
Setelah puas, Aku langsung membersihkan diri lagi dan langsung tidur. Kepuasaan itu Aku dapat selain dari para Pria yang menemaniku. Tidurku selalu pules setiap melampiaskannya.
Besok paginya, Aku merasa sangat fresh dan segar. Semangat baru setiap hari selalu Aku nantikan. Dan untuk masalah di hari itu biarlah berlalu di hari itu juga dan Aku tidak pernah membawanya ke hari hari selanjutnya.
Seperti biasa, Aku langsung pergi ngantor sementara para staffku langsung ke butik. Dikantor pekerjaan tidak terlalu banyak sehingga Aku bisa bersantai sedikit.
" Cin.... malam ini Kamu mau gak ??? ini ada Duda kaya yang menawar Kamu 150 juta. Mau gak ???? Mami juga mau main sama Brondong Mami, biar Kita menikmati malam ini. " isi pesan Mami.
" Duda kaya ???? Ada fotonya ??? nanti udah tuir lagi, belum main udah capek... hahaha ... "
" Tuh .... Gak lah, masih fresh kan ???? Masih Dua anak 1. Pejabat Coi .... "
Aku langsung melihat foto itu dan ternyat benar belum tuir. Aku memperhatikan foto itu dan ternyata Dia salah satu Petinggi di Kota ini.
" Baiklah .... Cus ... Aku juga udah pengen sih wkwkwk ..... Mari bercinta malam ini. "
__ADS_1
" Seph .... sampai ketemu nanti jam 8 Cin .... "
Jam jam rawan sudah mulai mendekat, Aku menyeduh segelas kopi di mejaku untuk menemaniku di sore ini.
Aku mengecek semua dokumen dan laporan laporan desain dari para staff. Beberapa Desain baru Aku coba buat untuk beberapa event yang akan datang.
" Astaga .... ini sudah jam 5 ternyata ... Mati Kita pulang .... " gerutuku dengan semangat.
Aku bersemangat untuk pulang hari ini karena malam ini akan bercumbu mesra. Aku langsung mandi dan membersihkan semua tubuhku. Aku memotong sedikit bulu di kemaluanku dan sedikit melakukan pijitan untuknya.
Memang kalau sudah sama Brondong, Dia pasti melupakanku. Dia pasti lagi dimabuk asmara. Aku langsung menghampiri Mereka yang lain menunggu di lobby.
Ternyata si Duda itu sudah bersama Mereka. Aku langsung turun dari mobil dan melihat Mereka yang sudah berdiri di luar mobil dan melihat ke arahku.
Aku senyum menghampirinya dan Aku menyapa kedua lelaki itu. Duda itu pun langsung senyum dan mempersilahkan untuk masuk. Tanpa banyak bertanya, Kami langsung masuk ke lift dan ternyata Mami sudah mengambil kartu akses untuk masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Di dalam lift, Aku menahan ketawaku saat melihat Mami yang berubah seratus delapan puluh derajat. Persis seperti Wanita, Tangannya di genggam Brondongnya dan Dia senyum senyum centil.
Astaagaaa... baru kali itu Aku melihat langsung Sepasang Homo yang akan memadu kasih. Mereka selalu bergandengan tangan sementara Aku sama Duda itu santai dan biasa saja.
Penampilan Duda itu juga tergolong cool tapi santai. Dia hanya memakai jeans pendek dan kaos serta dipadu dengan jacket. Sama seperti Aku. Aku tersenyum melirik ke Dia dan Dia mengedipkan matanya samaku. Kelihatan sekali memang Dia punya banyak uang, terlihat dari kulitnya yang bersih walau tidak putih.
Kita keluar lift dan masuk ke kamar masing masing. Mami main mata samaku saat hendak masuk ke dalam kamarnya. Aku sontak senyum senyum sambil geleng geleng melihat tingkahnya Dia.
Pintu kamar langsung Aku tutup dan berjalan menghampirinya ke dekat kasur.
Dia langsung mendekatiku dan memelukku serta mendekatkan tubuhnya ke arahku hingga kedua gunungku terhempit dan tertekan di dadanya.
Dia mencium leherku dan telingaku serta berbisik " Kamu wangi sekali... "
Aku langsung membalas pelukannya serta menatap wajahnya yamg tampan layaknya Duda keren. Aku mengecup mesra bibirnya hingga Dia membalasnya dengan *******. Ciumannya makin cepat hingga ke seluruh leherku. Aku sedikit mengeriang dan tanganku meraba dadanya serta melepas kaosnya.
__ADS_1
Suara desahannya sudah mulai terdengar saat Aku ******* ***** dadanya dan Kami masih dalam posisi berdiri.