
Aku langaung melepas semua pakaianku dan menggantungkannya di dekat wastafel yang tersedia. Aku langsung duduk di atas toilet itu dan mulai menyemprot nyemprot manja.
Aku sampai ternganga menikmatinya. Sesekali Aku menggertakkan pinggulku. Karena masih sedikit kurang puas, Aku langsung duduk dibawah dilantai kar mandi itu dan melakukan hal yang sama lagi. Kurentangkan kakiku dengan cepat lalu melakukan semprotan lagi. Aku mendesah menikmatinya. Sesekali Aku menganggakat pinggul dan bokongku karena terlalu menikmatinya.
Aku nyalakan juga shower sehingga makin memberi suasana yang mendukung. Aku makin memain mainka semprotan itu dengan sedikit dan banyak airnya sehingga Aku makin mengerang keenakan menikmatinya.
Aku melihat sekeliling kamar mandi itu apa ada benda yang cocok untuk dimainkan. Dan sontak mataku tertuju pada botol sampo yang ada disana.
Aku langsung mengambilnya dan mengeluarkan sesikit isinya dan mengusapnya ke daerah itu sehingga sudah berbusa. Aku sedikit membuka kakiku dan melebarkannya. Aku gunakan botol itu untuk menggosok gosokkannya naik turun naik turun berulang kali.
Lumayan lama memang untuk mendapat titik nikmat tapi aku tetap berusaha lebih keras hingga akhirnya sampai juga di titik itu walau tidak seenak semprotan itu. Aku mengerang menggigit bibirku takut Mami mendengar desahanki itu.
Lumayan lama menikmati itu, Aku lansung menyudahinya takut Mami menunggu lama dan karena milikku sudah sedikit nyut nyutan juga karena pengaruh gosokan gosokan itu mungkin.
Aku keluar mengenakan handuk saja hingga Mami melihatku tapi Dia tidak meraskan apa apa saat melihatku.
__ADS_1
" Ternyata begini iya bencong, tidak merasakan apapun saat melihat Wanita hanya memakai hamduk. " gumamku.
" Mami gak mandi ???? " tanyaku.
" Gak ah .... nanti saja habis Kita keluar. Eh diluar bagus bangat Cin ... " jawabnya.
" Iya udah Aku siap siap dulu iya. " jawabku lalu masuk ke kamar untuk bersiap.
Setelah aku selesai, Kami langsung turun kelobby dan supirnya sudah stand by disana. Aku minta diantarin ke kuliner malam yang di dekat hotel saja. Besok ajah jalan jalannya biar malam ini bisa istirahat dulu karena capek juga diperjalanan tadi.
Kira kira memempuh jarak 30 menitan dari hotel, Akhirnya Kami sampai di tempat kulineran malam. Wah benar benar rame bangat dan banyak bangat yang jualan. Aku ajak Bapak supir nya untuk ikut menemani Kami keliling keliling juga serta makan bersama Kami.
Kami mencoba beberapa makanan dan minuman yang ada disana. Dari satu tempat berpindah ke tempat lain. Begitu juga seterusnya sampai Supir itu juga geleng geleng sama Kami. Terkadang Kami mengabadikan moment moment itu dengan berselfi berfoto ria.
Hingga Kami melihat paling pojok tempat jualan dan reme bangat. Kami penasaran dan menghampirinya dan ternyata itu capung yang di goreng. Aku melihatnya sontak pengen muntah dan melihat semua yang duduk disekitar situ lagi menikmatinya.
__ADS_1
Aku lansgung menarik tangan Mami untuk mundur dan Mami sontak laget melihat reaksiku dan wajahku yang merah serta pucat.
" Kenapa ???? "
Aku tidak menjawab dan memegang dadaku berbalik badan dan Mami langsung melihat itu bahwa ternyata capung goreng. Mami sontak ketawa melihatku yang pengen muntah karena itu.
" Iya ellllaaaaa .... Kemarin sok sok pengen ngasih Aku makan jangkrik ... Eh tau tau nya Kamu yang cupu, ngeliat capung di goreng ajah pengen muntah. Biasa ajah kali.! " sindir Mami sambil ketawa.
Aku langsung duduk dan memesan minuman karena perutku sangat mual.
" Astagaaa .... " kataku sambil memegang dadaku.
" Itu sudah hal biasa disini Miss .... Disana gak ada yang jual kayak gitu iya ???? " kata Supir itu sedikit menahan ketawanya.
" Iya benar. Padahal Aku sudah beberapa kali kesini, tapi tetap saja masih pengen muntah melihat itu. Aisshhh memalukan sekali Aku. " kataku sambil melirik Mami yang ketawa melihatku.
__ADS_1
" Cari durian ajah yuk .... Enak bangat itu. " kataku.
" Yuk .... "