Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 214


__ADS_3

Saat Kami pulang dari mall dan sudah membeli oleh oleh buat dibawa ke Indo. Rein sama Mami berada di mobilnya Rein begitu juga Supirnya RR.


RR memilih menyetir sendiri dan menyuruh Supirnya menyetir di mobil Rein saja karena alasannya mau ada yang diomongin sama Aku hingga Mami dan Rein melirikku.


Aku menganggkat bahuku dan mengerutkan keningku untuk menjawab lirikan Mami sama Rein.


" Haruskah Kami berdua tidak boleh mendengar apa yang mau Kalian omongin ??? " goda Rein.


" Mungkin sangat privasi kali Cin .... Sehingga Kita diasingkan. " tambah Mami dengan senyum sinis.


" Astaga .... Aku gak tau apa apa loh iya. Dia mah selalu cari alasan yang gak jelas. Padahal kan bisa diomongin dimana ajah iya. Kayak baru ini ajah jalan berdua. Heran deh sama Bapak satu ini. " jawabku sambil menepuk punggungnya dan geleng geleng.


" Hahaha .... Maunya sih nempel mulu kayaknya Cin .... Udah bye .... Ayo Cin .... " kata Mami ketawa sambil menggandengan tangan Rein.


" Dasar .... " jawab RR senyum.


" Boleh gak Aku yang nyetir ??? " kataku saat hendak masuk ke mobil.


" Gak boleh. Ayo masuk .... " jawab RR sambil membukakan pintu mobilnya.


" Kenapa gak boleh ???? Bentar doang Yang ... Aku bawanya pelan pelan kok. '" kataku sambil nyengir dan merengek agar dibolehin.


" Gak boleh Yang !!! ....Aku yang nyetirin Kamu. " katanya melotot melihatku.


" Pelit bangat sih Kamu !!!! " cetusku mayun.


" Bukannya pelit Sayaaangg .... beda loh disini sama di Indo... "


" Iya Aku tahu. Makanya Aku mau nyobain. "


" Gak gak ... "


" Ah ... dasar Kamu pelit !!!! " cetusku meliriknya dengan sinis sembari minum kopiku.


" Sini sini sini ...'' RR menarik tanganku dan ingin merangkulku.


" Gak mau!!! Awas ih .... Aku lagi minum ...." cetusku sambil melepas kasar tangannya.


Dia langsung menyetir dan mengikuti mobil Rein yang sudah jauh di depan.


" Eh, Kamu mau ngomong apa tadi Yang ???? " tanyaku melihatnya.


" Mau ngomong apa emang ??? " tanyanya balik dengan pura pura tidak tahu.


" Lah tadi kan Kamu bilang sama Mami dan Rein, Kamu mau nyetir sendiri karena ada yang mau Kamu omongin sama Aku. " katalu mengerutkan keningku melihatnya.


" Gak ada. Aku gak ada ngomong. " jawabnya dengan bersikap biasa dna pura pura gak tau.


Aku langsung meliriknya sinis lalu menyenderkan kepalaku. Dia langsung senyum melihatku dan memegang tanganku.

__ADS_1


" Nanti bagunin Aku iya, Kalau udah sampai. Aku mau tidur dulu. " kataku.


" Kamu gak mau nemanin Aku ???? Hhmm ??? " tanya RR meremas jemari tanganku.


" Aduh ...... Sakit!!! " cetusku memukul tangannya kencang.


" Astaga .... Kencang bangat Yang ... " jawab RR sambil senyum.


" Noh lihat, Merahkan ???? " kataku sambil menunjukkan tanganku mencubit pinggangnya.


" Aduh aduh ....Ini juga pasti merah loh Yang .... " jawabnya ketawa.


" Hahahaha .... "


Aku ketawa melihatnya dan mengelus pipinya.


" Kayaknya Kakiku kram deh Yang, Habis keliling keliling. "


" Nanti Aku pijitin di rumah iya .... " jawab RR sambil mengenggam tanganku.


" Benaran iya .... Pijitin Aku iya ??? ''


" Iya. Tapi Aku juga mau sesuatu nanti ... "


" Apaan ??? "


" Kamu iya .... " kataku mencolek hidungnya.


Aku memeluknya dan lalu sengaja memainkan tanganku didadanya membuat Dia sedikit kurang konsentrasi menyetir.


" Aduh Yang .... Kamu membuatku bergairah begini lagi ah .... " kata RR sambil membenarkan posisi duduknya membuatku tertawa melihat reaksinya Dia.


" Emang Aku ngapain ih ???? " godaku tertawa.


" Nanti ajah Yang, Aku merinding ih .... " kata RR sambil merangkulku.


" Lah Aku gak ngapa ngapain kok ...


Kamu tuh yang meluk meluk Aku. Aku kan cuma megang dada Kamu doang, Masa cuma dipegang doang langsung mikirnya yang tidak tidak .... ihhh Kamunya ajah yang nafsuan ... " cibirku senyum geleng geleng melihatnya.


" Kamu iya .... " katanya salting dan menarik hidungku.


" Dasar Kamu. Gimana kalo Orang lain megang Kamu ??? bisa bisa Kamu gak karuan dong ... " kataku melihatnya melotot.


" No, Aku sama Orang lain gak pernah bergairah atau apapun itu bahkan disentuh sekalipun Aku tidak tertarik. Tapi kalau Kamu yang lakuin itu, Aku sampai gak bisa berkata apa apa. "


" Haaaallllaaaa ..... Mulut Laki Laki gak bisa dipercaya!!! " cetusku.


Saat Aku mengatakan itu, Dia langsung memegang kedua pipiku dan menciumku.

__ADS_1


" Plak ..... " Aku memukul pahanya karena kaget Dia tiba tiba berhenti dan melihat kiri kanan.


" Kenapa ???? Ini lampu merah loh Yang .... " jawab RR senyum dengan mengatakannya dengan lembut.


" Kamu mah bikin kaget ajah tau!!! Jangan gitu ih, Aku takut kalau lagi nyetir tiba tiba Kamu berhenti dan main nyosor ajah.... " kataku memegang tangannya erat.


" Maaf maaf .... Aku bukannya menakuti Kamu kok, Maaf iya .... " katanya yang melihatku memegang erat tangannya. Dia lalu merangkulku dan Aku tidur di bahunya Dia.


Aku memejamkan mataku yang masih dalam rangkulannya dengan memegang kemejanya erat karena Dia lagi nyetir.


Dia hampir lupa bahwa Aku tidak suka atau trauma akan sesuatu di jalan raya. Dia langsung mengelus kepalaku dan mencium rambutku sembari berkata.


" Maaf iya Sayang .... Aku gak sengaja. " katanya.


Tidak terasa Aku bisa tidur dengan posisi begitu hingga sampai rumah.


RR memarkirkan mobilnya lalu membangunkanku pelan karena Aku masih memegang erat kemejanya.


" Sayang .... Bangun yuk, Kita sudah sampai. Tidur di kamar iya ???? " kata RR pelan sambil mengusap usap rambutku pelan.


Aku masih ngantuk dan merengek seperti Anak kecil yang tidak mau bangun dan memeluk Dia sembari mendekatkan wajahku di dadanya sehingga detak jantungnya bisa Aku dengar dengan sangat jelas.


" Ayolah .... Dikamar ajah tidurnya iya .... Sakit nanti badan Kamu Yang .... Hayolah ayoo .... " kata RR menepuk nepuk Pipiku pelan dan lembut.


" Bentar lagi Yang .... " rengekku.


" Mau Aku gendong ajah ???? Sakit loh badanmu tidur kayak gitu Yang .... Udah udah bangun dulu bentar iya .... Hayoo... " kata RR dengan penuh perhatian membuatku membuka mataku.


Aku yang masih tertidur di dadanya melihatnya dengan senyum lalu memejamkan mataku kembali.


" Hayolah Yang .... Jangan tidur lagi ih .... " katanya membuatku langsing bangun dengan mata masih minta tidur.


Aku langsung membuka pintu mobil dan turun serta membawa tas dan ponselku.


RR juga langsung turun dan memegang tanganku berjalan masuk ke rumah.


" Mba, Rein sama Mami udah pulang belum ??? " tanya RR sama Mba yang lagi membersihkan ruang tengah.


" Udah pulang tadi Tuan, Tapi pergi lagi sama Mami. " jawabnya.


" Ngasih tau pergi kemana gak Mba ??? " tambahku.


" Gak Non. "


" Oh .... Makasih iya Mba. " kataku lalu berjalan ke arah kamar sementara RR masih melihat ponselnya dan mungkin menelpon Mami atau Rein.


Aku meninggalkan Dia disana dan masuk ke kamar. Aku letakkan tasku di sofa dan langsing naik ke kasur karena masih ngatuk.


Aku menutupi tubuhku dengan selimut karena kamarnya RR yang sangat dingin.

__ADS_1


__ADS_2