
Akhirnya yang ditunggu tunggu pun akan tiba. Beberapa jam lagi Kami akan mendarat dan sampai ditujuan. Aku masih ngantuk dan kulanjut tidurku.
Tidak tau kenapa tiba tiba Aku mimpi sama Pria pertamaku itu sebut saja Dia RR. Dia menatapku dengan penuh amarah dan kebencian sehingga Aku binging melihat sikapnya itu yang tiba tiba berubah.
Aku berusaha mendekatinya tapi Dia malah pergi menjauh dan semakin menjauh dan Mami membangunkanku.
Aku sontak kaget melihat muka Mami persis di depan mukaku.
Dia menatapku dengan mata lebar sehingga Aku menonjok kepalanya dengan kepalaku.
" Aishhh .... Sakit Cin .... Aooo ... " rintihnya memegang keningnya.
" Kamu bikin kaget ajah. Untung Aku gak jantungan kalau gak ???? Wah Mami bisa di penjara. "
" Lagian Kamu tidurnya pules bangat. Di colek gak bangun bangun. " jawab Mami.
" Iya. Aku ngantuk bangat Mi. Udah mau Landing ??? "
" Udah. Makanya tak bangunin Kamu."
" Oh ...." Aku langsung membuka kaca jendela dan melihat awan yang sangat terang dan langit biru.
" Nanti Kita kerumah ajah dulu iya Mi. Nanti Aku antar Kamu pulang sembari mencari mangsa. " bisikku.
" Oke. " jawab Mami mengedipkan matanya dengan manja.
" Pengen di belai sebelum bertempur lagi besok. " kataku sembari memikirkan RR.
" Iyap. Betuk itu. Biar makin semangat Cin ... Jadi biar keluar dulu keringat Kita selama di perjalanan ini. "
Aku pun tertawa kecil melihat Mami.
__ADS_1
" Benar kan ??? Kok Kamu ketawa sih ??? Jujur ajah Aku udah pengen di sodok sodok manja nih .... Jadi kangen Brondongku yang di Bangkok. " cetusnya.
" Mantap iya goyangannya ??? "
" Bukan mantap lagi Cin .... Endulita manjalita pokoknya. Dia memainkannya dengan sangat mantap dan hot. Aku sampai beberapa kali berada dititik kenikmatan dan mengerang serta makin menikmatinya. "
" Eh btw, Dia kan Brondong yang jauh di bawah Kamu. Gimana permainannya ??? mantap gak ??? "
" Mantap Sai .... Dia jago dan pintar bangat kalau cari spot spot dan gaya terbaik. Remasan dan pelukannya menghangatkan tubuhku. "
" Aku masih bingung sama kalian para Homo itu... " kataku menatapnya dengan serius dan sedikit memejamkan mataku sambil melihatnya.
" Iya layaknya seperti Kalian Cin .... "
" Tidak bisa Aku bayangkan masalahnya. Karena Kalian kan sama sama Laki Laki. Sementara kan mencapai titik kenikmatan itu, iya memasukkannya pedang ke jeruji besi wkwkwk .... "
" Sama saja Cin ... Kan Kami juga bisa lewat belakang .... Atau gak masing masing membantu untuk mencapai di titik itu dengan cara dikepal, kocok, goyang sampai letoi wkwkwk .... "
" Iya tapi kenikmatan dan rasanya itu beda pasti. Eh emang Kamu gak mau mencicipi lawan jenismu ???? " tanyaku heran.
" Aduhhh .... " gerutuku memegang kepalaku.
*******
Kami langsung keluar dari pesawat saat sudah landing sempurna. Kami diantar ke ruang pengambilan bagasi dan duduk menunggu petugasnya untuk mengambilnya.
Selesai dari sana, Kami langsung diantar ke lobby sampai naik ke taksi. Pelayanan maskapai itu memang bagus dan sangat bagus malahan. Aku benar benar mengakuinya.
Sampai di rumah, Bibi langsung membantu mengeluarkan barnag barang dari bagasi taksi setelah Aku memeluk Bibi dan menanyakan kabarnya.
Semua koper ditaroh didekat ruang tamu karena semua itu oleh oleh. Koper Pribadi dan barang barangku langsung Aku bawa naik dibantu sama Mami.
__ADS_1
Itu pertama kalinya Mami datang kerumah dan Dia seperti Orang planga plongo saat masuk gerbang.
Aku melihatnya menggeleng gelengkan kepalanya seperti memikirkan sesuatu.
Aku meningalkannya dan langsung masuk kedalam tapi Dia berlari mengikutiku masuk.
" Wah .... Wah .... "
" Tolong bawain ini Mi keatas. Oh iya Bi, bikinin teh manis dong Bi. Kamu mau minum apa Mi ??? " kataku melihat Mukanya yang masih seperti kaget campur bingung dan kagum.
" Baik Non. "
Aku langsung naik dan diikuti oleh Mami sembari berputar putar menaiki tangga melihat sekeliling rumah.
" Awas jatuh Mi!!! Mau kakimu diganti jadi kaki sapi ??? " cetusku yang melihat Dia tidak melihat jalannya saat menaiki anak tangga.
" Hah ??? Oh iya ... "
Aku langsung membuka pintu kamarku dan masuk diikuti oleh Mami. Tanpa berlama lama, Aku menjatuhkan tubuhku diatas kasur empukku diikuti oleh Mami yang hanya duduk disampingku.
" Astaga Cin .... Rumah Kamu bagus bangat ... " kata Mami masih seperti kaget.
" Iya ella Mi, Kayak Ornag ndeso saja Kamu. " cetusku meliriknya.
" Seriusan Cin .... Bagus loh .... Wah Kamu ternyata selama ini merendah bangat iya ... "
" Emang kapan Aku pamer ???? lagian buat apa ??? "
" Tapi kalau Aku punya rumah ini, pasti Aku selalu pamer dan bangga memilikinya. Arrggghh .... Kasurmu empuk sekali. "
" Ngapain harus pamer ??? satu hal yang oenting Mi yaitu Bersyukur. Jangan pamer dan angkuh atas apa yang Kamu miliki. Tapi Syukuri saja. "
__ADS_1
" Wah ... Kamu milliader Cin .... "
" iihhh Apaan sih ... " cetusku mendorongnya yang memelukku.