Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 37


__ADS_3

Setelah Beberapa hari Aku ngasih nomornya Agus sama Mami, belum ada kabar terbaru dari Mami dan Aku juga tidak menanyakan itu.


Aku sudah mulai disibukkan dengan pekerjaan dan beberapa meeting dengan vendor dan klien yang mau bekerja sama denganku.


Pagi ini, Aku mau menghadiri acara dari Toko Online ku yang merupakan undangan karena Toko Market placeku merupakan salah satu toko online terlaris dan best seller.


Aku langsung ke gedung kantornya yang super duper megah sekali. Aku bahkan berharap dalam hati saat memasuki gedung itu bahwa suatu saat nanti Aku bisa memilki butik dengan gedung sebesar ini.


Setelah pertemuan dengan Mereka, Aku diberi penghargaan dan beberapa cendramata. Mereka juga menawari untuk beberapa fitur terbaru yang berada di Marketplace itu agar memudahkan customer melakukan pembelian apalagi yang beralamat di pedalaman.


Tidak henti hentinya Aku selalu bersyukur atas apa yang sudah Aku miliki dengan kerja kerasku selama ini.


Aku bersyukur memliki Mereka Mereka yang ada bersamaku saat ini. Setelah beberapa jam disana, Aku hendak mau ke butik langsung. Tapi saat di parkiran, Agus menelpon untuk meeting hari ini juga karena beberapa warna yang Aku pilih kemarin lagi kosong di pabrik.


Aku langsung kesana karena deadline untuk diproduksi sudah hampir dekat. Sampai disana, Aku diarahkan Sekretarisnya untuk ke ruang meeting dan ternyata Agus sudah menunggu disana.


Aku melihat Dia bersama Asistennya berada disana, Aku langsung masuk dan menyapa.


Tanpa basa basi lagi, Aku langsung menanyakan warna bahan yang ready saaat ini karena Aku tidak mau menunda untuk bagian Produksinya.


Saat Aku bicara, Aku mengabaikan senyum senyum lemparan yang Dia berikan untukku dan Aku juga mengabaikan tatapan tatapannya samaku.


Aku tidak mau bisnis dan kerja sama akan memperlambat dengan cara nya yang lumayan lambat dan berbeda sekali sama Papanya.

__ADS_1


Tidak lama setelah memilih warna, Aku langsung menetukan pilihan dan mengingatkan agar produksi pertama dikirimkan ke butik. Agus juga meng iyakan dan menyakinkanku untuk sabar bahwa hari pertama produksi, barang pertamanya dikirim ke butik untuk Aku memastikan sampelnya benar tidak seperti yang Aku inginkan.


" Baiklah, karena sudah selesai, Aku mau pamit dulu iya soalnya masih ada urusan Saya. '' kataKu setelah beberapa lama ngobrol biasa sambil nge teh.


" Mau Saya antar gak ???? kebetulan hari ini Saya bebas. '' jawabnya senyum kearahku.


" Terima kasih iya Pak Agus. Tapi Saya bisa kok sendiri hehehe....Dan Saya juga bawa mobil sendiri. "


" Oh gitu iya..... Mba Ranti sibuk bangat iya.... bahkan ajakan Saya di chat juga di tolak melulu, hehehe.'' katanya cengar cengir.


Aku hanya melihatnya dengan senyum lalu berdiri dan berjalan meninggalkan ruang meeting itu diikuti Agus dan Sekretarisnya.


Aku diantar Sekretarisnya sampai ke lobby dan Aku pamit untuk pergi.


" Halo Sin..... Kalian udah pada makan belum ??? " tanyaku.


" Belum Bu.... Masih packing packing ini. " jawab Shinta.


" Bibi ada disana gak ???? "


" Gak ada Bu. Bibi belum kesini. "


" Iya udah, Nanti Aku mau beliin makan siang Kita. Kalian gak usah beli iya. Dan telepon Bibi jangan masak iya Sin.... "

__ADS_1


" Baik Bu. Terima kasih Bu. "


" Iya iya. "


Aku langsung menuju restoran dan memsan makan siang untuk Kami semua. Aku selalu memperhatikan Karyawan Karyawanku walaupun bentuk nya gak seberapa paling tidak Aku selalu menyempatkan waktu untuk bersama Mereka agar Meraka tidak terlalu sungkan.


Saat Menuju Butik, Mami langaung menelponku dan mengatakan ingin datang ke Butik.


" Pie ??? Udah Kamu Telepon belum si Agus itu ????


" Cin.... nanti Aku ceritain iya disana. " katanya dengan suara bahagia.


" Wah kayak ada aura aura beda nih..... baiklah, Mami datang ajah iya. " jawabku sambil mematikan teleponnya.


Sampai di butik, Aku langsung parkir di samping Butik dan melihat di dalam hati ini lumayan rame. Aku langsung masuk dan membantu beberapa customer yang belanja.


Bahkan ada beberapa dari Mereka yang ngajak foto bersama karena dikira Aku Artis. Mendengar itu, Aku tertawa geli dan kencang dan Sinta yang mendengarnya juga ketawa dan memberi tahu bahwa Aku bukan Artis.


" Artis kan ???? Orang Mba nya Selebram kan ???? Aku follow Mba loh.... Makanya Aku tahu kesini. '' Kata Seorang Anak ABG.


" Oalaaahhh .... Bukan Artis dan bukan Selegram loh Mba..... Kita sama loh, sama sama Pekerja." jawabku senyum melihatnya.


" Ah Udah selebgram itu Mba.... " katanya maksa.

__ADS_1


" Terserah Mba nya lah.... " jawabku senyum.


__ADS_2