Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 46


__ADS_3

Selama film yang Kami tonton berlangsung, sesekali Aku memeluknya karena kedinginan.


Aku berusaha menahan airmata karena film itu bercerta tentang kehidupan Keluarga juga.


" Aisshhh.... Aku jadi mewek gara gara ini film ... " kataku sambil menyenderkan kepalaku di bahunya.


Dia langsung menggengam tanganku dam mencium keningku.


Dia mengelus elus tanganku hingga Aku ketiduran sampai film nya selesai.


Dia mencubit hidungku saat filmya selesai hingga Aku terbangun.


Aku menatapnya dengan nyengir karen ketiduran. Dia hanya senyum senyum sambil geleng gelang melihatku.


" Kamu ngantuk ???? " tanyanya mengelus mukaku.


" Udah gak. Hihihi .... Hayuk... " kataku sambil berdiri dan memegang tangannya.


Dia langsung memijit mijit kepalaku sebelum keluar dari dalam bioskop itu.


Kami berjalan mengelilingi beberapa store dan membeli beberapa barang. Aku memilih beberapa baju untuknya dan hendak membelikannya tapi Dia tidak mau dan segera menyodorkan kartu kreditnya ke kasir.

__ADS_1


" Aku ajah Sayang .... Ini kan Aku yang beliin." kataku sedikit kesal karena Dia mulu yang bayarin.


" Pokoknya Kamu hanya berada disampingku dan menemaniku. Untuk urusan uang biarkan Aku yang menghabiskannya. " jawabnya sambil main mata.


Aku pun senyum geleng geleng melihat kebaikannya yang tidak perhitungan. Baru kali ini Aku ketemu Pria yang baik dan royal sama uang.


Wajah juga sih pikirku karena Dia memiliki hotel yang berbintang 5 disini. Dan di Negaranya Aku gak tau apa usahanya Dia.


Hidupnya ajah Aku gak ngurusin karena memang Aku gak ingin tau dan tidak mau kepo. Karena hubungan Kami hanya sebatas Nafsu saja. Tidak lebih walau kadang Dia suka ngaur ingin Aku jadi Istrinya.


" Sayang ... Aku capek ... pulang ajah iya... " kataku karena memang sudah pegal berkeliling store dan memang Aku Orangnya cepat bosan kalau hanya berkeliling keliling biasa saja.


" Tapi Sayang, Aku merasa gak enak ikut balik ke hotel. " kataku.


" Kenapa ???? " katanya kaget.


" Aku gak enak ajah karena ternyata itu kan Hotel Kamu. Aku gak mau nanti Aku di cap Karyawan Kamu sebagai Wanita yang tidak baik karena nginap di kamar Kamu. Aku gak mau Orang lain tahu hubungan Kita. Aku juga tadinya kalau tau itu punya Kamu, Aku gak bakalan datang kesana. "


" Sorri iya ... Aku gak ngasih tau Kamu. Aku minta maaf... Aku paham yang Kamu pikirkan... dan Aku gak maksa, Kita ke hotel lain ajah iya .... " katanya.


" Kamu istirahat ajah dulu Sayang ... Besok Kita ketemu lagi. " kataku menatapnya.

__ADS_1


" Aku masih kangen sama Kamu. Please.... " jawabnya sambil mengecup tanganku hingga membuatku ingin melakukannya sekarang juga di dalam mobil itu.


Aku pun senyum mengangguk dan mengecup bibirnya dengan manis dan mulai meraba lehernya.


" Ayooo buruan Sayang pesan .... Aku udah gak tahan .... " bisikku sambil mencium pipinya.


Dia senyum dan langsung memesan hotel terdekat. Dia langsung mengecup bibirku dan mulai mengemutnya. Aku pun melakukan hal yang sama.


Dia mulai memainkan tangannya kearea tubuhku dan Aku langsung menahannya.


" Jangan disini please .... Aku tidak bisa merasa puas nanti.... taaahan .... " kataku sembari senyum dan mengedipkan mataku.


" Kamu iya .... " jawabnya sembari senyum dan langsung menjalankan mobilnya.


Di jalan Dia selalu memelukku sambil nyetir dan Aku langsung memukul tangannya karena Aku tidak mau dan tidak suka karena Dia lagi nyetir nanti tidak fokus.


Aku langsung memikirkan kejadian Papa sama Mama. Aku tidak mau hal yang sama terjadi samaku.


Aku selalu mengingatkannya untuk tidak melakukan hal aneh saat menyetir apalagi saat bersamaku.


Dia hanya mengangguk tanpa menanyakan alasannya karena mungkin Dia berpikir bahwa apa yang Aku katakan itu benar dan atau mungkin Dia tidak mau tau juga alasanku mengatakan itu.

__ADS_1


__ADS_2