
Nafas Kami sudah mulai tak beraturan dan mulai sedikit mengeluarkan suara suara manja padahal masih hanya bercumbu saja.
Dia memegang kedua tanganku dan menggenggamnya diatas kepalaku. Aku menikmati pelukan, ciumannya.
" Mau melakukannya Yang ??? " bisiknya dengan sedikit suara yang tidak beraturan.
" No. Aku gak mau. Jangan sekarang. Aku takut nanti tubuhku malah perih karena bergesekan gitu dan malah makin merah dan tambah parah. " tatapku melihatnya yang menatapku serta mengelus pipiku.
Dia pun mengangguk dan mengecup keningku lembut.
" Aku mau tidur, Tapi Aku maunya Kamu disini, Disampingku. Jangan pergi. " kataku pelan memegang tangannya.
" Iya iya. Aku disini kok. Maaf iya tadi Aku ninggalin Kamu sendiri disini. Muacch .... Hayoo tidurlah .... '' jawab RR sambil tidur disampingku dan menyalakan tv nya.
Dia menindikan bantalnya dipunggungnya agar Dia bisa sambil menonton TV dan mengelus elus kepalaku.
Sementara Aku tidur sambil memeluknya. Aku tidak pernah melepas tanganku dari pelukanku.
Saat RR melihatku sudah tidur pules, Dia mencoba meletakkan tanganku pelan dan ternyata Aku kebangun dan kaget membuat Dia enggan untuk meninggalkanku.
Dia langsung menelpon Mami, Untuk mengetahui apakah Mami sudah tidur atau belum. Karena RR merasa tidak enak Mami tidak ada Teman di depan.
Untung saja Mami sudah dikamarnya sehingga RR tidak perlu keluar kamar lagi dan Dia tidur disampingku. Dia memelukku dan mencium keningku serta mematikan TV dan menyalakan lampu tidur.
Malam itu Aku sangat tidur nyenyak dan enak bangat. Aku terbangun jam 5 pagi dan melihat RR yang masih tidur pules disampingku.
Aku sengaja membuat suhu pendingin ruangan itu di suhu paling dingin agar Aku tidak merasa panas sebelum tidur. Dan pas Aku bangun, Dinginnya seperti es ditambah lagi RR tidak memakai selimut. Aku memegang tangannya dingin sekali.
Aku langsung menaikkan suhu pendingin ruangan itu.
" Sayang .... Awas Kakimu, Pakai selimutnya. " kataku pelan sambil menarik selimut yang ada di kakinya.
" Hhh mmm ... "
Dia langsung melihatku dengan matanya yang masih ngantuk dan memelukku kembali.
Aku menarik selimut itu untuk menutupi tubuh Kami berdua.
Aku memeluknya dan tidur sangat dekat didada kekarnya itu.
__ADS_1
Sudah jam setengah Tujuh baru Kami berdua bangun dan masih bermalas malasan di ranjangnya Dia. Dia memelukku erat sambil menciumiku.
" Love You. Muacchh ... Muuuuacchh .... Muuuacchh .... "
Dia menciumiku terus hingga Aku merengek karena masih enak tidur.
" Udah mulai mendingan merah merah yang ada ditubuhmu Yang .... Udah gak merah bangat. Udah bisa dong .... Hhmmm ... "
RR memainkan hidung mancungnya di pipiku.
" Aku lagi gak mood Yang ... " jawabku pelan.
" Ehhh ... Kalian kesini kan mau liburan. Hayo bangun, Kasian Mami di depan Sendiri. " kata RR menepuk nepuk pipiku dengan lembut.
" Hhhmm ... "
Aku langsung memegang tangan RR dan memejamkan mataku.
" Hayolah bangun Yang .... Biar makan Kita. Aku mau ngeliat Mami dulu, Masa Dia Kita kacangin disini, kan gak enak. " katanya sambil Duduk.
" Gak mau. Bentar dulu. Aku masih mau tidur. " jawabku menarik tangannya dan memeluknya.
Kami langsung cuci muka serta gosok gigi berdua lalu keluar dari kamar. Aku melihat Mami belum ada diruang tamu maupun meja makan.
" Apa Mami masih tidur ??? " kataku melihat RR.
" Gak tau juga. Apa ditaman ??? Coba ke kamarnya dulu. " jawab RR sambil berjalan ke kamarnya Mami.
" Tok ... Tokk ...''
" Tookkk ... Tokkkk ... "
" Mi .... Mami .... "
RR langsung membuka pintu Mami dan ternyata tidak dikunci. Kami berdua masuk dan melihat Mami masih ngorok di kasur itu.
Kamar yang ditempati Mami juga sangat luas dan indah. Lemari dan perhiasan kamar itu senada dan tidak terlalu mencolok dan norak. Aku suka bangat.
Mungkin itu kamarnya RR dulu sebelum Orang Tuanya meninggal. Soalnya baru dua kamar ini yang sudah Aku lihat dan masuki dari beberapa kamar yang ada disini.
__ADS_1
" Oalah ....Mami masih tidur, Kayaknya Dia kecapean deh Yang ... " kata RR.
" Iya bisa jadi. " jawabku sambil melihat beberapa foto yang ada disana juga.
" Yang, ini Kamu ??? " kataku sambil menahan ketawa.
" Iya itu waktu masih baru baru kuliah. Kenapa ??? "
" Bruakkk wkwkwk hahaha .... Astaga ... lucu bangat Kamu. Beda bangat sama sekarang. " kataku sambil meliriknya.
" Hus .... Jangan berisik Mami masih tidur. Itu Aku masih jaman Playboy. " jawabnya dengan senyum sinis melihatku lalu memegang tanganku berjalan keluar dari kamar itu.
Sambil berjalan ke taman depan, RR menelpon Sekretarisnya itu untuk datang nanti sore ke rumahnya habis ngantor.
RR juga memberi tahu bahwa Dia tidak ke kantor hari ini.
" Kalau ada dokumen yang perlu di tanda tangani kirim saja iya. "
Aku tidak menayakan apapun soal pekerjaannya. Aku hanya mengikutinya yang masih memegang tanganku dan berjalan ke arah depan.
" Mau ke kantor gak jalan jalan ??? " lirik RR samaku.
" Gak. " jawabku langsung menggelengkan kepalaku.
" Why ??? cepat bangat Kamu bilang gak. "
" Aku gak mau ikut campur sama urusan Kamu. " jawabku simpel.
" Emang itu ikut campur ??? No. Kan hanya jalan jalan. Apa Kita ke Mall ajah nanti ??? "
" Gak ah .... Aku mau dirumah ajah. Aku malas keluar dengan kondisi kayak gini. Pake baju yang tertutup juga gak bisa menutupi semuanya. Nanti Orang Orang pasti melirikku. " jawabku sembari membayangkannya dan menggelengkan kepalaku.
" Ini mah gak apa apa Yang ... Ini mah hal biasa. Kan ada Aku. Ada Mami. Ngapain Kamu malu??. "
" Gak mau. Aku mau istirahat dirumah. " jawabku sambil duduk di sofa depan tamannya.
RR langaung menyuruh Pekerjanya membuat minuman untuk Kami dan membawa beberapa makanan.
" Kamu tau gak Yang, lihat deh bunga paling pojok sana, cantik kan ??? secantik Kamu. " katanya senyum melihatku.
__ADS_1
" Ihhh dasaaarrrr ..... " jawabku geleng geleng.