Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 26


__ADS_3

Seperti biasa, Aku langsung natar Mami pulang dan tidak banyak bicara karena masih kurang puas atas apa yang terjadi.


Sampai dirumah, ternyata Bibi dan Dua pegawaiku lagi nungguin Aku untuk ijin pamit mau keluar untuk jalan - jalan.


" Astaagaaaa .... kenapa gak chat Aku ??? " tanyaku sedikit bingung menatap Mereka bertiga.


" Udah Bu. "


" Hah ??? masa ??? " Aku langsung ngecek HP dan senyum cengar cengir.


" Astaga maaf iya.... Aku gak baca. Iya udah gak apa - apa jalan ajah. Mau kemana Kalian jalan - jalan ???? "


" Mau ke mall, Bu. Biasa kan baru gajian jadi mau beli baju dulu sekalian Bibi mau Kami ajak nonton. " katanya.


" Ohhh .... " jawabku senyum dan langsung ambil HP dan mentransfer 2 juta untuk makan Mereka.


" Aku ada transfer 2 juta untuk makan Kalian iya. Coba cek Rat ... " kataku sambil menunjukkan bukti transfer di HPku.


" Astaga gak usah Bu. "


" Iya gak usah Bu."


" Gak apa - apa biar Kalian makan enak nanti disana serta beli minum buat nonton. Ingat, Uangnya jangan dihabisin. Ditabung iya. " kataku menatap Mereka.


" Iya Bu. Makasih iya."


" Iya. iya udah Kalian jalan ajah. Aku dirumah kok. " jawabku senyum.


Mereka pun langsung pergi dan Aku menutup pintu dan langsung naik ke atas.


Aku langsung meletakkan tasku di atas meja riasku dan segera ke kamar mandi untuk menyiapkan air di bath up. Aku lelah. Aku ingin berendam dan menghilangkan penat dulu.

__ADS_1


Aku langsung mengisi bath up itu dengan air hamgat dan menuangkan sabun berendam.


Aku langsung turun dan membuka kulkas serta mengambil minuman ber alkohol yang masih tersisa.


Langsung kubawa keatas beserta satu cangkir menuju kamar mandi. Tidak menunggu lama, Aku melepaskan pakaianku dan melangkah ke dalam bath up itu dengan memegang cangkir yang berisi anggur merah.


Aku langsung merilekskan badanku serta memejamkan mataku sekejap menikmati hangatnya air itu.


Perlahan Aku membayangkan serta merindukan Pria pertama yang bersamaku itu. Aku memikirkannya dan selalu tergiang - ngiang di pikiranku senyumnya dan gayanya.


Sosoknya yang penuh wibawa membuatku hanyut memikirkannya.


Aku meneguk anggur itu perlahan serta menayap badanku yang tertutupi busa. Aku tersenyum geli atas apa yang terjadi semalam.


Sungguh diluar nalar bahwa Dia harus menyerah dengan keadaan begitu. Tubuhnya yang kekar membuatku tersenyum geli seakan tidak percaya bahwa hanya segitu saja kemampuannya malam itu.


" Aku merindukannya. Rindu elusan hangat dan manjanya. Rindu kecupannya yang lembut. Rindu dirinya, Sungguh Rindu semua yang ada pada tubuhnya. "


" Tanggung bangat !! Aku gak bisa serasa masih di ubun - ubun. Aku melakukan itu karena hanya ingin kepuasan tapi malah berakhir belum juga sampai pertengahan sudah game over. Aarrrggghhh .... Aku harus gimana ???? bertemu yang baru juga masih belum mood ...." gumamku sambil meneguk anggur itu lagi.


Itu makanya Aku tidak mau menjalin hubungan. Baru saja terjadi bahwa Pria itu mendapat panggilan telepon dari Orang rumahnya makanya Dia panik tidak karuan.


Tapi kenapa Dia mencari Orang luar kalau punya istri ???? Toh juga sama bentuk dan warnanya. Apa yang mau diinginkan Dia ??? Bermain saja langsung KO!! Masa segitu saja sudah merasakan kepuasan ??? Kenapa Dia tidak minta ke Istrinya kalau hanya segitu saja ???? Sayang bangat uangnya terbuang begitu saja tanpa dinikmati.


Apa Dia hanya ingin tahu beda dan rasa antara Istrinya dan yang lain ???? Lalu kenapa bukan mencari tarif yang murah saja kalau hanya ingin tahu dan kalau Dia tahu bahwa Dia tidak bisa bermain lama ????


Aneh!!!!!!!


Hampir setengah jam Aku berendam untuk menetralkan pikiran dan kondisi tubuh. Aku langsung keluar dan menarik handuk yang ada disampingku.


Aku langsung keluar dari kamar mandi dan mengambil HP di tas. Panggilan dari Nay sudah 10 tidak terjawab. Aku langsung menelponnya.

__ADS_1


" Kenapa Nay ??? "


" Kamu kemana ajah woe ??? ditelpon sok sibuk bangat dah ah .... kayak pejabat eselon 10 ajah hahaha .... "


" Aku habis berendam. Kepalaku pusing bangat. "


" Kamu sakit ??? Mau dibawain Anggur Merah gak ??? " katanya sambil tertawa.


" Dasar Kamu .... Ini Aku lagi minum sambil menikmati berendam makanya telepon Kamu gak Aku dengar. "


" Pantasan ..... Adih Aku jadi pengen berendam deh di bath up impianku bersama Doi. " Kata Nay sambil membayangkannya.


" Otak Kamu iya .... "


" Lah kenapa ??? gak salah toh .... Terus Aku duduk diatas pahanya Dia, Wah .... indah.... " jeritnya dari sebelah.


" Hahahaha .... Nikmat iya. Sesekali boleh dong gaya seperti itu yang Kamu lakukan saat bekerja. " pancingku karena Aku belum memberi tahu bahwa Aku juga sudah melakukan seperti yang Dia lakukan.


" Belum oernah Aku ketemu dan nginap di hotel yang ada bath up nya Saiii.. Kalau gak wahh sudah tak lakuin hal seperti itu. Pasti enak toh ..... "


" Enak, Enak. "


" Sok tahu Kamu. Belum juga menikmati udah bilang enak! "


" Lah kalau Aku bilang udah juga pasti Kamu ngakak tertawa. " jawabku sambil mengelus leherku.


" Iyalah. Sejarahnya Kapan Kamu melakukan itu dan sama siapa ???? Cowok ajah Kamu jutekin, bagaimana bisa tiba - tiba Kamu sudah menikmati itu. "


" Hahaha .... eh Besok jalan yuk kemana kek... bosan nih di rumah. "


" Hayuk .... kebetulan besok Aku libur. ''

__ADS_1


__ADS_2