Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 209


__ADS_3

Setelah habis tenaga akhirnya Dia memelukku tidur disampingnya sembari sesekali


mencium keningku.


" Maafkan Aku Yang …. " Bisiknya sembari melirikku yang memejamkan mataku di bahunya.


" Maafkan Aku yang tidak bisa seperti yang Kamu inginkan. Aku merasa bersalah bangat


sama Kamu tadi karena tidak melakukan apa apa dan hanya diam saja. Aku tiba tiba


mengingat kejadian itu Yang …. Yang tidak pernah Aku pikirkan tiba tiba muncul


dihadapanku membuatku syok dan hanya bisa diam. " Kata RR sambil menatap langit langit


kamarnya saat Aku membuka mataku perlahan.


Aku terdiam dan tidak menjawabnya.


" Maafin Aku Yang … Hmm ??? " Lirik RR sembari berputar menghadapku.


" Aku mau mandi dulu iya. " Kataku tanpa menjawab pertanyaan Dia tapi Aku senyum


melihat Dia walau mataku sudah berkaca kaca.


" Yang …. " Panggil RR tapi Aku tidak melihatnya dan terus berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Aku langsung menyalakan shower dan berdiri berdiam disana sembari menunduk.


Perlahan airmataku mengalir. Aku gemetaran karena takut akan terjadi sesuatu seperti yang


Aku pikirkan. Aku takut bahwa Aku menerima RR tidak seperti yang Aku pikirkan itu.


Aku takut hal yang tidak pernah Aku pikirkan bakal terjadi


setelah kemunculan Mantannya itu.


" Aisshh ….  Kok Aku mewek gini sih ?? … " Gumamku sambil memegang kepalaku.


Aku langsung cepat cepat mandi dan keluar dari sana dengan menggunakan handuk. Aku melihat RR tidak ada di kamar saat Aku keluar dari kamar mandi.


Aku langsung memakai pakaianku dan duduk di depan meja riasnya Dia yang dipenuhi minyak wanginya.


Tidak lama kemudian, RR datang dan ternyata Dia mandi di kamar Maminya. Dia sering juga tidur disana kalau Dia lagi jenuh, capek serta merindukan Mereka.


" Kamu udah selesai mandinya Yang ??? " Tanyanya sambil menghampiriku.


Aku mengangguk dan menyisir rambutku yang sudah setengah kering.


Dia lalu memelukku dari belakang dan mencium rambutku serta melihatku dati cermin sehingga Kami saling tatapan.


" Kamu nangis Yang ???? Maafin Aku iya.. Terima kasih iya sudah sangat menghargai Aku kemarin dan tidak menunjukkan raut wajah yang sakit hati. Maafin Aku iya, pasti Kamu sangat sakit hati melihat itu. "

__ADS_1


" Iya, Aku sakit hati. Kecewa sekali saat Kamu melihat Aku berada dibelakang Wanita itu tapi Kamu malah memilih diam apalagi saat Dia mencium Pipi Kamu. Aku melihat Rein yang menunjukkan wajah sedih dan kasihannya melihatku tapi Aku berusaha untuk tetap sabar, senyum dan seolah olah Aku tidak mengerti apa apa walau Aku marah dan sakit hati sekali. Tapi gak tau kenapa, Aku berpikir suatu saat nanti Kamu bakalan melakukan hal yang sama disaat seperti itu terjadi lagi. Kamu bahkan tidak akan memegang tanganku atau melindungiku. Kamu tau kan setiap Kamu mengutarakan isi hatimu dan perasaanmu samaku, Jawabanku selalu sama hingga Aku berusaha untuk menerima dan membuka hati serta melupakan masa lalu atau trauma yang Aku rasakan dulu. " Jawabku pelan sambil terbata bata karena menangis.


" Maafin Aku Yang …. Bukan bukan,Bukan seperti itu Yang …  Aku akan selalu ada disampingmu dan akan melindungi Kamu apapun yang terjadi. Maafin Aku karena emang kemarin itu Aku benar benar syok dan trauma. Dan itu tidak akan terulang lagi Yang …. Trust Me, I really really love You. Aku tulus sama Kamu. Tolong jangan nangis, Aku gak bisa melihat Kamu menangis. " Jawab RR dan langsung berada di depanku dan jongkok serta mengusap air mataku.


" Aku gak butuh harta yang Kamu punya. Aku gak butuh itu, Aku hanya butuh Kamu tulus dan ada disaat Aku dalam keadaan senang dan susah. Aku pun bakal melakukan hal yang sama kok. " jawabku dan air mataku makin tidak tertahan dan tumpah mengalir dengan sangat deras.


" Udah udah …. Aku benar benar minta maaf …. Tolong jangan marah dan beri Aku kesempatan untuk menunjukkan dan membuktikannya sama Kamu. Kemarin juga kan Kamu sudah lihat bahwa Aku sudah berkata tegas sama Dia. Aku bukannya menghiraukan Kamu tapi Aku benar benar syok disitu. Aku tahu kok perasaan Kamu dan Aku sangat mengerti itu Yang. Tolong Maafin Aku Yang …. " jawab RR sembari menggenggam kedua tanganku.


" Kalau Kamu sudah tidak merasakan apapun tentangku, tolong beri tahu Aku iya. Biar Aku tidak terlalu terluka. " Jawabku melihatnya sambil menahan airmataku.


" Gak gak …. Jangan ngomong seperti itu Yang …. Itu gak akan pernah terjadi. Aku akan mencintai Kamu dengan tulus sampai kapan pun. Kita akan tetap sama. Tolong jangan katakan itu…. " jawabnya sambil memelukku dan mengusap punggungku dengan mata berkaca kaca karena Aku mengatakan itu sama Dia.


" Aku takut suatu saat Kamu tidak ada disampingku. " Jawabku pelan.


" Jangan khawatir iya, Aku selalu ada buat Kamu. Maafin Aku iya. " Jawabnya masih mengelus punggungku dan Aku memeluknya dengan erat.


Bukannya Aku tidak dewasa atau apapun itu, tapi Aku benar benar takut untuk kehilangan lagi disaat Aku sudah membuka hatinya untuknya.


" Kamu percaya kan sama Aku ??? " Tatapnya sambil memegang pipiku dan Aku mengangguk pelan serta menatapnya.


" Mata Kamu bengkak noh, Jangan nangis lagi iya. Aku gak mau melihat Kamu menangis. " Jawabnya sambil mencium keningku.


Halo semuanya …


Maaf iya telat update soalnya HP othor hilang nih hikss 😭😭😭

__ADS_1


Bantu dukungannya buat othor biar makin semangat lagi iya ….


Terima kasih untuk semuanya 🥰


__ADS_2