
" Hai Rein .... Kamu baru datang ??? " kataku.
" Aduh aduh aduh .... Sitampan manis datang nih .... " kata Mami sambil mengatur posisi duduknya membuatku menahan senyum dan ketawa.
" Iya Non. Kayaknya seru bangat nih pada ngomongin apaan ???? Abang mana ??? " katanya menghampiri dan mengambil Strawberry lalu memakannya.
" Iya nih, Kami ngomongin Perbuahan Rein, RR lagi di kamarnya mandi. Kamu mandi gih .... " kataku melihatnya.
" Iya iya. Iya udah Aku keatas dulu iya .... " kata Rein sambil membawa Apel satu sembari menggigitnya.
Rein sering menginap dirumahnya RR, Bahkan RR selalu bilang Dia tinggal disini ajah datipada Dia tinggal di Apartemennya yang masih ngontrak tapi tetap ajah Dia tidak mau.
Terkadang Dia pulang kesini karena patah hati dan butuh Teman curhat, Makanya Dia datang dan ngadu sama RR.
" Yang .... " panggil RR dari ruang Tamu sampai suaranya kedengaran ke dapur.
" Ngapain sih Dia teriak ???? " kataku menatap Mami mengerutkan keningku.
" Mungkin Dia kagen kali sama Kamu Cin .... Mau disayang sayang kali Dia. Wkwkwkw .... "
" Idih ..... " kataku dengan ekspresi jijik.
" Aku nyariin Kamu Yang .... Ternyata Kalian disini ... " kata RR menghampiri Kami.
" Kenapa ???? " lirikku sambil nguyah.
" Kamu udah ngolesin salepnya belum ??? " tatapnya membesarkan matanya menatapku.
" Udah tadi. " anggukku.
" Kapan ??? Siapa yang ngolesin ???? " tanya RR mengerutkan keningnya.
" Aku sendiri. " jawabku datar.
Mami hanya senyum senyum sembari melihat dan menghampiri Pekerja Rumahnya itu masak.
" Emang bisa ??? " tatapnya berdiri didepanku persis dan menatapku.
" Bisa Yang ... ihh geser situ ah .... " kataku sambil mendorongnya.
" Gimana ceritanya Kamu bisa ngolesin sendiri ke seluruh tubuh Kamu ??? Hah ???? " tatapnya sambil menggigit bibir bawahnya.
" Aishh .... geser dong kesitu !!!! " cetusku mencubit pinggangnya.
" Aduh .... " jawabnya senyum sambil memegang pinggangnya dengan ekspresi genit.
" Mba .... Lihat nih kelakuan Tuannya .... " kataku sambil ketawa.
Mba nya hanya senyum senyum melihatnya.
__ADS_1
Sementara RR mencubit dan menarik hidungku.
" Aduh .... sakit Yang .... !!! Lama lama hidungku kayak pinokio nih ... " kataku manyun.
" Hayo olesin dulu salepnya, Biar Kita makan ... Mba udah bisa makan belum ???? " tanya RR sambil makan anggur dan menghampiri Mbanya.
" Bentar lagi Tuan, Bumbu Tomyamnya lagi di buat nih .... " jawab Mba.
" Udah jangan diburu buru Yang .... Kamu emang udah lapar ??? " tanyaku melihatnya.
" Iya biar Mereka cepat. " jawab RR.
" Sabar dong .... "
" Sabar Cin .... Aroma aromanya ini enak bangat nih bumbunya. Pasti mantul, Iya kan Mba ??? " kata Mami melihat Mba nya senyum.
" Udah deh Mi, Pake geogle translate ajah daripada kayak gitu, Nanti Kamu dikira stress loh .... " kataku ketawa.
" Iya nih Cin .... Aku pengen ngomong jadi gak bisa. Tolong dong kasih tahu, Nanti kan dikira Aku benaran stres lagi .... " kata Mami mengerutkan bibirnya.
" Biarin ajah. " cetusku.
" Ih parah bangat sih Kamu Cin .... "
" Mba, Kata Mami masakan Kalian enak dan itu bumbunya wangi bangat. Tadi Dia ngomong pake bahasa indo, Dia gak sadar wkwkwk ..... " kataku ke Mba nya.
" Oh .... Hehehe ... Terima kasih. " jawab Mba nya melihat Mami.
" Udah sana Cin .... Nanti Kamu alergi lagi. Kalau udah diolesin kan setidaknya udah bisa menghalangi alerginya. "
" Apaan dah menghalangi ....Udah Kalian ngobrol dari hati ke hati ajah iya wkwkwkw .... " lirikku melihat Mami lalu berjalan mengikuti RR yang sudah duluan.
" Udah jangan hiraukan Aku. Kalian puas puasin ajah lah .... Sialan, Aku mau ngomong apa nih .... " gerutu Mami.
Aku mengkuti RR yang sudah lumayan jauh di depanku sembari membalas beberapa chat dari Teman Temanku.
" Udah Aku olesin tadi Yang .... " kataku sambil masuk ke kamar dan menutupnya.
Dia yang bersender di sofa melihatku dan memanggilku.
" Sini .... "
" Udah Aku olesin tadi .... " tatapku sembari mengatakannya dengan manja dan berdiri dekat pintu.
" Iya iya, Sini ... " panggilnya.
" Ckckckck .... " gerutuku dan berjalan menghampirinya.
" Apaan ???? " tanyaku dengan sedikit ngambek dan berjalan pelan.
__ADS_1
RR langsung menarik tanganku kepelukannya dan memelukku.
" Kamu kenapa ???? " tanyaku dengan polos.
" Aku butuh kekuatan dan energi. " jawabnya memejamkan matanya.
" Udah ih .... Aku gerah. " kataku manja dengan suara pelan.
Dia langsung melepaskan pelukannya setelah beberapa menit dan mengecup mesra bibirku.
" Muuuuuacccch .... " membuatku berkedip berkali kali dengan cepat dan berdiri tegang.
" Kamu kenapa ???? " tanya RR senyum melihatku.
" Kamu apaan sih ???? " kataku sedikit manyin dan marah.
" Kenapa ??? Hhmmm ???? " kata RR dan berjalan mengambil salep yang ada di atas meja.
" Sini, buka bajumu. " kata RR sambil membuka tutup salepnya.
Aku langsung melepas kancing piyamaku dan setengah melepasnya.
" Lepasin dong Yang .... "
" Udah segitu ajah. Cuma tinggal yang dipunggungku yang belum Yang .... Tadi Aku udah olesin pas Kamu lagi mandi. " kataku.
" Benaran ????? ''
'' Iya !!!! Ih Kamu bawel deh ah .... " kataku kesal.
" Jangan marah marah ah ...... " kata RR sambil olesin salepnya.
" Lagian Kamu sih .... Eh Rein udah datang loh tadi, Buruan biar Kita makan, Aku lapaaarrr .... " kataku manyun menatap RR.
" Tumben itu Anak cepat datangnya. Trus Dia kemana ??? "
" Mandi diatas. "
" Oh .... Kamu gak nanyain Airphonemu tadi Yang ??? "
" Oh iya, Aku lupa. " kataku nyengir.
" Hhhmmm .... Lama lama kayaknya Kamu juga bisa lupa samaku. " kata RR sambil berjalan menyimpan salep itu.
" Apa hubungannya sama Kamu ???? " kataku sambil mengancingkan bajuku.
RR ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.
" Yang, Aku duluan ke dapur iya ...??? " kataku sedikit senyum dan sembunyi di sampung lemarinya.
__ADS_1
Dia tidak menjawabnya dan setelah keluar dari kamar mandi, Dia berjalan ke arah pintu dan Aku langsung memeluknya dari belakang membuat Dia menghentikan langkahnya dan senyum mengelus tanganku yang melingkar diperutnya.
Rasanya tenang bangat setiap Aku memeluknya. Beban serasa hilang semua.