
Aku langsung mengecek semua berkas yang ada dimejaku agar tidak menumpuk. Sebagian ada yang sudah oke dan beberapa ada juga yang Aku revisi serta membenarkan desainnya di komputerku karena Aku langsing minta pdfnya sama Staff itu.
Aku betul betul teliti mengerjakannya agar hasilnya memuaskan dan bisa sold out semua untuk penjualan tahun ini sehingga bisa capai target dan bonus juga keluar.
Penjualan barang yang diproduksi semuanya diekspor ke luar, Jadi harus benar benar detail agar User bisa menjalin kerja sama yang panjang karena merasa puas dengan hasil yang Kita berikan.
Setelah jam makan siang, Aku pesan lewat online saja sekalian sama coffee karena Aku harus mengerjakannya dan mengejarnya agar bisa kelar hari ini. Karena kebetulan besok ada jadwal ke bagian produksi untuk melihat sampel yang sudah diproduksi.
Aku meregangkan leherku kebelakang dan bersandar di kursiku karena merasa pegal dan sembari membuka HPku.
Aku melihat notifikasi WA ku ada pesan chat dari Pak Agus yang menanyakan untuk meeting selanjutnya dan mengirim foto barang yang sudah siap dan akan segera dikirim ke Butik.
Selama ini, Aku tidak membuka dan membaca chat nya Dia. Hari ini alasan Aku membacanya iya itu karena memang Aku belum melihat kembali barangnya setelah melihat sampel kemarin.
__ADS_1
" Halo, Selamat Siang Pak .... Untuk meetingnya akan Saya jadwalkan dulu iya Pak karena sekarang Saya lagi sibuk. Wah ... Barangnya bagus dan sesuai keinginan Saya. Terima kasih atas kerjasamanya, Dan barangnya seperti biasa langaung di kirim ke Butik iya Pak. " balasku.
Mungkin Dia lagi pegang HP atau menunggu balasan dari Saya karena Dia tahu bahwa Saya sudah baca.
" Oke oke, Siap Mba Ran .... Oh iya kapan nih ada waktu makan siang ???? Bisa sembari sekalian meeting juga, Hehehe .... "
" Nanti Aku kasih kabar iya Pak. " jawabku singkat.
" Baiklah .... Aku tunggu Mba Ran .... "
Uang memang segalanya untuk bisa Kita anggarkan atau Kita agungkan dan pamerkan sama Orang. Bahkan Uang juga bisa membeli Orang agar Dia bisa bersama Kita untuk hal apapun yang Kita tapi itu tidak berlaku samaku kecuali Aku memang mau dan ingin seperti yang Aku lakukan untuk memuaskan hasratku.
Paksaan dan rayuan secara paksa tidak akan menggoyahkanku walau Dia sekaya apapun itu. Makanya Aku selalu melihat Pak Agus Seorang yang sangat rendah.
__ADS_1
Karena Dia memamerkan yang Dia punya dan mengagungkan itu padahal mungkin itu bukan miliknya seutuhnya tapi Dia sudah berlagak sok paling kaya.
Dia pikir Saya mudah dirayu sama Dia kali. Dasar ....
Dan paling parahnya lagi ternyata Dia pencinta sesama jenis juga. Astaga .... Aku tidak habis pikir sama Dia.
Memang tidak kelihatan seperti kelakuan Mami sehingga Aku juga sempat tidak percaya bahwa Dia seperti itu. Aku melihatnya layaknya Laki Laki tulen, Yapi nyatanya tidak.
Aku sampai berpikir, Apa Laki Laki yang selama ini bersamaku ada yang seperti itu. Aaisssh ... Aku merinding jadinya.
Setelah selesai semua berkas dan pekerjaan dikantor, Aku langsung pulang karena sore ini Aku mau bawa Bibi ke rumah sakit untuk cek kesehatannya sekalian mau beli susu untuk menguatkan tulangnya.
Aku langsung menuju Butik dan diperjalanan Mami menelpon dan Dia memberi tahuku bahwa Dia sekarang lagi berada di RS tempat Adiknya Angel dirawat. Dia menjenguk serta menemaninya disana karena Dia bosan di apartemennya dan kebetulan diRS Adiknya Angel sendiri juga karena Kakaknya lagi bekerja. Dia tidak ke club karena lagi badmood katanya.
__ADS_1
Sialan, Bencong bisa juga badmood.