Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 152


__ADS_3

" Sabar iya Bu .... Kita sampai sebentar lagi. " katanya yang melihat Bibi sangat cemas serta memangkuku tidurdi kakinya.


Kurang lebih dari 20 menit dengan kecepatan yang lumayan, Akhirnya Kami menemukan RS dan Mas itu langsung masuk ke lobby utama. Dia langsung turun dan memanggil Suster yang kebetulan lewat. Suster itu langsung berlari bawa bed pasien serta memanggil Temannya.


Mas itu langsung membopongku dan menidurkanku di Bed Pasien yang sudah ada.


" Tolong langsung di periksa iya Sus .... Mba nya tadi pingsan. " kata Mas nya.


" Baik Pak. " jawab Suster itu dan langsung mendorong masuk ke ruang IGD.


" Mas, Terima kasih banyak iya. " kata Bibi memohon terima kasih sama Mas nya.


" Sama sama Bu. Semoga Mba nya gak kenapa napa iya Bu. " jawab Mas nya sambil mengelus pundak Bibi.


" Amin amin. "


" Ini kunci mobilnya Bu. Kalau gitu, Saya tinggal dulu iya Bu. Saya mau kesana lagi soalnya Orang Mama lagi ziarah disana juga. "


" Makasih banyak iya Mas ..... Makasih .... Semoga kebaikan Mas dibalas sama yang Diatas. " kata Bibi sembari menunduk.


" Sama sama Bu. " jawabnya lalu melangkah pergi.


Bibi menunggu diruang tunggu karena Aku lagi diperiksa sama Dokter. Ponselku tiba tiba berdering yang berada didalam tasku. Bibi langaung mengambil dan melihat ponselku itu dan ada nama Pak Steve kantor yang tertera disana. Bibi tidak menjawabnya karena bukan Orang yang dikenal Bibi.


Bibi baru ingat, Ternyata Mami pernah meminta nomor Bibi dan Bibi dengan sigap mengeluarkan ponselnya dari tas nya dan mencari nama Mami di daftar kontaknya.


Bibi langsung menelpon Mami.


Ddrrttt ...


Dddrrttt...


" Halo Bi .... " sapa Mami dengan suara centilnya.


" Halo, Nak .... Kamu lagi sibuk gak sekarang ??? " tanya Bibi karena Dia bingung mau nelpon siapa lagi yang dekat samaku. Angel Bibi tidak punya nomornya.

__ADS_1


" Gak Bi .... Buat Bibi mah Aku selalu free .... Ada apa Bi ??? Bibi sehat gak ???? "


" Sehat Nak .... Kamu boleh datang ke RS Mitra gak Nak ??? "


" Bibi kenapa ???? Bibi sakit Bi ???? " tanya Mami dengan nada suara yang sedikit kaget dan kencang.


" Gak Nak. Bukan Bibi. Non Ranti yang sakit. " kata Bibi dengan nada suara yang menahan airmatanya.


" Hah ???? Ranti ???? Kenapa Dia Bi ??? Tadi pagi Aku masih chat an sama Dia, Kenapa Dia Bi ???? Katanya Dia cuti hari ini. " tanya Mami panik dan kaget.


" Dia tadi pingsan Nak. Iya, Dia cuti hari ini. Kami habis Jiarah dari makam Orang Tuanya. "


" Astaga .... Oh Tuhan ..... Oke oke Bi, Aku kesana sekarang iya Bi. Bibi jangan panik iya ... Mungkin Dia hanya kecapean saja. Aku kesana sekarang iya Bi. Aku tutup teleponnya iya Bi. " jawab Mami sambil panik dan syok karena Aku tidak pernah terlihat lemas di depan Mami.


" Iya iya Nak .... Kamu hati hati iya .... "


Bibi sedikit lega dan menghela nafasnya karena Mami akan segera datang. Bibi sangat khawatir, Aku masih mikirin kejadian dimana Mama dan Papa meninggal dan masih belum bisa iklas.


Cukup lama Bibi menunggu diluar dan Dokternya masih belum keluar.


" Dokter, Maaf ... Gimana Keadaan Ranti ??? " tanya Bibi terbata bata.


" Halo Bu ... Oh itu Anaknya Ibu iya ??? Dia demam tinggi dan mungkin karena kecapean juga. Tadi suhu panasnya diatas rata rata makanya langsung dicek secara menyeluruh Bu. "


" Syukurlah Dok .... Tapi Dia masih Demam juga Dok ??? "


" Masih dan Pasien juga masih belum sadar, Makanya tadi langsung diinfus sekalian dikasih vitamin serta anti biotik dan penurun panas. Semoga langsung turun demamnya. " jawabnya sambil senyum.


" Makasih Dokter. Saya sudah bisa masuk kan ??? "


" Silahkan ,Silahkan Bu ... " jawab Dokter itu mempersilahkan Bibi.


Bibi mengangguk lalu masuk ke kamar dimana Aku dirawat.


Satu jam kemudian, Mami langsung sampai dan menanyakan ke petugas kamar atas namaku dan Aku diantar oleh Seorang Suster.

__ADS_1


Mami langsung berlari dari pintu kearahku dan memegang tanganku.


" Astaga .... Panas bangat. " kata Mami panik dan berjalan ke arah Bibi serta merangkulnya.


" Iya Nak. Panasnya belum turun juga. " kata Bibi khawatir.


" Tapi Dokternya udah cek Dia kan secara menyeluruh, Bi. "


" Tadi udah Nak. Disuruh nunggu. " jawab Bibi dengan sedikit panik dan cemas memegang tangan Mami.


" Iya udah Bibi tenang iya .... Aku mau ketemu Dokternya dulu. Biar ganti kamar. Bentar iya Bi. " kata Mami sembari berjalan keluar dengan langkah cepat.


Para Suster dan Perawat disana mengira Mami Seorang Manager Artis karena Gayanya yang aduhai apalagi gerak geriknya saat berjalan.


Mami berjalan kearah bagian administrasi dan menghampiri Seorang Perawat yang lagi duduk didepan Komputernya.


" Permisi Sus .... " sapa Mami dengan suara kas nya.


" Halo ... ada yang bisa dibantu Kak ??? " tanya Perawat itu.


" Kamar VIP, ada gak disini ???? "


" Ada Kak. " jawab Perawat itu dengan cepat dan menatap Mami.


" Tolong pindahin Pasien di kamar 307 atas nama Nona Ranti. Kalau bisa sekarang juga iya Sus .... Jangan lama lama. Dan tolong lebih diperhatiin soalnya Demamnya belum turun juga. " kata Mami menatap Suster itu.


" Oh, Pasien yang tadi ??? Yang pingsan itu bukan Kak ???? "


" Iya. " jawab Mami spontan.


" Baik Kak. Langsung Saya urus untuk perpindahan kamarnya iya dan nanti akan Saya beritahu ke Dokter yang menangani tadi. "


" Baik. Saya tunggu di kamar iya Sus ... " kata Mami berlagak tegas.


" Baik kak. "

__ADS_1


__ADS_2