
Sorenya RR menjemputku dan sudah menunggu di lobby. Aku masih ada sedikit berkas yang belum Aku tanda tangani dan cek, Jadi Aku suruh Dia menunggu dibawah.
Setelah hampir setengah jam Dia menunggu dibawah, Akhirnya Aku turun. Dia melihatku dari dalam mobil yang berjalan sambil melihat Ponselku.
Dia menatapku, Ingin rasanya Dia ingin memberiku semua perhatiannya. Tanpa sadar Dia menatapku sampai Aku membuka pintu mobil Dia tidak sadar. Mungkin Dia sedang melamun.
" Hei .... " kataku didepan wajahnya membuat Dia sedikit kaget.
" Eehh .... " jawabnya spontan.
" Kenapa ???? " tanyaku menatapnya sambil mengambil bulu matanya yang jatuh.
" Hhmm .... Gak ada. " jawabnya senyum lalu memakaikanku set belt.
" I Love You. " bisiknya ditelingaku sehingga membuatku sedikit merinding.
Aku mengecup lembut bibirrnya yang sangat dekat denganku dan menatapku. Aku memeluknya erat dan memejamkan mataku berharap semua lelahku hilang.
Dia mengelus lembut punggungku. Tenang dan damai sekali rasanya berada dipelukannya.
Aku melepaskan pelukannya dan mengelus lembut pipinya yang menatapku.
Dia mengecup lembut bibirku kembali serta **********. Aku mulai terbuai oleh ciumannya. Aku mengikuti permainnya dengan penuh gairah dan terbuai.
__ADS_1
Aku langsung melingkarkan tanganku di lehernya RR.
RR merasa bahwa Aku akan memulai permainan ini sehingga Dia menyudahinya dan langsung menyalakan mobilnya dan melaju dengan sedikit cepat.
Salah satu tangannya mendekap erat tubuhku. Aku hanya memejamkan mataku dan berharap segera sampai.
Selama diperjalanan menuju hotel, terkadang Aku memancingnya sehingga mwmbuat Dia tak kuasa untuk menahannya.
Aku tertawa kecil melihat reaksinya dan wajahnya yang sudah seperti tidak tahan lagi untuk melakukan itu.
" Yang .... Jangan gitu ah .... Aku jadi gak konsentrasi nih nyetirnya .... Sabar dong 15 menit lagi Kita sampai .... " gerutunya sambil menggenggam tanganku dan sesekali menciumnya.
Aku tertawa melihat reaksinya Dia. Padahal Aku hanya mengerjai Dia saja. Walau sebenarnya Aku juga pengen.
Sampai dikamarnya, Dia langsung menutupnya dan memelukku dari belakang dan semakin percaya diri untuk melakukannya. Mungkin sudah sampai ke ubun ubun.
Dia langsung menarikku untuk menatapnya dan memperdalam ciumannya. Dia penuh gairah sekali.
Aku juga yang menginginkannya tak bisa menolaknya. Gairah dan permainan yang RR lakukan selalu membuatku melupakan segalanya, begitu juga Dia.
" Kamu kelihatan berbeda sekali, Sangat agresif ... " bisikku lembut sambil berada di pangkuannya.
" I need it with You .... Tapi apakah Kamu baik baik saja Yang ???? Aku gak mau melakukan itu kalau Kamu gak mau. " bisiknya sambil mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan.
__ADS_1
" I am Fine. " jawabku mengecupnya.
" Aku ingin melakukannya, Tapi Kamu masih baru sembuh. Aku tidak mau nanti Kamu kenapa kenapa. Lebih baik Kamu istirahat saja dulu iya .... Nanti Kita puas puasin setelah Kamu udah benar benar sembuh dan fit. " ucap Dia.
Setitik rasa kecewa dibenakku. Karena Dia terkadang begitu. Disaat Aku lagi menikmatinya malah Dia langsung menyudahinya begitu saja.
" Kamu mah gitu !!!! " cetusku kesal dan menarik tangannya yang duduk disampingku sehingga Dia sedikit terjatuh.
Dia hanya senyum menatapku dan mengelus pipiku lembut. Aku langsung menariknya dan tisak mau menyia nyiakannya kesempatan itu.
" Apa Kamu mau Aku sama yang lain ??? " ancamku membuat Dia meng iyakan untuk menikmatinya bersamaku beberapa jam kedepan.
Kecupan demi kecupan hingga melakukannya, Kami rasakan dan nikmati dengan puas.
Mungkin karena sudah hampir beberapa minggu tidak melakukannya, Malam ini terasa seperti malam teristimewa bagiku termasuk Dia yang selalu mengerang berkali kali saat berada di kenikmatan itu.
Tidak ada yang bisa dijelaskan dengan kata kata. Semua indah dan nikmat hingga Kami tertidur lelap.
Aku melihat dan menatapnya yang tidur pulas disampingku. Aku menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sementara Aku langsung mandi dan bersih bersih karena malam ini Aku harus pulang.
Aku tidak mau Bibi menungguku dan khawatir samaku.
Selesai mandi, Aku mengecup kening dan bibirnya lalu pergi meninggalkan hotel itu.
__ADS_1