
" Apa Kamu tidak papasan sama Pak Steve di toilet ???? " bisik Bu Sari saat Aku duduk.
" Hah ???? Ngapain Aku harus ketemu sama Dia ???? " cetusku kesal.
" Iya siapa tau Kamu papasan gitu Say .... Pasti kalau Kamu ketemu sama Dia secara dekat langsung klepek klepek. " katanya pelan sambil senyum senyum layaknya Orang yang lagi kasmaran.
" Masalahnya Aku gak tertarik sama Dia Say.... Mau ketemu atau ngobrol 4 mata juga bakalan gak tertarik Aku. Aku bingung deh sama Kalian yang sangat mengagum agumkan Dia. " jawabku sambil menatap Dia dengan senyum terpaksa.
" Iya ampun .... Dia itu Cool bangat Say .... Idaman bangat deh .... " jawabnya sambil menggenggam tangannya.
" Iya deh ya. Kamu tidak tau ajah Aku muak melihat mukanya itu. " jawabku nyengir terpaksa.
Aku dan Bu Sari langsung menghentikan pembahasan tentang Dia karena fokus ke depan karena kebetulan teamnya Bu Devi yang persentasi.
Aku menyemangatinya dari belakang hingga Dia senyum.
Sudah kurang lebih 3 jam berlangsung dan sudah menunjukkan jam 6 lewat. Tinggal satu divisi lagi yang belum persentasi dan belum juga nanti masukan masukan dan kritikan kritikan yang akan disampaikan oleh Pak Andrew ditambah Anaknya yang sok cool itu.
__ADS_1
Benar saja, Dia lebih banyak memberi masukan dan kritikan saat itu, Bahkan Dia menyinggung tentang tata krama dan disiplin perusahaan membuatku tertawa sinis mendengar itu.
" Saya berharap semua yang ada disini tanpa terkecuali bisa diajak bekerja sama dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Kalian mungkin sudah mengenal tentang Saya sedikit banyak. Dan kemungkinan besar Saya akan lebih sering bekerja sama dengan berbagai tim dari masing masing divisi tanpa terkecuali team desain. Karena Saya sangat lebih memperhatikan team desain dan produksi karena titik fokus atau titik utama Perusahaan itu disana. Dan team ataupun divisi lain hanya pelengkap saja, Intinya Bagian Produksi dan Team Desain itu pusar Perusahaan atau istilah lain nafas Perusahaan. Jadi mungkin Saya akan sering sering menyibukkan team team terkait, Jadi Saya berharap kerjasamanya begitu juga dengan divisi yang lain. " katanya sambil melirik kearahku.
" Wah .... benar benar idaman bangat. " halu Bu Sari. Aku ajah yang mendengarnya malas dan merasa Dia sok akrab gak jelas bangat.
" Aissh ..... Gak Agus gak ini sama sama mengganggu. Apakah karena Orang luar makanya sifatnya pada begitu ???? Tapi RR beda bangat sama Mereka Mereka ini. Aishhh .... " gumamku mengerutkan keningku dengan sinis sambil menggaruk kepalaku.
" Baiklah. Terima kasih untuk performance Kalian untuk dua hari ini. Semoga kedepan Perusahaan ini semakin jaya dan sukses. Mungkin dalam waktu dekat akan diadakan gathering Perusahaan sekalian bisa mempererat tali silahturahmi antar semua karyawan. Nanti akan didiscuss oleh Sekretaris Saya beserta team HR &GA. Terima kasih banyak untuk kerja keras Kalian sampai sejauh ini. Terima kasih. Meeting hari ini selesai. " jelas Pak Andrew.
Aku menghela nafasku dan mengeluarkan ponsel yang ada dikantong jacketku.
" Iya Bu Tasku masih diatas. " jawabnya.
" Iya sama. "
Bu Sari dan Bu Devi serta teman teman yang lain langsung pada bubar dan pulang karena memang sudah malam dan setengah 8 malam. Aku dan Mba Devi berjalan menuju lift dan naik keatas.
__ADS_1
" Mba, Pulang naik apa ??? " tanyaku.
" Aku bawa motor Bu. " jawabnya.
" Oh kirain gak bawa motor, biar Aku antar. "
" Aku bawa. " jawabnya.
Ruangan Kamuli sudah sangat gelap gulita dan Aku menyalakan lampu dan berjalan ke ruanganku serta menyalakan lampunya dan mengambil tasku serta membawa ipad kecilku.
Aku menentengnya ditanganku serta memegang Ponselku dan turun lagi bersama Mba Devi ke lobby tempat parkir.
Mba Devi melambaikan tangannya dan pergi ke arah parkiran motor sementara Aku berjalan ke arah parkiran mobil sembari menelpon RR.
" Halo Yang .... " kataku manja dan tiba tiba lampu tembak mobil mengarah ke Aku hingga Aku berusaha menutupi mataku karena silau.
" Halo Sayang .... Kamu udah kelar meetingnya ???? " tanya RR.
__ADS_1
" Wait Yang .... "
Aku langsung mematikan panggilan itu.