Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 153


__ADS_3

Tidak berselang berapa lama setelah Mami sampai di kamar, Dua Orang Suster langsung masuk untuk memindahkanku ke kamar VIP.


Memang benar, Yang bayar pribadi apalagi memakai kamar VIP memang lebih diprioritaskan. Terlihat jelas pas kejadian itu.


Tanpa lama lama, Aku langsung dipindahkan ke ruang VIP dan belum sadarkan diri juga.


Setelah Aku di kamar VIP, Bibi minta Mami untuk menjagaku disana dan Bibi mau pulang dulu untuk mengambil beberapa pakaianku dan memasak makanan untukku. Mami mengantar Bibi ke lobby dan memanggil taksi.


Saat berjalan ke Lobby, Mami bertanya sama Bibi.


" Bi, Itu kok mata Ranti bengkak iya ??? Apa karena pengaruh demam tinggi itu iya ??? " tanya Mami sedikit cemas.


" Itu karena Dia habis nangis, Nak. "


" Oalah .... Kasihan Dia. " jawab Mami sambil mengelus pundak Bibi yang berjalan bersamanya.


" Hati hati Bi. Nanti kabarin Saya kalau sudah sampai rumah iya Bi. " kata Mami saat Bibi sudah di dalam taksi itu.


" Iya iya Nak. Titip Non Ranti iya .... "


" Iya Bi. Pak hati hati iya. " kata Mami sama supirnya dan melambaikan tangan sama Bibi.


Tidak lama kemudian, Dokter yang tadi menanganiku langsung datang. Dia langsung cek segala tekanan darahku dan segala macam baru keluar lagi. Mami langsung membayar dan deposit untuk biaya RS ku selama disana karena kebetulan kartu yang Aku kasih ke Mami saat di RS tempat Adiknya Angel dirawat masih dipegang sama Dia.

__ADS_1


Aku tidak tahu bahwa Mami langsung memberi tahu RR bahwa Aku lagi dirawat. Hampir 5 jam kurang lebih Aku belum sadarkan diri, Dan tepat di jam Setengah 6 sore Aku membuka mataku dan melihat sekelilingku yang kosong dan hening.


Aku melihat Mami dan RR yang duduk disofa menungguku. Aku menatap langit langit kamar itu dengan tatapan kosong, Sesekali Aku melihat Mami dan RR yang menonton TV. Badanku masih terasa panas dan mataku masih bengkak. Aku kembali memejamkan mataku dan mengingat kejadian kenapa Aku bisa jadi disini sembari meneteskan airmataku.


Terluka dengan kehilangan Seseorang yang secara tiba tiba membuatku belum bisa menerima itu. Semakin Aku mengingatnya, Semakin terurai airmataku. Rasa sakit itu selalu membekas dihati.


Hatiku sakit. Sangat sakit.


Aku merindukan Mereka disampingku. Aku merindukan Mama Papa. Aku mengusap air mataku dan memejamkan mataku sampai tertidur pulas.


Satu jam kemudian setelah Aku tidur, Aku mendengar suara berisik dan membuka mataku perlahan. Aku melihat RR dan Bibi yang tertawa bersama. Aku senang melihat Dia bisa merangkul Bibi dan menyemangatinya. Tertawa senang dan bahagia terpancar diwajah Bibi. Mungkin Dia mengira atau RR memberi tahu Bibi bahwa Aku pacarnya atau temannya.


Aku hanya terdiam melihat Mereka bercanda dan tertawa bersama hingga Mami tidak sengaja melihatku sudah sadar dan pandangan kosong.


" Cin .... Kamu sudah sadar ??? .... " kata Mami dengan nada sedikit keras dan berlari kearah ranjangku karena ada sedikit spacenya dengan sofa.


" Non .... Syukurlah .... Bibi sangat khawatir sekali .... " cas Bibi sambil menggenggam tanganku.


" Bibi sangat mengkhawatirkanmu. " kata RR senyum sambil mengelus punggung Bibi.


Aku hanya tersenyum melihat Mereka.


" Kamu mau makan Non ??? Bibi udah masakin sup buat Kamu. " kata Bibi mengelus rambutku.

__ADS_1


" Aku gak lapar Bi. " jawabku pelan sambil menatapnya.


" Kamu belum makan loh dari siang .... " tambah Bibi.


" Nanti ajah iya Bi. " kataku mengangguk.


Tidak lama setelah Aku bangun, Dokter masuk dan memeriksaku. Dia memberiku suntikan lagi untuk menurunkan panasku karena masih belum turun.


" Jangan sakit atuh Cin ... Bibi sangat panik tadi... " kata Mami manyun.


" Bibi udah makan ???? " tanyaku.


" Udah Non .... Kamu makan iya, Bibi suapin ??? " kata Bibi mengharap Aku mengangguk.


Aku tetap menggelengkan kepalaku. Aku lagi gak nafsu makan apa apa.


" Iya udah iya udah gak apa apa. Nanti ajah kalau Kamu lapar. " tambah RR mengelus rambutku.


" Mataku perih. " kataku pelan.


" Tidak apa apa. Itu karena Kamu habis nangis makanya mata Kamu juga masih rada bengkak. Nanti juga pasti gak perih kok itu, Nanti bisa Kamu lap dengan tissue basah agar lebih enak. " kata Dokternya menjelaskan.


Aku hanya mengangguk.

__ADS_1


" Kamu jangan banyak pikiran dan jangan terlalu capek. Kamu drop kayak gini, Karena itu. Jaga kesehatan iya. "


" Makasih Dok. " jawab Mami karena Aku diam.


__ADS_2