
" Sayang .... "
" Hhmmm ??? kenapa ??? " tanya RR saat mengemudi di jalan.
Aku langsung menciumnya dan memelukknya sehingga tangan kiri RR juga memelukku. Aku menyenderkan kepalaku dibahunya.
Aku merasa sangat tenang dan nyaman saat itu.
" Muaachh .... " RR mencium kepalaku sambil mengelus punggungku.
" Aku capek. " kataku pelan sambil memejamkan mataku sambil memeluk erat tubuhnya hingga Dia sedikit tidak konsentrasi mengemudi.
RR langsung mengemudikan mobilnya ke hotel terdekat. Dia langasng cek in dan Aku duduk menunggu saking ngantuknya.
Setelah cek in, Kami langsung naik dan Dia menggenggam tanganku. Aku hanya ingin tidur. Mataku sudah tinggal 5 watt.
Dia membuka pintu dan menyalakan lampu kamar itu. Aku langsung membuka sepatuku dan berjalan ke arah kasur lalu membaringkan tubuhku disana. RR langsung menyalakan AC dan menghampiriku.
" Sayang Kamu mau langsung tidur ??? " tanyanya duduk disampingku sambil mengusap lembut rambutku dan Pipiku.
Aku mengangguk dan memegang tangannya yang mengelus Pipiku. Aku memejamkan mataku sambil memegang tangannya sehingga Dia tidak bisa kemana mana. Dia hanya duduk dan menemani tidurku sembari mengelus elus rambutku.
Aku menggeser agar Dia bisa berbaring dan tidur juga. Dia setengah tidur karena masih menonton TV dan Aku memeluknya hingga Dia menurunkan tubuhnya hingga berada diposisi tidur juga.
Dia menatapku sambil mengelus elus pipi dan bibirku, Sesekali Dia mengecupnya hingga Aku membuka mataku dan melihatnya senyum memandangi Wajahku.
__ADS_1
" Hmmm ??? ... " tatapnya sambil senyum manis saat Aku senyum dan masih mengusap mataku perlahan.
Aku langsung mendekatkan tubuhku dan wajahku di dadanya kekarnya itu. Nyaman sekali rasanya berada didekat Dia.
" Kamu gak mandi Sayang ???? " tanya RR sambil mencium wajahku.
" Aku gak ada baju ganti. Ini udah jam berapa iya ??? " tanyaku sembari melihat jam tanganku sudah jam 9 malam.
" Astaga .... Aku sudah merasa enakan nih badan walau hanya tidur sebentar. Kayaknya Aku masuk angin deh. " kataku mengerutkan bibirku melihatnya.
" Jadi udah bisa dong ..... " godanya dengan genit.
" Bisa apa ??? cubitku di dadanya.
Dia langsung menciumiku sambil menggelitikinku hingga Aku ketawa kencang dan minta dilepasin karena Dia sudah mengunci kedua tanganku dan berada diatasku.
Aku sudah mulai bergairah dan membalas ciumannya. Saat Aku ingin ******* bibirnya, Dia langsung menyudahinya dan sengaja buat Aku marah.
" Ih .... Apaan sih ??? " cetusku saat Dia beranjak dari atasku.
" Kenapa Yang ??? " jawabnya senyum.
" Tau ah. Bodo amat. " cetusku kesal.
" Iya udah iya udah hayo hayo .... Jangan Marah ah .... Aku sengaja bikin Kamu kesal. Hehehe .... " peluknya.
__ADS_1
" Kamu mah kebiasaan. " cetusku.
Dia langsung melepaskan dan memelukku erat sambil mengecup bibirku lembut. Kami saling berbalas ciuman lembut hingga Aku mulai mendesah saat Dia mulai bereaksi.
Kami berdua sama sama mengeluarkan suara suara khas itu karena menikmati permainan itu.
Dia sudah siap untuk mulai bekerja dan menerjang dan siap untuk melakukan permainan. Nafasku tersenggal senggal dibarengi suara nikmat.
Dia menggenggam kedua tanganku dengan erat sambil berusaha untuk melakukannya karena sangat susah.
" Lagi lagi ini sangat susah sekali Yang ... Kamu merawatnya dengan apasih ???? " gumamnya dengan wajah keringatnya
Aku kembali memeluknya erat sambil mengemut lembut bibirnya yang indah itu.
Dia mulai mencoba dan mencoba lagi hingga Aku membantunya agar bisa melakukannya.
"Bagaimana Sayang ??? Apakah sudah nikmat ? Sudah puas ???? " bisik RR.
Aku menggelengkan kepalaku.
" Apa itu maksudnya ???? " tanya RR mempercepat ritme permainan itu yang semakin membuatku menikmatinya habis dan Dia menggenggam tanganku ke atas kepalaku dan semakin terus memainkannya membuatku menikmatinya.
Dia makin menaikkan tempo permainan itu dan permainan itu berhenti.
Dia memelukku dan menghempaskan tubuhnya disampingku dengan nafasnya yang tidak beraturan.
__ADS_1