
Beberapa bulan berlalu, Tiba tiba Aku dikagetkan sama RR yang berada tepat didepan mataku saat Aku lagi nongkrong sama Mami.
Aku benar benar syok saat Dia berdiri di depanku. Hampir saja Aku menangis melihatnya yang begitu menebarkan senyum indahnya di depanku.
Aku sontak tanpa berpikir panjang langsung berdiri dan memeluknya erat. Diapun langsung membalas pelukanku sambil mengelus kepalaku.
Mami yang melihatnya ikut bahagia karena suprisenya Dia berhasil. Ternyata Mereka sudah saling komunikasi di belakangku.
Aku memeluknya erat dan terasa tenang dan damai sekali berada dipelukan Dia. Cukup lama Aku baru melepaskan pelukanku.
" I Miss You so Much.... " katanya sambil mengecup keningku lembut.
Aku tidak menjawabnya tapi memeluknya dan menyenderkan wajahku di dada kekarnya itu sehingga Aku bisa mendengar suara detak jantungnya.
Mami dan RR saling tatapan dan Mami mengangguk senyum karena Dia tahu bahwa Aku merindukannya.
" Kalian sudah makan belum Sayang ???? makan dulu yuk, Aku lapar. " katanya masih sambil mengelus pundakku.
Aku langsung mengangguk sembari menatap wajah tampannya itu. Kami keluar dari tempat tongkrongan itu menuju restoran. RR mengulurkan tangannya, Aku menyuguhkan senyuman manisku sambil menerima uluran tangannya.
Uluran tangannya itulah yang membuatku selama ini melihat ketulusan yang Dia berikan.
Aku menyenderkan kepalaku dibahunya selama di perjalanan layaknya sepasang kekasih. Rasa nyaman dan Dia berikan belum pernah Aku dapat dari Pria manapun yang bersamaku.
Senyum sumringah dan bahagia terlihat jelas diwajahnya saat bersamaku. Dia melajukan mobilnya dengan cepat sementara Mami hanya main HP di belakang layaknya seperti penjaga nyamuk.
" Aman Mi ???? " tanyaku sambil meliriknya kebelakang.
__ADS_1
" Aman Sayang aman.... " jawabnya sambil ketawa.
" Bagaimana bisa Kalian merencanakan ini ??? " tanyaku sambil menatap Mereka berdua.
" Mami mah sudah paling ampuh dalam hal beginian Cin ..... "
" Berarti yang pas Mami kirim foto Kalian kemarin itu, Kalian sudah merencanakannya mulai hari itu ???? ''
" Udah lah Cin, Kamu tidak tahu itu. Hubungan Kami jauh lebih hangat dibanding Kamu. "
" Pret. " jawabku.
" Lah kok pret ???? Aku tanya dulu Kalian chat an berapa kali sehari ???? "
" Paling hanya 2 kali seminggu. Itupun sudah sangat sangat terbilang banyak loh. " kata RR sambil melihat Mami dari kaca.
" Iyap. '' jawabnya singkat.
" Waow ..... Kalian sungguh luar biasa. " jawabku dengan biasa saja membuat Mami sama RR saling menatap dan mengerutkan kening.
Aku melirik RR dengan wajahnya yang bingung. Aku berpikir bahwa setelah Mereka berdua mengatakan hal itu, Mungkin dikiranya Aku cemburu atau apa.
Aku tersenyum.
" Kok Kamu senyum Sayang ???? " tanya RR sambil memegang tanganku.
" Oh .... tidak apa apa. Kita makan dimana ???? " tanyaku.
__ADS_1
" Dilesehan kemarin ajah Cin. Tapi mau gak Dia ???? " kata Mami.
" Mau lah. kalau gak mau suruh ajah Dia pulang. Iya gak ???? " tanyaku sambil melihat Dia.
" Mau. Makan apa ajah. Di mana ???? "
" Aishhhh Kamu kejam sekali Cin. "
" Baru tau ????? Nanti tinggal lurus ajah kedepan trus nanti Kita ambil arah kiri. "
" Oke oke Sayang."
Tidak lama kemudian, Kami sampai di Tempat makan lesehan itu dan Kami langsung memesan beberapa menu.
" Wah rame sekali.... " kata RR saat Kami mau masuk.
" Iya Cin .... Makanan disini enak enak. Delicious bangat pokoknya. Kamu harus mencobanya dan bakal ketagihan nanti. "
RR mengangguk dan mengikutiku masuk kedalam. Aku sengaja mengambil tempat duduk di bawah Kipas karena kemungkinan Dia tidak tahan panas. Jadi buat jaga jaga.
Kasihan juga Anak Orang kalau harus mengalami kepanasan demi makan kesukaan Kita berdua.
" Wangi sekali..... " katanya.
" Iya. Makanannya juga tidak kalah enak sama yang direstoran restoran itu. Coba deh setelah Kamu makan, Kamu kasih nilai dan perbandingan berapa dibanding makanan yang pernah Kamu makan di restoran. "
" Baiklah. Aku sudah tidak sabar nih mau menikmatinya. Aromanya saja sudah sangat enak, Pasti lebih enak saat di makan nanti. "
__ADS_1
" Iyap betul. " kata Mami.