Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 263


__ADS_3

Bibi menangis melihatku yang masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius itu, Bibi tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya itu saat melihat betapa bengkaknya tanganku.


Bibi hanya bisa menangis dan tiba tiba pingsan .....


RR yang sedari tadi berdiri disamping Bibi, dengan sigap langsung memegang tubuh Bibi yang hampir jatuh kelantai.


" Astaga .... '' kata Mami dan langsung berlari yang sedari tadi di sofa mengantuk.


Mami dan RR langsung membawa Bibi ke sofa serta RR langsung pergi memanggil Dokter untuk mengecek kesehatan Bibi.


Mami merasa begitu cemas melihat Bibi. Dia langsung memijit mijit pundak Bibi serta mengoleskan minyak ke hidung Bibi.


Tidak lama kemudian RR dan Dokter datang dan langsung mengecek kesehatan dan kondisi Mami. Setelah selesai di cek, Dokter itu memberi tahu kondisi Bibi tiba tiba pingsan karena syok ajah. Kesehatannya juga baik dan Dokter nanti akan memberikan vitamin untuk Bibi.


Setelah menjelaskan kondisi Bibi dan mengecek kondisiku, Dokter itu pun pamit dan meninggalkan ruangan itu.


Tidak lama setelah itu Bibi pum sadar daan masih sedikit sedih. Mami langsung memeluk Bibi dan mengelus elus pundaknya.


" Gak usah dipikirin ya Bi, Ranti baik baik saja kok. Nanti Ranti jadi cemas mikirin kesehatan Bibi. Hm ?? " kata Mami mengelus tangan Bibi dan memegangnya.


Bibi mengangguk dan senyum melihat Mami. Tidak lama kemudian setelah Bibi datang, Aku pun sadar dan masih sediki pusing. Aku perlahan melihat dinding kamar itu dan melihat Mami, RR dan Bibi yang duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjangku.


Aku melihat tanganku yang sudah bengkak itu sementara tangan kiriku diinfus sehingga membuatku sedikit susah untuk menggerakkan tubuhku.

__ADS_1


" Mami ..... Tolong ambilin minum dong ... " kataku pelan membuat Mereka bertiga spontan berlari ke arahku.


" Non ..... " kata Bibi berlari.


" Cin .... "


Mereka bertiga berlari kearahku dengan senyum sumringah di wajah masing masing.


" Kamu mau apa Cin ??? " tanya Mami.


" Ambilin minum dong .... "


Mami langsung ngambil minum dan RR langsung mengambil kursi untuk Bibi agar bisa duduk disampingku.


" Bibi, udah makan belum ??? " tanyaku senyum melihat Bibi.


" Udah Non. Bibi bawain makanan itu buat Kalian, Kamu makan iya ..... " kata Bibi.


" Bibi masak apa ??? Aku jadi lapar nih ... " kataku.


" Bibi masak ikan bakar. Mau makan sekarang ??? Biar Bibi siapin. " kata Bibi.


" Boleh tuh Bi. Aku jadi lapar nih ..... Kalian udah makan belum Sayang ??? " tanyaku sama RR melihatnya yang dari tadi hanya diam tidak bicara sama sekali.

__ADS_1


" Udah udah Sayang .... Kamu dulu yang makan iya. " kata RR mengelus rambutku lembut dan terlihat kelas di raut wajahnya yang begitu merasa bersalah.


" Minum dulu nah .... " kata Mami memberiku minum dan memegangnya karena tidak bisa Aku pegang.


" Thank You Mi. Yang tolongin naikin dikit dong ranjangnya ini. " kataku ke RR.


Di langsung sigap membenarkannya agar posisiku enak untuk makan. Bibi sudah menyiapkan makanan untukku.


" Hhhmm ..... Wanginya enak sekali Bi .... " kataku saat mencium aroma ikan bakar beserta bumbunya saat Bibi membuka rantang yang dibawa dari rumah.


" Iya Non .... Ini Bibi bawain buat Kalian bertiga. Kalian makan juga iya Nak. " kata Bibi melihat Mami dan RR.


" Akhirnya..... Mami kebagian juga ... " kata Mami senyum dan langsung mengambil piring.


" Bibi, Biar Aku saja yang suapin Ranti. " kata RR sambil membawa piring yang sudah berisi makanan dan lauk yang disiapkan Bibi itu.


" Iya iya Nak. Makasih iya .... " jawab Bibi.


Mami juga menarik beberapa kursi untuk Mereka duduk disampingku untuk makan bersama.


" Hhhmmmm .... Astaga ini benar benar mantul Bi .... Masakan Bibi benar benar tidak pernah gagal.... " kata Mami mengacungkan jempolnya ke Bibi sembari senyum.


Aku sama RR ikutan senyum.

__ADS_1


" Bibi siapa dulu dong ..... " kataku memuji.


__ADS_2