Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 200


__ADS_3

Aku langsung ke kamar untuk membangunkan Mami, Dan ternyata pas Aku masuk ke kamarnya, Dia sudah mandi.


" Aku kirain Mami masih ngorok loh ??? " kataku sedikit keras.


" Iya nih enak bangat tidurnya Cin .... Aku langsung mandi biar segar. "


" Iya udah, Aku bangunin RR dulu iya, Biar Kita sarapan. "


" Oke Cin ... "


Aku membuka pintu kamar dan melihat Dia masih tidur disana.


Aku masuk dan mendekatinya lalu duduk disampingnya dan meniup niup telinganya dengan menahan ketawa.


" Hhuuusss .... Huuusss ... "


Dia memegang telinganya dan menarik selimut. Aku makin berniat untuk mengerjai Dia.


Aku langsung memegang ujung rambutku dan menggelitikkannya di telinganya membuat Dia mengusap usap telinganya tanpa membuka matanya.


Aku melakukannya berulang kali sambil meniup niup telinganya sembari menahan ketawaku.


" Cckckckck ... "


Dia membuka matanya sambil mengusap telinga dan wajahnya. Dia melihatku yang menahan ketawaku duduk disampingnya.


Dia langsung berbalik badan kearahku dan memelukku yang duduk disampingnya.


" Bangun Yang .... " kataku sambil ketawa.


" Bentar lagi. Aku masih ngantuk. " katanya pelan.


" Kamu gak kerja ??? Hayo bangun ini udah jam 7 loh, Rein ajah udah mau berangkat ... Hayo bangun. " kataku sambil menarik tangannya.


" Biarin ajah Dia duluan berangkat Yang .... "


" Aku lapar loh, Ayo biar Kita makan .... Bangun ih ... " kataku sambil memukul punggungnya.


" Aarggghh ..... "


Dia menatapku dan langsung tiduran di atas pahaku.


" Ih ayo bangun ....Apaan Kamu senyum senyum ???? Aku ikut lagi ke kantormu iya Yang .... " kataku menatapnya yang juga menatapku dengan senyum.


" Kamu gak jadi jalan jalan ke kebun ??? "


" Oh iya .... Iya udah deh Kamu ajah yang ke kantor, Aku sama Mami mau jalan jalan ke kebun buah. Makanya Ayo bangun .... Ih Kamu mah, Ini udah jam berapa ???? "

__ADS_1


RR menunjuk nunjuk pipinya dengan jari telunjuknya membuatku mengerutkan keningku karena tidak tahu apa maksudnya.


Ternyata Dia minta dicium.


" Astaga .... Kamu iya. Muuuachhh .... " kataku sambil mencium Pipinya.


Dia senyum dan mengelus rambutku sembari langsung bangun dan menggerak gerakkan tangannya seperti olahraga.


" Kita makan dulu baru Kamu mandi Yang, Rein kayaknya udah kelar deh mandinya. Biar Kita makannya bareng. " kataku.


" Iya udah yok ... " jawabnya sambil memegang tanganku.


" Kamu cuci muka dulu sana. "


Dia langsung pergi ke kamar mandi.


Dia merangkulku berjalan ke dapur dan Mami sama Rein sudah ada disana dan mau makan pagi.


" Omaigat, ngelihat gini pagi pagi rasanya, Ah mantappp .... " kata Mami sambil menggelitikkan jari jarinya.


" Tau, ini Orang nempel mulu kayak prangko. " kataku sambil meliriknya.


Dia langsung menarik kursi agar Aku duduk dan Mba langsung menyajikan makanannya.


" Kepalaku pusing nih .... " katanya sambil duduk dan menggeleng gelengkan kepalanya.


" Lebih banyak juga Mami. " jawab Rein.


" Iya jangan tanya kalau Mami. Tongkrongannya club mulu. " jawabku.


" Oh iya ???? " jawab Rein menatap Mami.


" Tapi Mami mah bisa mengaturnya Cin .... Walau tiap hari ke club tapi gak pernah yang namanya Mami mabuk. " jawab Mami.


" Oh iya ???? Mami hebat dong bisa mengatasinya. " tambah Rein bertanya.


" Iya kalau bukan kayak gitu, Mami udah sakit sakitan sekarang. Kan itu jatuhnya jadi kayak semacam ketergantungan. "


" Iyap benar. " jawabku.


" Eh, Rein nanti Ku follow up bagian Finance. itu, PT. Chenchen sama PT. Zyrex udah bayar AR nya belum ???? Udah hampir sebulan Aku lihat itu. Emang itu TOP nya berapa lama ??? " kata RR.


" Kayaknya 23 hari Bang ... "


" Itu udah lebih dari 23 hari loh, Kenapa ??? Ada kendala apa ??? hampir 5M dari Dua PT itu. Nanti tolong Kamu cari tahu kendalanya dimana .... "


" Oke Bang. Abang ke kantor gak hari ini ??? "

__ADS_1


" Ke kantor. Atau gak Kita bareng ajah, Aku mandi bentar nanti. "


" Emang Kakak gak ikut sama Mami ??? " tanya Rein sembari melihat Kami berdua.


" Aku mau ke kebun buah Re, Kalian ajah iya yang kekantor. ''


" Nanti kalau Kalian mau nyusul gak apa apa Yang, Jadi Supir tinggal disini. Nanti Aku berangkat sama Rein ajah. "


" Emang kantor pulang jam berapa ??? " tanyaku.


" Iya sore. "


" Iya udah nanti kalau gak malas Kami datang iya. Hehehe.... " kataku nyengir.


" Datang ajah Kak. Nanti pulang kantor biar keluar Kita. " kata Rein.


" Kamu mau ngenalin Cewek Kamu ??? " tanyaku melihatnya.


" Ih Kakak ini .... "


" Kenapa, Dia mau ngenalin Pacarnya Yang ??? Tumben. Jelas gak ???? nanti tau taunya besok udah putus dan curhat. " sindir RR sambil minum.


" Kamu gak boleh gitu Yang .... "


" Wkwkwk .... Jangan gitu ah Bang, Kan Aku jadi malu. " kata Rein.


" Makanya kalau pacaran itu yang jelas jelas ajah Re, Jangan karena cantik langsung Kamu dekatin dan pacarin. "


" Baik Abang Sayang .... Mentang mentang udah punya Kakak iya sekarang, Bisa ngomong begitu. Dulu pas belum punya gak pernah ngomong begitu. " sindir Rein.


" Hahahha ... Kan udah selangkah lebih maju. Lagian kan Aku juga pernah ngajak pacaran kalau gak jelas atau gak srek gitu. Lah Kamu ??? Langsung sikat ajah, Eh tau taunya matrelah, apalah. "


" Kalau pacaran sama Orang matre mah, Udah gak ada yang namanya cinta itu. " tambah Mami.


" Iya Mi. Makanya. Tau gak Mami pas Dia diporotin nangisnya kayak gimana ??? " kata Rein menatap Mami.


" Gimana Cin ???? " tanya Mami dengan serius.


" Udah sih Bang .... Jangan bahas itu ah. " kata Rein sedikit marah.


'' Hahahahaha .... "


" Udah udah .... Makanya pelajaran ajah buat Kamu Re ....Jangan langsung tergoda sama apapun itu. Lihat dan caritahu dulu, Nah baru deh .... " kataku.


" Siap Kak. Nah gini dong, Ngasih semangat. "


" Iya jangan sampai dong udah dikasih semangat malah gak didengarin juga. " cetusku melihat Dia membuat Mami dan RR ketawa bareng.

__ADS_1


__ADS_2