
" Tolong .... Jangan lakukan itu .... " kataku histeris berlari dengan kencang yang mungkin tertutup dengan suara musik.
" Bruakkkkk ....... "
Secara bersamaan, RR dan Mami melihat kebelakang.
Botol minuman itu langsung pecah dan isinya tumpah semua. Pecahannya bertaburan dilantai. Botol minuman itu menghantam tanganku hingga lengan tangan kananku. Aku yang berlari dan memasang badan untuk RR menutup wajahku dengan kedua tanganku dengan posisi tanganku yang Aku kepal menghadap Pak Steve dengan tiba tiba. Sehingga botol itu menghantam tangan kananku karena Pak Steve mengayun dengan sangat keras hingga Dia hilang kendali saat sudah melihat Aku tepat berada didepannya.
Pak Steve sedikit mundur setelah pecahan bot itu berhamburan kemana mana dan kedua tangannya gemetaran melihat Aku dan memanggil namaku.
" Raaannn .... Raannn .... " katanya dengan suara yang terdengar sangat bersalah dan hendak mendekatiku. Tapi Mami dengan sigap mendorong tubuhnya dengan keras hingga Dia terjatuh.
" Sayang ..... " kata RR dengan suara kencang dan kaget karena melihat Aku yang ada disana dan jadi korban pukulan Steve melalui benturan minuman itu.
__ADS_1
Dia langsung memegang tubuhku yang hendak tumbang itu. Tanganku gemetaran melihat darah yang sudah mengalir deras dari lengan dan jemariku. Bahkan pecahan botol itu masih ada nancap dilengan atas pergelangan tanganku membuat Aku pingsan setelah mengeluarkan airmataku.
Mami langsung berlari keluar dan minta tolong hingga pemilik Cafe yang baru sampai itu juga kaget melihat cafenya yang kosong dan tidak ada pengunjung itu. Dia kaget melihat Mami yang berteriak berlari keluar. Pemiliknya sudah kenal sama Kami karena Kami pelanggan tetap disana.
Satpam yang berjaga di depan pun audah tidak terlihat lagi kemana perginya. Pemilik cafe itu langsung berlari mengikuti Mami kedalam dan melihat apa yang terjadi disana.
RR langsung mengangkat dan menggendongku keluar berlari dan panik sementara Mami melaporkan apa yang terjadj disana dan menyuruh untuk mengurus Steve yang sudah terdiam disana.
Dengan berlari, Mami mengejar RR yang sudah berjalan ke luar menuju mobil.
" Aduh ..... Tolong tetap kuat Ran, Please .... " kata Mami menangis sambil memegang tubuhku dan melihat pecahan botol yang masih ada disana.
RR tidak mencabutnya karena takut malah membuat makin parah. Dia membiarkannya begitu agar tim medis yang menanganinya langsung. Dia menancap gas mobilnya dengan panik dan khawatir. Dia merasa sangat bersalah karena Aku sudah mengorbankan diriku demi Dia. Sesekali Dia menatapku dari kaca spion dengan panik.
__ADS_1
Saat tiba di lobby rumah sakit, RR langsung berlari untuk memanggil Perawat membawa bankar.
Dua orang perawat langsung datang menghampiri dan RR perlahan membopongku ke atas bankar itu. Perawat yang melihat banyak darah keluar dari luka luka itu panik ditambah ada tertinggal bekas pecahan botol itu.
Dengan cepat Mereka langsung membawaku ke ruang UGD.
" Saya mau kamar VIP. " kata RR dan berlari langsung ke bagian administrasi untuk mengurus semuanya.
Dokter juga langsung masuk setelah Aku dibawa ke UGD. Disana, Lukaku langsung dibersihkan perlahan setelah tangan kiriku diinfus dan diberi obat bius supaya Aku tidak merasakan perih dan sakitnya luka itu saat diberaihkan terlebih saat pecahan botol itu diambil dari lenganku.
Mami menungguku didepan UGD sementata RR masih sibuk mengurus berkasku.
" Wah, Sus .... Ini harus benar benar bersih dan steril iya. Karena dilukanya ada campuran minuman beralkohol. Jadi pastikan semua steril. Tolong ambilkan yang banyak alkohol dan beberapa kapas serta perlengkapan lainnya. Darahnya harus dibersihkan dulu sebelum pecahan botolnya diambil karena itu bisa memperngaruhi keselamatan pasien nanti. "
__ADS_1
" Siap Dok. " jawab Suster sambil pergi mengambil perlengkapan medis lainnya.
" Wah... Wah... Ini Wanita habis tawuran apa gimana iya ???? " gumam Dokter yang membersihkan darah dijari dan pergelangan tanganku karena sebagian sudah ada yang mengering.