
Tidak lama Kami berada di RS karena Dokternya ada diruangannya.
Dokter itu langsung memeriksa bekas bekas merah yang ada ditubuhku dan memberikan obat serta antibiotiknya lagi untukku karena Obat yang kemarin diberikan itu sudah habis tadi pagi dan hanya tinggal salep saja.
Setelah selesai, Kami langsung pulang dan RR berbicara dengan Donter itu sebentar sembari meminta tagihannya dikirim ke emailnya Dia.
Dokter itu ternyata Dokter Keluarga RR sejak Dia masih kecil. Makanya Dia sudah percaya sama Dokter itu dan kalau ada apa apa bisa langsung datang.
Tidak tahu apa yang diomongin Mereka setelah itu Aku tidak tahu karena Aku dan Mami berjalan melihat lihat Rumah Sakit itu. Dari kejauhan Aku melihat Mereka ketawa bersama dan Dokter itu memegang bahu RR sambil senyum.
Tidak lama setelah itu, RR menghampiri Kami di mobil karena Kami sudah duluan ke mobil.
" Bagus iya Rumah Sakit ini Sayang .... " kata Mami sambil membuka spion mobil.
" Iya, Mi. Pelayanan disini bagus dan Dokternya langsung sigap gitu. "
" Kelihatan sih .... Dokternya ramah sama Kamu. " tambah Mami.
" Itu Dokter Keluarga Mi. Mulai dari Aku kecil, Jadi udah tahu. " jawab RR.
" Pantasan .... Gitu iya kalau Orang berada, Sampai Dokter juga ada khusus. "
" Bukan cuma Orang berada doang Mi. Sebenarnya semuanya sama hanya Kita itu kan tergantung cocok cocokan sama Dokter apalagi Obat yang dikasih. Beberapa kali juga Kami ganti ganti Dokter Mi sebelum kenal Dokter itu. Nah pas cocok sama ini Dokter, Iya udah jadinya kesitu terus. "
" Iya sih kalau soal kesehatan ini, Apalagi soal obat, cocok cocokan sih iya. "
" Gimana Mi, Ada rencanamu jadi Perawat ???? " kataku melihatnya sambil menahan ketawa.
" Wkwkwkw .... Astaga .... Bukannya jadi Perawat Cin tapi jadi Penggoda para Lelaki nantinya. " jawab Mami sambil ketawa manja.
" Iya biar Mami dapat bonus sekaligus kan lumayan toh ... "
" Belum juga nanti seminggu udah keburu dipecat Cin, Wkwkwk .... Habis ngintilin para Lelaki hahahah ....."
" Masih mending dipecat Mi daripada dilaporin Polisi, Wkwkwkwk .... "
__ADS_1
" Wkwkwkw .... Astaga .... jangan dong .... Malu nanti eike. " jawab Mami manja.
" Eh ... airphoneku mana iya ??? " kataku sambil mencari cari di tasku.
" Ada gak ???? jangan jangan jatuh lagi. " jawab RR.
" Tadi pas Kita ke kantor masih ada gak ??? " tanya Mami.
" Oh iya, Kayaknya ketinggalan di kantor Kamu deh Yang .... di sofa itu. " katalu melihat RR.
" Iya udah besok ajah kalau emang dikantor ketinggalan. " kata RR.
" Minta nomor Rein dong Yang, Aku mau minta tolong dicek dulu, Dia masih dikantor kan ???? "
" Gak usah. Aku ajah yang nanya. " jawab RR sambil mengeluarkan Ponselnya dan menelpon Rein membuat Mami ketawa sambil ehem ehem.
" Kan nanya doang Yang .... Emang mau ngapain sih ??? Langsung jawab gak boleh. " kataku ketawa.
Dia menatapku dengan tatapan kesalnya.
" Why ??? " tanyaku senyum.
" Kamu kenapa ??? " kataku sambil mencolek perutnya.
" Gak apa apa Yang .... "
" Kamu cemburu sama Adik Kamu sendiri ??? Omaigatttt .... "
" Iya kalau Kamu senyum bikin semua Orang langsung terpikat sama Kamu Yang .... Aku gak suka itu. "
" Hei, Look Me. Aku kan Pasangan Kamu sekarang, Gak mungkin Aku ngeladenin Orang lain. Tapi masa Aku gak bisa senyum sih ??? Masa iya raut wajahku monoton sih ???? Kamu menghargaiku, Aku akan lebih menghargai Kamu. " kataku main mata sambil mengelus tangannya.
" Iyap betul itu Sayang .... " tambah Mami sambil tiduran di depan.
" Iya habisnya Aku takut Kamu ninggalin Aku Yang .... " jawab RR menyenderkan kepalanya di bahuku.
__ADS_1
" Jangan cemburu berlebihan Yang .... Santai ajah .... Jalanin seiring berjalannya waktu. " kataku mengelus kepalanya.
" I Love You Yang .... "
" Hhhmmm .... "
Sampai dirumah, Aku langsung Mami begitu juga Mami.
RR langsung ke dapur melihat masakan Pekerja Rumahnya dan ternyata tadi Dia menyuruh belanja untuk beli bahan berbequean selain masakan lainnya.
Setelah itu Dia langsung masuk ke kamar dan santai sambil menonton TV menungguku selesai mandi.
Aku keluar dari kamar mandi mengusap usap rambutku dengan handuk karena masih basah. Setiap mandi Aku selalu keramas karena tidak merasa ada yang kurang kalau tidak keramas.
Aku memakai setelan piyama pendek.
" Sana mandi Yang .... " kataku yang melihat Dia lagi nonton.
" Wangi bangat sih Kamu Yang .... " katanya lalu berdiri dan menghampiriku yang duduk di meja riasnya.
" Kamu mau ngapain ???? " kataku melotot sambil menunjuknya.
" Emang kenapa ??? Emang Aku ngapain ???? " jawabnya sambil senyum senyum mengangkat tangannya sambil mendekat dibelakangku.
" Udah sana mandi !!! " cetusku.
Dia langsung memelukku dari belakang.
" Kamu wangi bangat sih Yang .... " katanya sambil menciumiku membuatku geli.
Aku hanya senyum senyum melihatnya dari cermin yang ada didepanku.
" Awas ih .... Mandi sana Yang .... " dorongku.
" Bentar ih .... Aku mau isi tenaga dulu. " jawabnya memelukku dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Aku membiarkan Dia memelukku karena kalau udah ngomong gitu, pasti Dia butuh support atau kekuatan.
Mungkin setelah memelukku Dia jadi lebih fresh lagi.