
Saat musiknya sudah dimainkan oleh sang Pianis itu, Aku begitu kaget saat mendengar suara itu dan tepat disampingku. Aku sontak kaget dan melihat kesampingku yang disapa oleh senyuman indah dari wajahnya.
Aku benar benar kaget, perasaanku campur aduk dan tidak bisa dijelaskan dengan kata kata. Saat Dia mulai menyanyikan lagunya dan mengelus pundakku yang sedang duduk disampingnya.
Aku sampai meneteskan airmataku saat Dia berlutut menatapku dan menyanyikan lagu yang begitu indah untukku sambil memegang buket itu dengan senyuman indah diwajahnya.
...Di ujung cerita ini...
...Di ujung kegelisahanmu...
...Kupandang tajam bola matamu...
...Cantik dengarkanlah aku...
...Aku tak setampan Don Juan...
...Tak ada yang lebih dari cintaku...
...Tapi saat ini ku tak ragu...
...Ku sungguh memintamu...
__ADS_1
...Jadilah pasangan hidupku...
...Jadilah ibu dari anak-anakku...
...Membuka mata dan tertidur di sampingku...
...Aku tak main-main...
...Seperti lelaki yang lain...
...Satu yang kutahu...
...Kuingin melamarmu...
Aku menahan suara tangisanku dengan menggigit bibirku dan menunduk kebawah. Air mataku benar benar mengalir deras layaknya hujan deras. Kakaknya Agus yang melihatku langsung menepuk nepuk pelan punggungku.
RR menarik tanganku lembut untuk ikut berdiri bersamanya. Dia melingkarkan tangannya dipinggangku dan tersenyum menunduk seperti minta ijin ke Orang Tua Agus dan Bibi.
Sesekali, Aku mengusap mataku yang sembab dengan tissue yang Aku pegang. Dia mendekatkan microfonnya ke arah mulutku saat lirik lagunya,
...Jadilah pasangan hidupku...
__ADS_1
...Jadilah ibu dari anak-anakku...
...Membuka mata dan tertidur di sampingku...
Dan Aku ikut menyanyikannya dan sesekali menebar senyum dengan air mata melihat Dia. Tamu undangan ikut baper malam itu.
" Selamat ulang tahun, Sayang .... " kata RR sambil mengusap mataku yang masih sembab setelah selesai menyanyikan lagu itu.
Aku mengangguk senyum dengan perasaan yang masih campur aduk.
" Terima kasih juga untuk semua yang datang malam ini. Terima kasih banyak. Terima kasih untuk Bibi dan Mami yang ikut menyiapkan ini semua. Selamat ulang tahun, Sayang .... " katanya menatapku senyum.
" Maafkan Aku beberapa hari kemarin yang sengaja membuatmu marah. Maafkan Aku atas perkataanku yang benar benar menyakiti hatimu, Aku benar benar minta maaf, Sayang .... Sebenarnya Aku sangat sangat tidak tega melihat dan membuat Kamu marah. Aku melakukan itu karena terpaksa. "
Tamu undangan yang hadir tertawa mendengarnya karena RR melihatku dengan sedikit menggoda.
" Iya. Aku melakukannya karena terpaksa. Karena Aku tau, Kalau buat Kamu marah marah biasa, Itu gak akan mempan karena Kamu tidak mau ambil pusing dan cuek. Makanya Aku berpikir untuk mengatakan hal itu yang benar benar menyakiti hatimu. Maafkan Saya, Itu semua karena Mami yang suruh. " katanya ketawa sambil menunjuk Mami.
" Mami sebenarnya dalang dari perkataanku itu ke Kamu, hehehe .... Tapi apapun itu, Aku yang salah karena memang Aku yang menyakiti perasaan dan hati Kamu. Aku benar benar menantikan hari ini, malam ini, momen ini. Ini yang benar benar Aku tunggu saat Aku menyakiti hatimu, saat Kamu benar benar marah dan menutup komunikasi untukku. Inilah hari yang Aku tunggu tunggu, setelah sekian lama Kita saling mengenal dan bersama. Tidak ada keraguan dan kebimbangan dalam hatiku saat sudah memilih Kamu untuk menjadi Pasangan. Aku tidak pernah bermain main denganmu karena Aku memang benar benar serius. Walau hati Kamu sangat susah untuk Aku taklukkan, Hingga Kamu memberiku kesempatan untuk itu. Dan malam ini, Aku ingin Kamu menjadi Pasangan Hidupku selamanya. Hidup bersama dan Menua bersamaku. Aku akan menjagamu selamanya, membahagiakanmu selama hidupku. Ranti, Malam ini Aku melamarmu, Mau kah Kamu menikah denganku ????? " kata RR yang awalnya bercanda membuat tamu tertawa dan akhirnya bicara serius.
Dia sedikit berjongkok dan mengeluarkan kotak cincin serta membukanya di depanku.
__ADS_1
Aku sangat terkejut hingga menangis melihatnya, mendengar perkataannya. Tidak bisa Aku ungkapkan bagaiman perasaanku saat itu. Tubuhku bergetar hebat dan tanganku gemetaran.
Aku melihatnya yang senyum kepadaku. Semua seketika hening saat Aku terdiam melihat dan menatap RR.