
Aku mulai bermain dan bergoyang manja dengan lembut dan sesekali Aku mengajak Dia untuk melakukan goyangan bersama.
Duda keren ini sungguh masih kuat dan kekar. Aku penasaran kenapa Dia Duda, apa Dia ditinggal Istrinya selamanya atau cerai. Karena yang Aku lihat Dia tipe yang penyayang sebenarnya tapi tidak tahu juga kalau masalah jajan diluar.
Kami melakukan permainan itu berulang ulang. Sodokan demi sodokan menghempas nikmat malam itu ditambah suhu AC yang lumayan dingin sehingga membuat permainan itu makin semangat.
Setelah beberapa lama melakukannya, Dia minta untuk istirahat dulu. Lalu Dia mengeluarkan sebatang rokok yang terletak di meja. Aku tiduran di atas kakinya sambil memejamkan mataku. Sesekali Dia mengelus elus bibirku dengan jari jempolnya.
Tidak lama kemudian, Aku tertidur di kakinya mungkin karena Aku capek juga baru pulang kerja. Dia memandangi indahnya tubuhku serta wajahku yang putih mulus. Aku merasakan sentuhan sentuhan lembut tangannya mulai dari wajah hingga ujung kaki hingga Dia mungkin tak tahan lagi, Aku merasakan Dia menggenggam gunungki dan sesekali meremasnya.
Aku perlahan membuka mataku dan melihatnya yang sudah merem melek sembari memegangnya.
" Astaga .... Dia bisa menikmatinya dengan cara seperti itu. " gumamku menatapnya.
Aku langsung mengarahkan tangannya untuk mengelus elus tubuhku sehingga membuat Dia makin makin menjadi. Suara sangat keras mendesah hingga Aku ingin tertawa.
__ADS_1
Sesekali Dia mengangkat bokongnya karena sudah berada diposisi enak.
" Aish .... ini Orang bisa saja menikmatinya dengan cara begitu... Aisshhh .... " desusku sambil berdiri dan mengambil handuk serta melilitkannya di tubuhku dan berjalan menuju kamar mandi.
Dia masih mengerang nikmat walau sudah tidak melakukan apa apa.
" Kamu sangat cantik walau hanya memakai handuk. " ucapnya sambil senyum melihatku.
Aku meliriknya sembari senyum. Sebenarnya Aku masih ingin melakukannya tapi Fia sudah mengerang dengan wajah seperti itu sehingga Aku ingin menyudahinya. Tapi perkataannya tadi menghentikan langkahku dan berbalik badan menatapnya.
" Apakah Kamu masih kuat ???? Aku tidak mau bermain setengah setengah apalagi sampai belum puas. " kataku dengan wajah data menatapnya.
Aku mulai menikmatinya dengan memegang kepalanya dan sedikit menjambaknya. Dia langsung mengangkatku dan menggedongku di atas tubuhnya sambil masih menciumiku.
Aku yang tidak mau kalah, Aku langsung melakukan gesekan demi gesekan ditubuhnya apalagi posisiku yang lagi di gendong.
__ADS_1
Dia mengayun ayun tubuhku dipelukannya hingga Aku ingin melakukan tarian lagi.
Tidak sabar, Dia membawaku ke ranjang lagi dan menjatuhkannya dengan lembut hingga Dia terus bermain. Kali ini Aku bairkan Dia mengambil alih semuanya dan Aku hanya menikmatinya.
" Kali ini biarkan Aku yang bermain dan melakukannya. Aku akan memberimu kepuasan sehingga Kamu tidak bisa untuk melupakanku. " bisiknya sambil mulai mengayun.
Aku sedikit tertawa mendengarnya dan mengangguk. Sesekali Aku bantu Dia untuk melakukannya karena Dia sudah kewalahan.
Kugenggam erat tangannya dan " Sayang tolong lebih cepat lagi .... " bisikku dengan gemetar.
" Ccceeeepat ..... cceeeepaaat Sayang .... Argghhh .... "
" Plakk ... Seeekkk .... Seekkk ..... "
" Lebih cepat lagi ..... "
__ADS_1
Bagai disambar petir rasanya saat Dia menaikkan tempo itu karena permintaanku. Aku hanya bisa mengerang dan menggenggam erat sprei kasur itu.
Aku mendengar setiap nafas desahannya yang sudah bercampur dengan rasa capek dan berkeringat. Aku langsung memeluk erat tubuhnya.