Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 280


__ADS_3

Aku mengurung diri di kamar dan menangis. Aku benar benar tidak menyangka bahwa Orang yang Aku cintai bisa mengatakan hal seperti itu samaku.


Aku langsung memblokir semua yang berhubungan dengannya. Aku duduk diam,.menangis di atas kasurku.


" Seharusnya, Aku tidak pernah menerimanya dalam hidupku. Aku benar benar bodoh !!!! " kataku bicara sendiri.


Seperti petir yang menyambar tubuhku seperti itulah sakitnya hatiku saat ini.


******


" Mami, Ranti benar benar marah. " kata RR ngadu menelpon Mami.


" Hahahaha .... Berhasil dong Cin ??? "


" Berhasil sih berhasil Mi, Tapi Dia emang benaran marah dan Aku juga ngomongnya asal ajah tadi. "


" Biarin ajah. Biar Dia marah dulu, Nanti sisanya Mami yang urus. Kamu tenang ajah Cin, Berarti besok Kita bisa beraksi tanpa sembunyi sembunyi. "

__ADS_1


" Aku merasa bersalah bangat Mi. "


" Udah deh, Mami tau Kamu tulus dan tidak mau melihatnya marah. Tapi untuk kali ini gak apa apa. Kamu selo ajah Cin .... "


" Oke oke Mi. Pokoknya Aku serahin ke Mami ya, Aku mau nelpon Dia dulu. "


" Iya iya. "


*******


Keesokan harinya, Ponsel pribadiku Aku matikan dan hanya ponsel kerjaan yang sengaja Aku aktifin. Mami yang pulang malam juga mengetuk pintu kamarku berkali kali tapi Aku tidak menjawabnya sehingga Dia tidur di kamar sebelah.


" Pagi Cin ..... semalam Kau ngetok kamar Kamu tapi Kamu gak nyahut nyahut !!! " gerutu Mami dan duduk disampingku.


" Aku kecapean Mi. " jawabku.


" Oh.... " kata Mami mengangguk.

__ADS_1


" Eh Cin .... Em, Maaf nih kalau mengurusi kehidupan Pribadi Kamu, Kalian lagi ada masalahkah ??? Diomongin baik baik atuh Cin .... Kalau lagi berantam atau apa mah itu hal biasa, Jangan sampai ada kata putus atau apa. Harus cari solusi dan jalan keluar dan terlebih harus meredam emosi dan amarah masing masing. Maaf ya, Mami bukannya sok menasehati tapi karena Kamu sudah Mami anggap seperti Keluarga sendiri, Cin. Makanya Mami gak mau hubungan kalian renggang hanya karena emosi sesaat. Kemarin RR menelpon Mami bahwa Ponsel Kamu katanya gak aktif dan Kamu blokir Dia. Dia sebenarnya mau kesini langsung dan minta maaf sama Kamu, Tapi karena Kamu masih emosi makanya Dia menunggu Kamu lebih adem dulu hatinya. Pesan Mami jangan sampai Kamu menyesal nantinya Cin .... Mami sayang bangat sama Kamu. RR, Orang baik. " kata Mami sambil menyeduh kopinya dan Aku hanya terdiam.


" Oh ya, Mungkin besok Dia harus keluar kota dan kemungkinan besar, Dia dari sana langsung balik ke Negaranya. Jangan sampai Kamu nanti menangis menyesalinya. Saat Kamu merindukannya gak bisa langsung berlari seperti dari sini ke Butik !!! " kata Mami melirikku sambil mengaduk kopinya.


Aku diam saja dan menikmati sarapanku yang sudah hampir habis itu.


" Aku juga bingung, Mi. Apa Aku yang terlalu berharap bangat sama Dia tau gimana, Aku juga gak tau. Aku butuh waktu untuk memikirkannya. Oh ya, Hari ini Aku ada meeting dengan klien yang ambil barang dari Butik, Hari ini Mami ada rencana gak ???? " kataku sambil bangkit berdiri menyimpan piringku.


" Mami sih rencananya mau di Butik ajah Cin, Palingan nanti keluar kalau lagi bosan. " jawab Mami.


" Oke deh. Aku jalan dulu ya Mi ..... " kataku sambil menenteng tas ku melambaikan tangan ke Mami.


" Baik Cin. Malam nanti Kita makan makan ya ???? " teriak Mami.


" Woke. " jawabku simpel.


******

__ADS_1


Mami langsung mengirim pesan ke RR setelah Dia sama Bibi saling mengedipkan mata bersama.


" Misi berhasil ....... "


__ADS_2