
Paginya Aku berjalan dilobby menuju lantai 3 kantornya Agus karena hari ini ada meeting untuk beberapa desain pakaian yang akan diproduksi untuk batikku.
Aku berjalan sambil melihat HPku dan tiba tiba Papanya Agus datang menghampiriku.
" Pagi Ran .... " sapanya hingga Aku sedikit terkejut.
" Paaagi Pak .... " jawabku sedikit kager karena Aku lagi lihat medsosku trus tiba tiba Dia menghampiriku.
" Maaf maaf mengagetkamu. "
'' Oh gak apa apa Pak. Hehehe... Bapak gimana kabarnya ??? udah sehat Pak ???? " tanyaku sambil melihatnya.
" Udah ... Udah mulai baikan, Makanya datang kesini karena dirumah bosan. "
" Syukurlah Pak. " jawabku.
" Gimana Anak Saya itu ??? Ada jiwa kepemimpinannya gak Kamu lihat ???? "
" Oh Pak Agus ??? ada Pak dan semua Orang berbeda beda caranya untuk menunjukka kepemimpinannya. Hehehe .... "
" Tapi Aku khawatir akan kinerja Dia karena Dia waktu di Amerika hanya menghabiskan uang saja kerjanya. "
" Iya mungkin karena maaih kuliah Pak... jadi Dia hanya ingin menikmatinya tanpa ada beban pikiran pekerjaan. "
" Wah .... Pasti Orang Tuamu sangat bangga melihat prestasi dan kinerja Kamu iya .... Seandainya Agus seperti Kamu pintarnya, maka Saya tidak akan pusing tiap hari mikirin ini perusahaan. "
Aju hanya tersenyum mendengar perkataan Papanya Agus dan Kami pun masuk lift bersama sekretarisnya menuju ruang meeting.
Sesampai disana, Agus langaung menatapku dengan senyum sumringah karena Dia melihat Aku bersama Papanya memasuki ruangan itu.
Dia mengedipkan matanya ke arahku membuatku merasa risih akan hal itu.
Aku pun menyapa para yang hadir disana.
Tidak lama kemudian, meeting pun berlangsung dan selesai sesuai tepat waktu.
Agus langsung menghampiriku dan mengajakku makan siang bareng setelah meeting selesai. Aku menolaknya karena harus menginterview karyawan yang hadir hari ini.
Aku menolaknya dan memberi tahu bahwa Aku lagi ada urusan habis meeting ini.
Dengan wajahnya yang sedikit kecewa mempersilahkanku untuk pergi dan tanpa basa basi lagi, Aku langsung pergi meninggalkan gedung itu.
Semakin Agus mendekatiku rasanya makin besar rasa malas dan enegnya Aku melihat Dia. Dia seperti menunjukkan dan menganggarkan harta miliknya Dia saat berbicara samaku. Mungkin dipikiran Dia Aku hanya menolak Dia untuk sesaat karena masih baru kenal.
__ADS_1
Dia terlalu naif hingga mempunya pemikiran begitu dan malah makin membuatku tidak menyukainya seperti sikap yang ditunjukkannya samaku tadi saat meeting berlangsung.
Sampai di butuk, Aku sudah melihat Seorang Wanita menunggu di ruang tunggu dan tidak berlama lama, Aku langsung mengajaknya masuk keruang meeting yang masih tahap renovasi.
Aku mempersilahkan Dia memaparkan siapa dirinya dan apa pengalaman Dia bekerja di bidang retail karena Aku sudah melihat CV nya.
Aku sedikit menerima pendapat Dia " Selalu mengutamakan pekerjaan dan bertanggung jawab. "
Aku berpikir apakah Dia tidak mengutamakan keluarga ???? Aku tidak menanyakan itu tapi pikiranku langsun mengarah kesana dan Dia belum sesuai dengan yang Aku harapakan walaupun Dia mempunyai pengalaman kerja di beberapa perusahaan.
Setelah interview selesai dan Aku langsung masuk ke ruanganku. Saat kunyalakan komputerku, Telepon dari Mami masuk.
" Kenapa Mi ???? " kataku sambil mengeluarkan laptop dari tasku.
" Ciiinn ... Kamu lagi sibukkah ???? " katanya dengan suara pelan dan serak seperti habis nangis.
" Kamu kenapa Mi ??? kok suara Kamu beda ??? Aku lagi di butik nih habis meeting tadi. Kenapa ????
" Akuu lagi di rumah sakit Cin .... " jawabnya sambil sedikit menangis.
" Hah ???? Kenapa ??? Kok bisa ??? Mami sakit apa ??? " kataku sedikit panik.
" Aku habis kecelakaan Cin .... Tadi mau ke cafe, eh ada angkot yang ugal ugalan dari lawan arah. "
" Astaga... Trus Mami kenapa ??? Gak apa apa kan ???? "
" Mami dimana sekarang ???? "
" Di RS Cipto Cin .... "
" Oke oke Aku kesana sekarang iya. " kataku lalu menutup telepon dan bersiap kesana.
" Rat ... tolong nanti matiin komputer di ruanganku kalau Kalian mau pulang iya, Siapa tau nanti Aku gak keburu kesini lagi, Mami kecelakaan katanya. " kataku sambil keluar dari ruanganku dengan menenteng tasku.
" Oh iya Bu. Hati Hati Bu. "
" Iya iya. "
Aku langsung menuju RS yang lumayan jauh dari butik.
Sampai di depan RS, Aku langsung menelpon Mami dan menanyakan Dia di kamar berapa dan lantai berapa. Aku langsung kesana dan Aku lihat Dia sedang berbaring saat Aku masuk kesana.
" Astaga ... kok bisa sih sampai begini ??? " kataku sambil melihat kakinya yang luka.
__ADS_1
" Iya nih Cin .... Mimpi Apa Aku coba bisa sampai ditabrak begini. " katanya sambil sedih.
" Trus itu supir angkot gimana ???? " tanyaku sambil duduk diatas ranjangnya.
" Aku sih damai ajah Cin, kasihan Dia sudah separuh baya. Dan warga tadi hampir mukulin Dia. untung ajah ada disana satpam pas lewat, Jadi langsung diamanin. "
" Iya kasihan sih kasihan Mi. Tapi kalau udah masalah ugal ugalan udah gak bisa dibiarin. Ini menyangkut nyawa loh. " kataku sedikit geram karena Aku paling tidak bisa mendengar kecelakaan. Seketika darahku mendidih setiap mendengar yang namanya kecelakaan.
" Udah Cin .... Yang penting Aku kan masih bisa jalan dan tidak kenapa kenapa. Ini juga nanti akan sembuh kok. "
Aku menghela nafasku mendengar jawabnnya.
Setelah menerima resep dari Dokter, Akhirnya Dia bisa pulang. Aku langsung mengurus biaya administrasinya Mami dan Suster mendorong kursi toda ke lobby saat Aku mengambil mobil dari parkiran.
Motor Mami lagi di bengkel terdekat Dia kecelakaan.
Aku langsung mengantarnya ke apartemennya Dia dan menemaninya.
" Terima kasih iya Cin, udah ngebantu dan nemanin Aku. Aku binging tadi gak tau mau nelpon siapa lagi. " katanya dengan mata berkaca kaca saat Aku memapah Dia untuk duduk di sofa ruang tamunya Dia.
" Untung Kamu nelpon Aku kalau gak ngasih tau sama Aku mungkin Aku akan marah sama Kamu Udah gak usah pala berkaca kaca matamu itu.... " kataku sambil ketawa agar Dia tidak menangis.
" Aisssshhhh .... Hatiku remuk nih. " jawabnya sambil memegang dadanya dengan suara khasnya.
" Dasar Banci kalengan. Udah sakit masih ajah sempat sempatnya bercanda. " cetusku sambil melempar bantal.
" Arrrghhhh butuh berapa lama ini biar sembuh iya ??? Gak bisa enak enak lagi nih untuk sementara waktu. ''
" Kenapa gak bisa ???? tinggal panggil kesini ajah Mi. Tinggal minta di goyang dan Kamu menikmatinya saja dengan tenang. "
" Gak enak kalau hanya diam Cin.... Harus ikut peran juga baru terasa nikmatnya. kalau hanya kaku dan menerima setiap genjotannya mah gak ada istimewanya. "
" Astaga .... Langsung kemana mana iya kalau udah bicara soal itu. Udah deh, pikirin dulu gimana itu kaki biar cepat sembuh. Baru deh nanti mikirin yang lain. Mau di gencot kek mau di bolak balik kek, terserah Kamu yang penting sembuh dulu jangan nambah penyakit. "
" Tapi gimana kalau Aku gak tahan Cin ???? Kan itu sesuatu kebutuhan. wkwkwk ... "
" Iya udah panggil ajah kesini kan selesai. "
" Maunya sih. Tapi Aku belum pernah melakukan hal begituan bersama orang lain disini. Aku gak mau menikmati hal kayak gitu disini. Mending sewa satu kamar kecil daripada Aku harus melakukannya disini. " kata Mami.
" Wah .... Kok tumben Kmau pintar ??? "
" Sialan. Dimatamu mah Aku selalu bodoh Cin ... Aku mah apa atuh.... "
__ADS_1
" Aku lapar nih ... ada makanan gak di kulkasmu ini ??? " kataku sambil membukanya.
" Buah doang disitu Cin sama minuman dingin. Kita order ajah yuk. Aku juga lapar nih. "