Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 207


__ADS_3

Berkali kali, Aku melihat Wanita itu memberikan beberapa daging ke mangkok RR. RR menolaknya tapi Jasmine bersikeras hingga satu daging jatuh kelantai karena tolakan RR.


Rein melihat RR dan menggelengkan kepalanya. Aku melihat wajah Rein penuh dengan kemarahan dan kekesalan.


" Ini Bi. " kata Jasmine sambil memasukkan potongan daging ke mangkok RR.


" Saya bilang gak iya gak !!!!!! " bentak RR sambil meletakkan sumpitnya sehingga Pengunjung yang ada disana sempat menoleh kearah Kami.


" Jangan marah marah. Kita lagi makan, Kalau Kalian ada masalah atau apapun itu nanti saja diomongin baik baik. Jangan kayak gini, Malu sama Orang. " kataku santai dan pelan melihat RR yang wajahnya sudah penuh dengan emosi dan kemarahan.


Dia melihatku dengan mata yang penuh berkaca kaca sementara Wanita itu senyum.


Mami dan Rein yang mendengar perkataanku itu, senyum dan mengelus tanganku.


Aku masih bersikap biasa saja karena Aku tidak tau Wanita itu siapa dan mau apa sama RR. Tapi perlahan Aku diam dan memikirkannya mungkin saja Dia Wanita yang meninggalkan RR disaat hari pernikahan Mereka sudah dekat.


Karena Aku juga melihat raut wajah dan jawaban Rein tidak senang melihatnya.


Aku gak marah sama RR dan Aku kasihan sama Dia. Dia masih diam, Mungkin Dia kaget dan syok tiba tiba Wanita itu dengan santainya berada di depan mata Dia tanpa merasa bersalah.


" Kak boleh duduk disini gak ??? Aku mau ngomong sama Mami. " tanya Rein melihatku.


" Ngomongnya nanti ajah Re. " jawabku sembari menahan ketawa dan melihatnya dengan mengedipkan mataku karena Dia mau Aku duduk disamping RR.


" Abang diam ajah tuh .... " bisiknya.


" Mungkin Dia lagi cari kekuatan dan keberanian dulu kali Re. " bisikku ketawa juga.

__ADS_1


Jasmine menatap dan melihat RR dengan berpangku tangan yang lagi asyik makan.


" Tatapanmu ..... Senyumannmu ...." Mami bernyanyi dengan pelan sambil melirik lirik Aku sama Rein dengan senyum senyum.


Aku gak mau ambil pusing hanya karena Mantannya datang atau siapapun itu karena Aku juga belum tau itu siapa.


Setelah bebera menit RR selesai makan, Dia melihat kearah Kami.


" Udah ???? Kita pulang ???? " tanya Dia.


" Oke Bang .... Mba minta bill nya iya .... " kata Rein memanggil Pelayannya.


" Bi, Mau pulang ???? Kita jalan jalan dulu disini. Aku juga mau cerita sama Kamu. Please.... Maafin Aku. " kata Jasmine hendak memegang tangan RR.


" Saya sudah melupakan itu semua. Itu sudah menjadi masa lalu yang sangat kelam bagi Saya. Dan Kamu tau, Saya sangat menyesal kenal sama Kamu. Itu hal terburuk dalam hidupku. " cetus RR dengan tegas dan tenang walau Dia masih seperti trauma.


" Sudah gak ada gunanya itu. Dan Saya juga sudah melupakan semua itu karena Saya sudah hidup bahagia. " jawab RR dan berjalan kearahku serta menggenggam tanganku dan menunjukkannya.


Rein dan Mami senyum melihat itu sambil membayar makanan Kami.


" Aku minta maaf Bi .... " kata Jasmine sambil memegang tangan RR tapi RR dengan sigap melepas tangan Wanita itu.


" Satu lagi yang perlu Saya tegaskan sama Kamu iya !!!! Jangan pernah muncul lagi dihadapan Saya karena Saya benar benar muak melihat Kamu. Saya sangat menyesal mengenal Kamu, Dasar Wanita ****** tidak tahu malu Kamu masih menampakkan diri didepan Saya !!!! Kamu itu harusnya bersyukur bahwa Saya tidak melaporkanmu ke Polisi dan Kamu harus instropeksi diri, Tau gakk ???!!! Jangan sampai Saya mempermalukan Kamu disini.!! " cetus RR dengan keras sehingga Pelanggan direstoran itu melihat ke arah Kami.


Bahkan ada yang bilang " Oh jadi itu Wanita yang meninggalkan RR itu ??? Yang sempat viral itu bukan ??? Cantik juga gak iya tapi berani beraninya Dia muncul lagi dihadapannya ??? Aturan malulah kan ??? " katanya sama Temannya.


" Mungkin Dia udah gak punya apa apa kali hahahah ..... " jawab Temannya.

__ADS_1


Aku melihat RR sudah emosi sehingga Aku langsung menggenggam tangannya dan mengelusnya agar Dia tenang. Dia menatapku dan Aku mengangguk agar Dia tenang.


Wanita itu malu dan menunduk tidak berkata apa apa, Lalu Temannya menarik tangannya untuk pergi dari sana.


Aku menepuk lembut tangan RR agar Dia sabar.


" Are You Oke ???? " kataku menatapnya yang menarik nafas panjangnya.


Dia mengangguk pelan lalu berjalan menggenggam tanganku keluar dari Restoran itu.


" Lihat tas yuk Cin .... " kata Mami memecahkan keheningan.


" Kamu mau ikut gak Yang ???? " kataku melihatnya yang berjalan menunduk.


" Hhhmmm .... Kalian ajah dulu iya, Aku mau istirahat. Aku tunggunya di mobil ajah iya. Gak apa apa kan ??? Re tolong temanin Mereka iya. " jawab RR sambil mengelus rambutku.


" Gini ajah, Kalian ajah iya Mi yang kesana. Sekalian tolong beliin buat Adiknya Angel iya. Pake ini ajah iya Mi. Aku mau temanin Dia. Gak apa apa kan ??? " kataku sambil memberikan kartuku.


" Iya Kak gak apa apa. Nanti Aku yang temanin Mami. " jawab Rein senyum.


" Kalau Kamu mau ikut gak apa apa Yang ... Aku mau tidur dulu bentar. " jawab RR.


" Gak apa apa. Kita pulang ajah biar Mereka yang jalan jalan. " kataku sambil mengelus punggungnya.


" Iya Bang gak apa apa. "


" Udah istirahat ajah Cin .... Jangan sedih sedih ... " kata Mami sambil main mata membuat RR sedikit tersenyum.

__ADS_1


" Iya udah Bye .... "


__ADS_2