Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 243


__ADS_3

Paginya walau Aku bilang ke Mami untuk bangun siang, Aku tetap bangun pagi jam 6. Mungkin karena sudah terbiasa.


Seperti biasa, Aku langsung turun setelah mencuci muka, memakai pakaian sport dan langsung untuk olahraga. Beberapa minggu belakangan ini, Aku sangat jarang olahraga.


Aku meninggalkan Mami dan RR masih pules tidur dan tidak mau membangunkannya.


Aku langsung mulai olahraga di taman depan sambil mendengarkan musik dari airphone.


Aku minum dulu ke dapur sebelum ke taman dan melihat Bibi sudah memasak.


" Hmm... Wanginya .... " kataku sambil menuang air putih ke gelas.


" Eh, Non .... Kamu udah bangun ... " kata Bibi.


" Udah Bi. Mau olahraga dulu bentar... " kataku.


" Emang lutut Kamu sudah bisa ??? Gak sakit lagi ??? " tanya Bibi khawatir.


" Masih sih Bi. Tapi gak terlalu sakit lagi, Hehehe .... "


" Jangan dipaksain Non .... "


" Iya Bi. " jawabku sambil jalan ke taman depan membawa gelas berisi air putih.


Seperti biasa, Aku langsung olahraga tipis hingga berkeringat. Aku tidak terlalu melakukan yang berat berat berhubung karena lututku masih sedikit sakit jadi yang simpel simpel saja yang penting mengeluarkan keringat.


Hampir satu jam, Aku baru selesai Olahraga dan Aku istirahat sebentar di kursi depan. Tidak lupa Bibi mengantar minuman dan dan satu potong bolu hasil buatan Bibi.


" Mami sama RR belum bangun iya Mi ??? " tanyaku.


" Kayaknya belum Non, Belum ada turun. "


" Oh, Oke deh Bi. "


" Iya udah Bibi masuk dulu iya Non.... "


" Iya iya. "


Aku langsung membuka ponselku dan mengirim pesan sama Agus untuk mengabari kalau nanti sekitar jam 11 an Aku datang ke RS jenguk Papanya.


Aku sengaja mengabari karena takut nanti Dia tidak ada disana dan Aku juga udah janji bakal nelpon dulu sebelum berkunjung kesana.


Aku langsung masuk dan melihat Juwita dan yang lainnya lagi makan di meja makan karena berhubung sudah jam 7 lewat dan Mereka harus segera ke Butik.


" Ju, Nanti semua invoice selama Aku tidak ada di Butik, Tolong taruh di mejaku iya .... " kataku.


" Iya Bu. "


" Saat barang datang, Langsung input stok kan di laporan dan sistem ??? " tanyaku sambil melihat Mereka yang lagi makan.

__ADS_1


" Iya Bu. Tapi kemarin ada barang yang kurang saat kurir dari Pabrik Andlez antar barang, Dan sudah langsung Saya info ke bagian pengirimannya Bu. "


" Oh oke oke .... Trus kapan katanya mau dikirim lagi ???? Berapa kurangnya ??? "


" Infonya sih hari ini Bu. Ada 50 pcs Bu. Karena kemarin ketinggalan katanya saat masukin barang ke mobil. "


" Oh ... Nanti tolong follow up lagi iya, Jangn sampe lupa. "


" Baik Bu. "


Aku langsung naik keatas dan membawa segelas air hangat. Aku melihat Mereka berdua masih tertidur pules di kasur.


Berhubung karena Aku sudah berkeringat, Jadi Aku langsung mandi dulu. Setelah selesai mandi, Aku keluar dari kamar mandi dan melihat ponselnya RR bunyi.


Aku melihat Dia masih belum bangun dan mungkin tidak mendengarnya. Jadi Aku membiarkannya saja. Tapi panggilan di ponselnya masuk lagi hingga Aku melihat ponselnya dan ternyata Rein yang menelpon.


" Halo Re .... " kataku saat mengangkat panggilannya.


" Halo Kak .... Abang mana Kak ??? "


" Masih tidur. Kenapa Re ??? " tanyaku.


" Boleh tolong bangunin dulu gak bentar Kak ??? Soalnya dokumen yang diemail semalam ada satu lagi yang belum di tanda tangani. "


" Oh .... Bentar iya .... "


" Sayang .... Hei .... Bangun, Rein nelpon nih ... " kataku membangunkannya.


" Rein nelpon Sayang .... " jawabku dan memberikan ponselnya.


Dia menggaruk kepalanya dan mengangkatnya.


Dia langsung membuka matanya lebar lebar saat Rein memberi tahu bahwa ada satu dokumen lagi yang belum di ttd sama Dia.


" Iya iya. Bentar Aku tanda tangan dulu. " jawabnya sambil memegang kepalanya dan mematikan teleponnya.


Mami juga jadi ikutan bangun dan melihat jam masih pagi. Dia langsung beranjak dari kasur dan mengambil ponselnya.


" Aku mandi dulu iya di kamar sebelah. " katanya sambil berjalan pelan karena masih ngantuk.


" Iya iya Mi. Jangan buru buru, Kita keluar jam 11 an saja. " kataku.


" Oke ... " jawabnya sambil menutup pintu kamar.


Sementara RR langsung membuka laptopnya dan membuka dokumen yang Dia kerjakan semalam dan mengecek bagian mana yang belum Dia ttd.


" Udah Aku email lagi tuh, Cek dulu iya ..... " katanya setelah menandatangani yang belum sesuai info dari Rein.


" Oke Bang ... " jawab Rein.

__ADS_1


" Hhmm .... "


Dia langsung meletakkan ponselnya di meja dan berjalan ke kasur lalu tidur lagi. Dia langsung tidur di pahaku karena Aku duduk di atas kasur karena saat membangunkan Dia, Aku duduk disana.


" Aku masih ngantuk ... " katanya pelan sambil memelukku.


" Awas, Kepalamu jangan sampe kena lututku !!! " kataku mengingatkan dan mengelus kepalanya.


" Iya Sayang .... Kamu udah mandi ??? Wangi bangat sih .... "


" Udah tadi habis olahraga makanya langsung mandi. "


" Kamu bilang mau bangun siang !!! "


" Maunya sih gitu, Tapi tetap ajah bangunnya pagi. Tiduran di bantal ih, pegal juga lama lama .... " kataku mencubit pipinya yang putih bersih itu.


Dia langsung membuka matanya dan memindahkan kepalanya ke bantal yang disampingku.


Aku hendak menyalakan tv dan mengambil remote ke meja tapi tangan RR menahanku sehingga Aku tidak bisa pergi.


" Kenapa ??? Awas dulu Yang, Aku mau nyalain tv. " kataku baru Dia melepasku.


Aku langsung menyalakannya dan duduk diatas kasur sembari bersandar. Dengan sigap Dia memelukku hingga Aku merasa ngap dan memukul pundaknya.


" Aish ..... Awas ih ... Ngap Akunya Sayang ... " kataku mendorong tubuhnya.


Bukannya dilepas tapi Dia makin memelukku hingga Aku menggigit telinganya membuat Dia menjerit dan melepas pelukannya.


" Aduhhh .... Sakit Sayang ..... Wah Kamu benar benar deh !!!! " katanya memegang telinganya dan melihatku kesal.


Aku senyum melihatnya kesal dan langsung menarik hidungnya lalu mengecup bibirnya yang sedikit terbuka.


RR langsung senyum dan menarikku ke atasnya hingga Dia melingkarkan kedua tangannya dileherku.


" Opsss ..... Aku gak mau. Jangan disini. " kataku sambil meletakkan jariku di bibirnya.


" Aish.... Kamu yang menggodaku duluan .... " katanya sedikit kesal.


" Aku hanya mencium Kamu. Kan itu gak apa apa, Kamunya ajah yang terlalu nafsuan ... " bisikku ditelinganya hingga Dia memelukku erat.


" Iya udah. Aku mau isi daya dulu. Tapi nanti malam boleh iya Sayang, Kita ke Hotel bentar ... Aku udah pengen bangat .... " kata RR dengan memelukku erat.


" Seberapa pengenya Kamu ??? " godaku.


" Pengen bangat Sayang .... Udah di ubun ubun ini .... Aku mau bermain beberapa robde nanti. Menggantikan hari ini. Habisnya Kamu memancingku sih .... " katanya mencium leherku.


" Hahaha .... iya iya .... terserah Kamu deh. Sepuasnya .... Asal Kamu tahan ajah bermain berberapa ronde. " kataku mengelus pipi hingga bibirnya membuat Dia memejamkan matanya dan menahan hasratnya.


Aku memainkan tanganku dari wajahnya hingga ke dadanya membuat Dia meringis manahan hasrat birahinya.

__ADS_1


" Ssssssaaa yaaaannng .... " gerutunya mendesah saat Aku memainkan tanganku di dadanya.


__ADS_2