
Aku dan RR tiduran dikasurnya sembari cerita cerita dan Dia memelukku. Aku pura pura tidur untuk menemaninya sembari menunggu jam 12.
" Tinggal malam ini sama besok Kita tidurnya bareng Yang .... Aku pasti kangen sama Kamu. " kata RR sembari mencium rambutku dan keningku.
" Nanti Aku pasti sering mampir ke hotel Kamu Yang ... " jawabku senyum sambil mengelus elus pipinya.
Dia menatapku dengan dalam dan '' Kamu belum siap menikah samaku Yang ??? Aku gak mau jauh sama Kamu. " katanya pelan dan tetap menatapku.
Bola matanya terlihat sangat tulus menatapku dan ingin bersamaku selamanya. Dia tidak mau kehilanganku.
" Jalanin dulu iya Yang .... Kalau memang jodoh gak akan kemana. " jawabku senyum lalu mendekatkan tubuhku di dadanya dan memeluknya.
Tempat ternyaman dan membuatku sangat tenang yaitu menyenderkan kepalaku di dadanya sembari memeluknya.
" Tolong jangan lama lama iya Yang .... Aku gak mau menunggu lama. Aku gak mau kehilangan Kamu. " gumamnya dengan menatap mataku.
Aku menganggukkan kepalaku dan memeluknya erat.
Aku melihat jam dinding sudah jam 10 malam tapi Mami sama Rein belum juga pulang.
" Mereka menyiapkan apasih sampai jam segini belum juga pulang ????" gumamku sambil menatap RR yang sudah memejamkan matanya.
Aku mengelus pipinya perlahan sambil menatapnya.
Aku mengambil ponselku pelan dan hendak keluar mau menelpon Mami dan Rein, Tapi RR tidak mau melepasku dari pelukannya hingga masih berada dalam pelukannya.
" Jangan tinggalin Aku, Yang ..... " katanya pelan.
" Aku ke toilet bentar Yang .... " kataku sambil melepas tangannya lalu mencium keningnya dan mengelus pipinya.
Aku berjalan pelan keluar kamar dan membawa ponselku.
Saat Aku hendak ke ruang tengah, Ternyata Mami sama Rein sudah datang. Aku langsung menghampiri Mereke ke depan.
__ADS_1
" Darimana ajah Kalian ??? Lama amat !!! " kataku.
" Eh Kak, Biasalah Kak jalan jalan nemanin Mami di Mall sembari Dia foto foto estetik katanya. Jadi Aku jadi fotographernya hari ini. Eh Abang udah tidur Kak ??? " tanya Rein sambil mengeluarkan beberapa paper bag.
" Oalah ... Udah. Kalian udah makan ???? " tanyaku.
" Udah Cin .... Tapi Aku pengen ngopi sembari nunggu jam 12 teng Cin .... Nanti kalau tidur bisa bablas .... " kata Mami.
" Iya Kita ngopi ajah yuk ..... Atau Kakak mau tidur ??? Nanti Kita bangunin. " kata Rein.
" Iya udah Kita ngopi. Sini Aku bantu bawain, Banyak bangat belanjaan Kalian ini.... " kataku sambil membawa beberapa paper bag.
" Iya Kak .... Aku ada sesuatu buat Kakak. " kata Rein menatapku sambil senyum.
" Apaan tuh ???? "
" Pasti Kamu suka Cin ...." jawab Mami mengedipkan matanya.
" Wah .... Aku jadi penasaran nih ... "
" Aku naroh cake ini di kulkas dulu iya, Sekalian bikini kopi. " kataku.
" Wait, Aku ikut. " jawab Mami.
Menunggu dua jam lagi untuk ulang tahun RR, Kami nongkrong sembari main kartu di ruang tamu tengah.
" Aku senang bangat tau Kak, Bisa kenal sama Kakak dan Mami. Terasa punya Keluarga bangat. " kata Rein sambil memegang kartunya.
" Aku juga Cin .... Senang juga bisa kenal Kalian yang belum pernah terpikirkan oleh Mami untuk bisa kenal Orang Luar. Berkat Ranti, Aku bisa kesini dan kenal Orang Orang baik seperti Kalian. " kata Mami.
Aku melihat wajah bahagia dan senang terpancar di wajah Rein. Aku memang tidak tahu banyak masa lalu hidupnya. Tapi Dia benar benar care sama Kami selama Kami disini.
Tidak pernah membuat Kami sakit hati atau apapun itu. Dia selalu berusaha untuk membuat Kami bahagia disini dan selalu membuat suatu momen momen kebersamaan bersama Kami.
__ADS_1
" Kita tinggal disini ajah sih Kak sama Mami. Nanti kan Kalian bisa sesekali ke Indo sama Abang .... " kata Rein manyun sembari melihatku.
" Re .... Re .... Tidak segampang yang Kamu pikirkan. " jawabku senyum sambil menjalankan kartuku.
" Dia kan punya banyak usaha dan properti yang harus dicek dan dipantau Cin .... " kata Mami.
" Kan bisa kayak Abang toh ..... "
" Gak segampang itu Re ..... Harus benar benar matang pemikiran untuk sampai kesitu. Karena bukan hanya sementara kan .... Kamu lah sering sering ke Indo, Nanti biar main kerumah. " kataku.
" Iya kan Kakak tau sendiri, Kalau Abang ke sana, Aku yang disini menghandle semuanya. Pengen juga ke rumah Kakak, Pasti disana seru deh .... "
" Iya sesekali pas liburan ajah Re .... " jawabku.
" Iya pasti Kamu akan selalu merindukan rumah Ranti kalau Ku udah kesana Cin .... Soalnya Masakan Bibinya enak bangat dan baaaik bangat. " kata Mami.
" Sama kan disini juga masakan Mba enak toh .... Sama ajah Mi. " jawabku.
" Bedalah Cin .... Pokoknya mantap Re, RR ajah pas kerumah Kamu langsung menyukai masakan Bibi kan walau Kamu waktu itu tidak menyukai Dia datang kerumahmu dan Kamu bersikap jutek bangat. Hahahaha .... Kalau Aku ingat itu, Aku jadi ketawa dan kasihan sama RR. " kata Mami sambil ketawa.
" Emang Abang udah pernah kerumah Kakak ??? "
" Udah Cin .... Tapi iyaa itu yang punya rumah tidak mengharapkannya. " cetus Mami senyum.
" Hahahaha .... Itu karena Aku memang gak suka Orang asing datang ke rumah dan dulu kan Dia hanya mengantarku doang. Aku sudah suruh pulang tapi tetap diam dan kekeh mau masuk. Hahaha ..... Geli juga iya kalau ingat .... " kataku sambil geleng geleng senyum.
" Itulah makanya RR sayang bangat sama Kamu Cin ..."
" Aku ajah sayang sama Kakak, Apalagi Abang ???? ... " tambah Rein.
" Eh udah jam 12 Kak .... "
Jangan lupa mampir di novel baruku juga iya semuanya .....🥰🥰
__ADS_1