
Setelah jam Setengah 3, Sekretaris Bapak ngabarin bahwa Meeting dilakukan jam 3 sore ini.
" Oalah .... Bisa bisa sampai malam ini Mba. Pie Toh ... " kataku sama Mba Spvku.
" Hahaha .... bisa bisa ngantuk nih Bu. Udah pada gak semangat lagi kayaknya kalau udah jam segitu wkwkwk .... "
" Nah makanya. Kocak tuh Bapak. Malas bangat ih .... Harusnya tim yang sudah selesai gak usah ikut lagi kan hahaha .... Iya udah turun yuk ... '' ocehku.
Aku sama Spvku langaung turun kebawah karena ruang meetingnya disana. Saat di dalam lift, tiba tiba Kami berdua memdengar omongan para staff yang lain yang berada dalam satu lift dengan Kami.
" Denger-denger Pak Steve katanya udah punya Pacar iya ??? Patah hati berjama'ah dong Kita . ” ujar salah Seorang tiba-tiba.
" Ah, yang bener Kamu? Kata siapa? " tanya rakannya penasaran. Aku pun begitu, tapi aku lebih memilih untuk diam saja mendengarkan dan saling tatap tatapan sama Spvku.
" Ada yang bilang gitu, dan Aku dengar. "
" Aku penasaran kalau memang dia udah punya Pacar. Kayak apa, sih? Pak Steve itu kan dingin, mana galak juga dan sinis bangat. Kalau sama Pacarnya dia gimana ya? "
Aku tentu saja terkejut mendengar Teman - Teman Divisi lain juga sedang menggibah Pak Steve itu. Hampir selama menunggu meeting berlangsung dan Kami masih diluar, Mereka membicarakan Putra Atasan Kami yang terkenal dingin dan arrogant itu.
" Atau Apakah Pak Steve sudah Tunangan ??? "
__ADS_1
Aku yang mendengar perkataan dan gibahan Mereka merasa bodoh amat karena Aku tidak tertarik sama kehidupan Dia apalagi soal percintaannya yang selama ini ternyata banyak Staff Perusahaan yang mengidolakannya walau Dia bersikap dingin dan Arrogant gitu.
" Tapi perlakuan sama Pacarnya beda kali! Wah, Aku yakin kalau Pacarnya pasti cantik banget. Bisa jadi sekelas model atau artis gitu. " ujarnya.
" Pasti lah. Mana mungkin Pak Steve mau sama orang yang punya wajah pas-pasan kayak Kita. Ya nggak ? " tanyanya sama Seorang Temannya.
" Iya. " angguk Temannya tanpa mau berkomentar panjang lebar.
" Aahhh Aku oatah hati nih. Aku sungfuh mengaguminya walau Dia berperilaku gitu. Cool bangat dah pokoknya. " katanya sambil melipat tangannya serta memejamkan matanya.
Aku menatap Wanita itu yang begitu seperti tulus mengaguminya walau tidak mungkin baginya walau Pak Steve hanya menatapnya saja.
" Iya mengaguminya jangan terlalu dalam karena bisa saja itu membuat Kita sangat sakit. Semoga saja Dia mengagumi caranya bekerja, Caranya bertanggung jawab dan cara kepemimpinan Dia. " gumamku dalam hati.
" Kayaknya banyak juga yang ngefans sama Dia ya .... " kataku melihat Mba Devi itu.
" Banyak bangat Bu. Iya wajar sih pada ngefans sama Dia, Karena Kewibawaannya mungkin membuat para Wanita Wanita mengaguminya. Tapi sayang Dia judes dan jutek Bu. Iya walau kadang Dia terlihat seperti Pria baik karena senyum dan santai. Tapi dibalik itu wah Arrogantnya minta ampun. Oh iya kan kemarin Bu Ranti udah lihat Dia, Jadi udah biaa menilai. " kata Mba Devi menjelaskan.
" Emang Mba Devi gak mengagumi Dia ??? Seperti yang lain ???? " tanyaku balik.
" Gak terlalu sih Bu. Aku biasa saja malahan. " jawabnya santai.
__ADS_1
" Astaga .... Ternyata Kita sama. Menurutku tidak ada hal menarik dari Dirinya. " kataku blak blakan.
" Hahaha .... Oh iya pas Kita ke tempat produksi kan, Bu Ranti dipanggil lagi sama Bapak. Meeting lagi Kalian Bu ???? ''
'' Iya. Meeting yang gak perlu sih menurutku. " cetusku sambil senyum sinis.
" Hahahaha .... "
Saat pintu ruangan meeting dibuka OB, Kami langsung masuk dan Aku duduk di tempat paling belakang bersama Spvku karena Kami juga kelar Presentasi, Jadi biar saja Mereka yang belum duduknya di depan.
Ruangan Meeting itu memang sangat luas layaknya seperti Gedung Pertemuan. Bu Sari langsung menghampiriku dan duduk disebelahku sementara Bu Devi memasang wajah melasnya karena Dia harus duduk terpisah dengan Kami karena Teamnya belum Presentasi.
" Fighting .... " kataku sambil mengangkat tanganku memberi isyarat semangat untuk Dia.
Dia hanya tersenyum karena Dia tidak bisa ikut menggosip sama Kami hari itu.
Tak ... Tak ...
Takk ....
Takkk ....
__ADS_1
Tersengar suara hentakan sepatu menuju Ruangan itu.
Tidak berapa lama kemudian, Pak Andrew memasuki ruangan itu diikuti oleh ......