devi dan Staff lain.
" Wah wah .... Apakah Sayang mengganggu ??? Aku mau info sekalian mau tanya, Barang PO an Mba Ranti sudah dikirim hari ini sama kurir, Apakah sudah diterima ???? " katanya dengan suara lembut.
" Oh .... Astaga .... Aku juga lupa ternyata hari ini iya dikirim, Coba Aku konfirmasi sama Orang yang ada di Butik iya Pak. Kalo udah diantar kurir, seharusnya udah diterima sih. Btw terima kasih infonya iya Pak. Bapak sampai repot repot menelpon Saya. "
" Menjalin kerja sama yang baik itu harus begitu kan ???? Walau Aku seharusnya gak turun tangan dengan hal seperti ini, tapi untuk menjalin kerja sama antar Customer, Maka akan Saya lakukan. " jelasnya sedikit meninggikan dirinya atau Posisinya.
" Oh iya, Mba Ranti udah makan belum ??? Nanti Saya menganggu loh, kana ini jam makan siang... "
" Oh iya. Ini kebetulan lagi makan Pak .... Hehehe ... Nanti Aku info ke Pak Agus iya untuk barangnya sudah sampai apa belum. Aku mau lanjut makan dulu. " jawabku sambil senyum melihat Mba Devi yang menatapku.
" Baiklah Mba Ran .... Selamat menikmati makan siangnya iya ..... Bye .... Have a nice day .... "
Aku hanya senyum melihat Mba Devi karena Dua mendengar kalau Aku berbohong tadi.
Aku langsung nelpon Juwita untuk menanyakan Barnag itu udah sampai atau belum.
" Halo Bu .... "
__ADS_1
" Ju, Barang dari PT. Tekstil udah sampai belum ???? " tanyaku sembari masuk lift.
" Oh iya Bu, Baru ajah sampai. Ini lagi nurunin barangnya sambil ngitung. "
" Oh oke oke. Nanti tolong fotoin ke Aku tanda terima dan surat jalannya iya, Biar bisa Aku cocokin sama PO Kita. Tolong langsung dirapihin iya Ju ...." kataku.
" Baik Bu. "
" Makasih Ju. "
Aku membaca pesan RR, Dia memberi tahuku bahwa Dia hari ini berangkat ke Kota A untuk meeting sebuah Project. Kemungkinan Dia dua hari disana, Baru balik kesini.
" Kok mendadak Yang ???? " tanyaku.
" Iya Yang .... Ini Project harus kelar soalnya sudah lama sekali Aku nungguin hasilnya tapi masih belum kelar. Jadi besok Aku mau meninjau Project itu, Kenapa bisa lama sekali baru kelarnya. I will really miss You Honey. "
" Oalah ... Jadi Kamu sama siapa kesana ??? Miss You too Honey. "
" Aku sama Supir dan ada Dua Orang yang menangani Project ini. "
" Oke deh .... Hati hati Sayang .... Nanti malam telepon Aku iya ... "
" Oke Yang .... Love You .... Semangat kerjanya iya. "
Untung saja jarak antar Kota A dan Kotaku hanya berjarak 4 jam saja naik mobil. Padahal rencanaku malam ini mau bersama Dia memadu kasih dan saling memuaskan. Tapi apa daya Dia lagi kerja.
Untuk 2 hari ini, Aku tahan dulu dan setelah Dia pulang Aku langsung minta sama Dia.
__ADS_1