Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 129


__ADS_3

Aku langsung berjalan menghampiri Mami yang sudah menunggu di lobby. RR selalu menggenggam tanganku dan mungkin Dia tidak mau Mami tahu bahwa Kami barusan lagi berdebat hanya karena hal sepele.


Aku berjalan seperti biasa walau masih terasa dan RR selalu menatapku karena Dia tahu bahwa Aku berusaha menutupinya.


" Kita sama supir ajah iya ??? " tanya RR.


" Iya. " anggukku tanpa melihatnya dan Aku tertuju ke HPku saja.


RR langsung menelpon Supir yang sudah stand by saat Dia hendak pergi kemana mana.


Mami duduk didepan sementara Kami berdua dibelakang. Dia selalu menggenggam tanganku padahal udah di dalam mobil.


Setelah meninggalkan hotel, Aku memejamkan mataku dan menyenderkan kepalaku di kursi penumpang mobil itu. Aku tidak mengatakan apa apa hingga Mami dan Supir itu asyik mengobrol dan sesekali Mami menyanyi mengikuti lagu yang diputar.


Sesekali kepalaku hampir terjatuh hingga Dia langsung cepat mendekatkan bahunya di kepalaku. Dia menggenggam tangan kiriku sementara tangan kananku memegang HPku. Dia langsung mengambil HPku dan meletakkannya disampingnya.


RR merasa bersalah karena Aku benar mengatakannya tadi bahwa Aku mau tidur. Dia mengelus kepalaku yang menyender di punggungnya sembari Dia memejamkan matanya.


Setelah sampai disana, Dia membangunkanku.


" Yang .... Bangun. Kita udah sampai. " katanya sambil merapikan rambutku sementara Mami langaung turun sama Supir karena RR juga tadi mengajaknya makan juga bersama Kami.


" Hhmm ... zzzz ... " Aku mengusap mataku.


" Masih ngantuk iya ??? " kata RR lembut mencium kepalaku.


Aku mengangguk pelan sambil mencari HPku.


" Ini HP Kamu. Tadi Aku taroh disini takut jatuh dari tanganmu. " katanya sambil memberikannya.


" Thank You Sayang. "


" Masih perih gak Yang ???? " tanyanya karena khawatir.


" Dikit doang. Ayooo Mereka udah nunggu tuh. " jawabku sambil menunjuk Mereka yang melihat ke arah mobil.


Dia membuka pintu mobil sembari merasa bersalah samaku karena Aku merasa sedikit kesakitan.

__ADS_1


Dia langsung turun dan memberikan tangannya samaku agar Aku pegang saat keluar dari mobil.


" I am Oke Sayang ... " jawabku senyum melihatnya yang memasang wajah kekhawatirannya.


Aku keliluar dari mobil sambil senyum melihat Mami memberi isyarat untuk melihat ekspresi RR. Kami langsung masuk ke dalam karena memang hari masih belum terlalu rame jadi Pesanan Kami langsung dihidangkan untuk beberapa menit kemudian setelah menunggu.


Setelah makanan datang, Kami langsung menyantapnya apalagi Mami dan RR sudah lapar.


Sesekali RR menyuapiku dan memberikan ikan yang sudah disiangi dari durinya.


" Aku jadi iri dan baper nih lihat Bapak yang penuh perhatian. " kata Supir itu memulai pembicaraan.


'' Iya Aku juga tau Pak. Miris dan sangat teriris sekali hatiku melihat Mereka bermesraan didepan Kita. Hatiku berkeping keping sudah. " jawab Mami seperti melakukan adegan drama.


" Bapak udah lama kenal sama Dia ??? " tanyaku sama Supir itu sambil mencicipi ikan bakar bumbu rujaknya.


" Lumayan lah Bu. Setiap Bapak ke hotel pasti Saya yang stand by untuk mengantarnya kemana mana. "


" Oh .... "


" Apa yang Bapak salutkan sama Dia ???? Semua Orang bisa mempelakukan Orang lain dengan baik. " cetusku.


" Itu sesuatu yang harus dibanggakanlah Cin ... Semua Orang bisa melakukan seperti yang Kamu bilang itu, Tapi tidak semua bisa memperlakukan hal seperti itu dengan tulus. "


" Wah .... Kamu seharusnya jadi Pembicara ajah Mi. "


" Maunya sih gitu. Tapi Aku takut setiap kali melihat Lelaki tampan, Aku langsung hilang konsentrasi. Kan bisa bisa Aku dipermalukan dong ..... "


" Gak apa apalah sesekali.... Wkwkwk ... " kataku tertawa.


" Mau nambah nasi gak Kamu ???? " tanyaku melihat RR yang hampir habis nasi dipiringnya.


" Itu nasi Kamu habis gak ??? " tanyanya.


" Gak. Aku udah. " jawabku.


" Iya udah itu ajah sama Aku. " jawabnya sambil mengambil nasi yang ada di piringku.

__ADS_1


" Ehhhh ... " kataku.


" Nah kamu bisa menilai dari situ ajah Cin .... " cetus Mami memotong pembicaraan.


" Mau Aku minta satu porsi lagi gak nasinya ???? " tanyaku melihatnya sambil melap keringatnya dengan tissue.


" Gak. Ini udah cukup. " jawabnya.


" Wah ... Jarang jarang ada yang kayak gitu, Iya gak Pak ???? " kata Mami melihat Supir itu.


" Iya betul. "


" Udah udah .... habisin ajah, Bapak nasinya kurang gak ??? " tanyaku sama Supir itu.


" Gak Bu. Aku udah kenyang. Makan ini ajah lauknya. Sayang kalau gak habis. "


" Iya betul. "


Aku mengisi air minum di gelas RR karena sudah kosong. Sesekali Aku menatap dan melihatnya makan karena begitu lahap. Dia tidak pernah milih milih makanan.


Dia sesekali menyuapiku ikan membuat Mami dan Supir itu baper habis.


" Ih Kamu keringatan bangat sih Yang ???? Perasaan gak gitu panas deh ... " kataku smabil mengusap keringatnya.


" Iya bedalah Cin .... Mungkin kalau Kita berkunjung ke Negara Mereka juga bakal kayak gitu mungkin. " kata Mami membelanya.


" Kok Kamu tau sih Mi ???? Kayaknya Kalian cocok deh. " kataku sambil senyum.


" Aku gak bisa menahan panas Yang .... Makanya langsung cepat berkeringat. " tatapnya samaku.


" Iya iya .... Gak usah tatapannya begitu. " cetusku senyum sambil mencubit hidungnya.


Setelah lumayan lama disana, Kami langaung meninggalkan tempat itu setelah Dia selesai membayarnya.


Seperti yang Mami bilang, Kami langsung membeli beberapa minuman lagi dan beberapa makanan dan cemilan untuk menemani minuman Kami itu.


" Pokoknya hari ini harus Cantik dan indah "

__ADS_1


__ADS_2