
" Aku lapar sama capek, Tapi takut makan .... " kataku manja.
" Jangan makan yang gak Kamu tahu Cin .... " kata Mami.
" Iya. Kita minum sambil pesan roti ajah. Apa Kamu mau makan nasi ???? Pake ikan ajah atau ayam, Gak usah yang aneh aneh. " jawab RR mengelus rambutku.
" Mami mau makan gak ???? " tanyaku.
" Udah gak usah khawatirin Aku. Kamu ajah dulu Cin ..... Aku mah gampang, Masih kenyang juga Mami. " kata Mami.
" Iya udah Kita pesan roti ajah iya. " kataku melihat Mami.
" Iya iya. "
Kami turun ke lantai lobby karena kebanyakan store roti dan minuman ada dilantai itu.
Kurang lebih 2 jam Kami disana sambil menikmati kopi dan roti yang Kami pesan, Akhirnya Kami pulang karena harus mampir ke RS dulu untuk mengambil obat serta memeriksa Aku.
'' Jadi pengen tinggal disini deh Sayang .... Udara serta lingkungannya enak bangat gitu, Adem rasanya. Banyak pepohonan. " kata Mami sembari memandang dari Mobil.
" Iya nanti tinggal disini ajah Mi. "
" Makanya buruan dah Halalin Ranti, Biar bisa lama lama disini. Hahahaha .... " kata Mami ketawa.
__ADS_1
" Maunya sih gitu Mi, Tapi Dianya masih belum siap mungkin.... " jawab RR sembari melirikku.
" Gimana tuh Cin ... Jangan lama lama ah .... Nanti keburu basi kan jadi gak enak ..... "
" Mami maunya kapan ???? " kataku santai sambil membuka medsosku.
" Iya Mami maunya secepatnya lah Cin ..... Mami mau berdandan cantik nanti di Pernikahan Kalian. " jawab Mami sambil memejamkan matanya sembari memikirkannya.
" Sekarang ajah ngapain nunggu nanti ??? "
" Iya itu beda atuh Cin .... Hari Pernikahan itu harus spesial dong .... "
" Oh gitu iya ???? "
" Jadi kapan nih ???? Jangan oh gitu iya oh gitu iya dong jawabanmu .... Gimana tuh Sayang ???? " lirik Mami mengerutkan keningnya sama RR.
" Nah tuh Cin .... Udah dikasih kode tuh .... Berarti sekarang tinggal Kamunya ajah ... Jangan sampai sia sia nanti kesetiaannya. "
" Emang iya ???? Kamu mau sama yang lain ???? " tatapku sama RR dengan tatapan sedikit percaya diri.
" Gak ada yang lain. Hanya Kamu doang dan Kamu Seorang .... " jawab RR mengekus tanganku dan menggenggamnya.
" Nah tuh Mi, dengarin ...."
__ADS_1
" Hallllaaa ..... Nanti Dia jauh Kamunya malah kecarian dan kesepian .... " cetus Mami.
" Ih apaaan sih Mi. " jawabku cepat.
" Emang iya Mi ???? Berarti selama Aku pulang dan gak ada komunikasian sama Dia, Dianya kesepian dong Mi ???? " tanya RR senyum sembari melirikku.
" Iya bisa dibilang begitu Sayang .... Dia terlalu munafik untuk tidak mengakuinya .... Padahal itu hanya membuat Dia tersiksa doang .... " kata Mami blak blakan.
Aku memilih tidak menjawabnya dan menyenderkan kepalaku di bahunya RR dan memegang tangannya.
Tempat ternyaman bagiku berada di bahunya. Semua terasa tenang dan nyaman.
Dia mengelus rambutku dan menggenggam tanganku.
" I love You.... " bisiknya.
Gejolak asmaraku membara saat Dia membisikkannya ditelingaku. Tidak bisa Aku pungkiri saat ini bahwa hatiku benar benar terpikat olehnya.
Kedewasaan dan tanggung jawab yang selama ini Dia tunjukkan memang terlihat tulus darinya.
Apakah ini Pasangan terbaik untukku ????
Apakah Aku akan bahagia bersamanya selamanya seperti yang Dia janjikan ????
__ADS_1
Aku berharap yang terbaik dan hal hal baik selalu menghampirku dan menghampiri semua yang disekelilingku.
Semoga cinta yang Aku rasakan dan kebahagiaan yang Aku rasakan bisa menular untuk Orang Orang disekitarku.