Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 41


__ADS_3

Setelah kurang lebih setengah jam di perjalanan menuju hotel tempat Dia menginap, Akhirnya Aku sampai dan langsung parkir.


Aku sengaja tidak menelpon Dia dan ingin kasih suprise secara diam - diam walau sebenarnya bakalan tidak terkejut.


Sebelum ke hotel, Aku mampir dulu untuk beli beberapa makanan untuk Aku bawa kesana.


Aku langsung menuju lift setelah bertanya sama resepsionist untuk kamar yang Aku tujuh dan ternyata dan ternyata hotel yang Aku kunjungi hari itu ternyata miliknya Dia setelah Aku bertanya nomor kamar atas nama Dia dan meminta kartu akses kamarnya satu lagi.


Aku sedikit terkesima dan merasa makin sedikit kagum sama Dia karena tidak pernah memamerkan Hartanya.


Bahkan Aku sedikit tertawa geli karena resepsionist tadi mengira bahwa Aku pacarnya Bos Mereka.


Aku baru percaya bahwa Dia masih lajang dan belum pernah menikah.


Mendengar perkataan resepsionist tadi, Aku hanya senyum melihatnya.


Dia bahkan menawarkan Diri untuk mengantarku ke depan kamarnya. Aku dengan sigap menolaknya dan berkata ingin memberi suprise dan si resepsionistnya juga senyum dan memberikan kartu akses kamarnya.


Perlahan Aku menempelkan kartu akses itu di depan pintu kamarnya dan berharap Dia tidak mendengarnya.


Aku perlahan membuka pintu kamar itu dan masuk dengan cara mengendap endap serta berbalik badan untuk mengunci pintu kamar itu.


Saat Aku hendak balik badan, Aku sangat kaget karena Seorang Pria berdiri tepat dibelakangku.


" Astaga ..... Aaaaaaa Aaaaaa " kataKu manja sembari sedikit kaget yang melihat Dia berdiri tepat dibelakangku.

__ADS_1


Dia langsung senyum dan memelukku erat.


" Aku kangen bangat ..... " katanya sambil memelukku dan mencium rambutku.


Aku memeluk tubuhnya yang kekar dengan lembut sambil memegang paper bag yang berisi makanan itu.


" Kenapa Kamu tidak menelpon agar Aku jemput ??? " katanya menatapku sambil memengang kedua tanganku dan mengambil paper bag yang Aku pegang.


" Aku ingin kasih suprise .... Tapi Kamu malah membuatku kaget... " kataku manja lalu memeluknya.


Dia pun memelukku dan mencium rambutku. Dia memegang tanganku untuk berjalan mengikutinya ke arah kasur dan duduk disana setelah meletakkan paper bag itu di meja.


Dia menatapku dan mengelus rambutku dengan lembut dan tiba - tiba Dia meneteskan airmatanya sembari mengelus pipiku dengan lembut. Aku yang melihatnya sontak kaget dan heran.


Dia berusaha senyum lalu memelukku dan mengelus punggungku dengan lembut.


" Aku merindukanmu. Aku benar benar kangen bangat..... Aku bersyukur sekali Kamu masih mau ketemu sama Aku. " katanya.


" Heiiii .... apaan sih .... kok jadi nangis ihhh .... " Aku mendorong tubuhnya yang masih memelukku


" Muachhh.... " Aku mendaratkan ciuman di bibirnya.


" Aku disini Sayang .... Kamu mau apa ??? ih jangan sedih - sedih .... " kataku sambil mengelus pipinya lalu menciumnya.


Dia menatapku dengan tatapan manis dan senyuman manis. Aku kembali memeluknya sambil bersandar di bahunya.

__ADS_1


" Aku ingin bersama Kamu selamanya Sayang .... Ayooo memulai hidup baru. " bisiknya.


Aku langsung memegang tangannya dan mengelusnya hingga Aku mulai mencium manja pipi dan lehernya tanpa menjawab perkataanya tadi.


Dia hanya menatapku senyum karena Aku sengaja tidak mau menjawabnya.


Aku sungguh tidak sabar ingin bercinta bersamanya hari ini. Semangatku makin memuncak saat Dia mengecupku lembut dan manja.


Tidak berlama - lama, Aku langsung memulainya walau Dia ingin Aku bersantai santai saja bersamanya dan tidak harus melakukan itu.


Tapi Aku tidak bisa menahannya apalagi membiarkan tubuh kekar yang berada disampingku menganggur.


Aku mengeriangi semua yang ada padanya dan Dia juga membiarkanku melakukan permainan permainan diatas tubuhnya Dia.


Sesekali Aku memintanya untuk bergantian melakukan pekerjaan itu dan Dia menurutinya. Aku selalu puas bersamanya.


Permainan yang dilakukan selalu santai tapi menggigit dan membuatku menjerit histeris puas.


Dia menggenggam tanganku erat dan menaikkan di atas kepalaku serta menaikkan ritme permainan.


Dia yang sudah tahu Aku bakal tidak bisa puas dengan permainan yang sebentar, Dia selalu bisa memuaskanku.


Dia benar - benar tipeku dalam segi permainan. Belum ada yang bisa menggantikan posisinya Dia.


Aku memeluk tubuhnya erat dan tidur diatasku.

__ADS_1


__ADS_2