Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 237


__ADS_3

Saking enaknya diurut, Aku sampai ketiduran. Tapi tadi pas lututku diurut, Aku hampir menangis karena menahan sakitnya.


" Non ... Ini udah biru bangat nih .... Untung Kalian sebelumnya ngurut pelan pelan. Kalau gak, Darahnya bisa bergumpal tuh di lututmu." kata Mbok.


" Iya Mbok. Tapi ini gimana, Perlu di cek ke Dokter gak ??? " tanyaku.


" Gak perlu Non. Kita lihat seminggu ini dulu iya soalnya nanti 3 hari lagi Mbok harus ngurut lagi untuk memastikan.... " kata Mbok.


" Oh oke oke Mbok. Siap. " kataku menjawabnya.


Selesai Aku diurut, Aku tiduran di soda karena gantian sama Mami yang akan diurut. Aku tidur disamping RR dan sedikit menurunkan sofanya agar seperti kasur karena memang sofa di ruang tengah bisa diatur atau di set.


" Minum dulu teh manis nya Yang, Baru tidur. " kata RR.


Aku pun langsung menurutinya dan langsung meminumnya.


" Aku ngantuk. " kataku.


" Kamu mah ngantuk mulu ... " kata RR senyum geleng geleng melihatku.


Aku langsung mencubit pinggangnya karena Dia senyum.


" Sakit ih Sayang ..... Iya udah iya udah tidur dulu. Tuh lututmu merah bangat itu habis diurut. " kata RR sambil mengelus rambutku.


" Kamu gak mandi dulu barau diurut ??? " tanyaku memejamkan mataku.

__ADS_1


" Gak usahlah ..... "


" Iya udah. " jawabku sambil memejamkan mataku.


Aku benar benar tidurnya enak bangat habis diurut. Bahkan Mami dan RR juga diurut, Aku tidak mendengarnya. Sampai Tukang urutnya pulang Aku tidak tahu.


Saat Aku bangun, Aku melihat Mami dan RR yang tidur juga. Mami di sofa dan RR di kasur itu.


Aku melihat jam dan sudah jam 3 sore. Lumayan lama juga Aku tidurnya dan bangun bangun badan terasa ringan. Hanya saja lututku jadi lumayan sakit sedikit karena habis diurut itu dan karena darahnya seperti kata Mbok tadi sudah menggumpal sedikit makanya mungkin jadi lumayan sakit.


Lututku masih memerah dan Aku berjalan ke arah meja makan tanpa membangunkan Mereka.


Aku melihat Bibi yang lagi asyik di dapur masak.


" Masak apa Bi ??? " tanyaku sambil berjalan pelan.


" Gak Bi. Aku belum lapar, Nanti ajah bareng sama Mereka. Jam berapa tadi Mbok nya pulang Bi ??? Aku gak tau dan gak dengar saking enaknya tidur.... "


" Jam 12 an Non .... Iya Bibi lihat juga Kamu tidurnya enak bangat makanya RR tadi menghentikan Bibi saat mau membangunkan Kamu untuk bayar sama Mbok. "


" Trus Bibi yang duluanin???? "


" Bukan, Mami awalnya yang mau bayarin, Tapi RR gak mau dan Dia yang bayar. "


" Ohhh .... "

__ADS_1


" Tadi sebelum Dia bayar, Dia nanya Bibi mau dikasih berapa. Aku bilang biasanya per orang 100 ribu. Tapi gak tau Dia ngasih berapa. "


" Ohhh... "


" Mereka juga enak bangat itu tidurnya. Kelihatan sekali Kalian kecapean semua. "


" Iya Bi. langsung enteng nih badan. Tinggal kaki nih .... " kataku.


" Iya iya. Itu juga Bibi udah lihat lutut Kamu tadi pas Kamu tidur. Itu darahnya mungkin sudah mulai ini karena habis diurut itu makanya lutut Kamu memerah.... "


" Iya Bi. "


Aku membuka ponselku dan melihat beberapa pesan dari Steve karena Dia tau Aku sudah pulang hari ini.


" Hello .... Selamat Siang Ran .... Sudah sampai Indonesiakah ???? Bagaimana kabarnya ???? Besok masuk kan ??? Ada hal penting yang mau Saya bicarakan. "


" Aish .... ini Orang kenapa dah ???.... Besok kan Aku masih libur !!!!! " gerutuku kesal.


" Hallo Pak .... Selamat sore .... Baik Pak, Oh iya besok kan Saya masih libur toh Pak .... Jadi mau istirahat dulu karena emang sengaja Aku balik dari Paris sehari sebelum kerja biar bisa iatirahat, Hehehe .... Kalau ada yang penting boleh di telepon Pak. " balasku.


" Oalah .... Saya gak tau Ran hehehhe .... Ada sih yang penting, Penting bangat malahan Ran ...."


" Urgent kah Pak ???? Besok Saya usahain deh ke kantor. "


" Pengen dengar suara Kamu ...... "

__ADS_1


" Aishhhhhhhh ..... " balasku.


__ADS_2