Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 250


__ADS_3

Sampai di lobby perusahaan, RR dengan sigap membukakan pintu untukku dan kebetulan Steve juga baru datang dan sampai. Aku tidak melihat Dia yang sudah dari tadi memperhatikanku dari dalam mobilnya tanpa menegorku.


Aku langsung minta tolong sama Satpam yang ada disana untuk membawakan oleh oleh yang Aku bawain itu ke ruanganku.


" Sayang, Nanti Aku jemput Kamu iya .... " kata RR sambil mengelus rambutku dan merapikannya.


" Iya iya .... " jawabku senyum.


" Jangan lupa ngolesin salepnya iya.... " katanya sambil menunjuk lututku.


" Iya Sayang .... Iya udah Kamu hati hati iya .... Bye bye ... " kataku sambil melambaikan tanganku.


Dia langsung senyum dan masuk ke mobil. Dia langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Aku berjalan ke atas bersama Satpam itu karena Dia menungguku. Steve yang sudah melihatku berjalan ke arah lift langsung cepat cepat menghampiriku kesana. Ternyata saat Aku masuk, Dia langsung keluar dari mobilnya dan mengikutiku.


Lift pun terbuka dan Kami langsung masuk, Tapi saat pintu lift hendak ditutup, Steve langsung menghalanginya dengan tangannya agar Dia bisa masuk.


" Eh .... Oalah .... Pak Steve ... " kataku sedikit khawatir karena Dia menahannya dengan tangannya.


" Hei Ran ..... Gimana kabarnya setelah liburan ??? Makin cerah nih kelihatannya. " sapanya sambil senyum.


" Hello Pak .... Baik Heheheh .... Sedikit bisa mengurangi kelelahan, Hehehehe ... " jawabku.


" Iya lah ... Eh itu lutut Kamu kenapa Ran ??? " tanyanya yang membuatku penasaran karena bisa bisanya Dia sampai segitunya memperhatikanku sampai ke lutut. Iya memang Aku memakasi dress pas selutut tapi iya gak wajar ajah sih kalau Dia sampai melihat sedetail itu.


" Oh .... Kemarin pas di Paris Aku kepeleset Pak .... Ada kemarin beberapa Orang yang kepeleset karena jalanannya licin dan gak ada pemberitahuan sama sekali. Untung cuma lututku yang memar dikit, Heheheh .... " jawabku berbohong karena gak mungkin Aku mengatakan kalau jatuh di kamar mandi, Bisa bisa kan pikirannya jadi kemana mana dan malah Aku yang malu.

__ADS_1


" Astagaa ...... Bisa begitu ???? "


" Makanya, Aku mah jalan jalan bukannya pulang dengan selamat malah dapat oleh oleh lutut memar dari sana. Hehehehe ...."


" Hahahaha .... Kenangan dari paris iya termasuk yang itu .... "


" Apa Pak ??? " tanyaku mengerutkan keningku karena penasaran apa yang Dia maksud.


" Kenangan manis karena dapat reward dari kantor untuk jalan jalan kesana loh Ran .... Kan kaki Kamu bisa begitu karena jalan jalan kesana dan itu reward yang Kami dapat dari kantor. Jadi kalau Kamu mengingatnya pasti Kamu akan mengingat kantor. Hehehe... " jawabnya membuatku sedikit bingung.


" Oalah ..... Iya udah Pak, Aku ke ruangan dulu iya ...." kataku karena sudah sampai dilantai ruanganku.


" Oke oke, Semangat Ran .... Jangan lupa nanti ada meeting manajemen .... "


" Iya iya Pak .... " jawabku dengan rada malas.


Aku langsung masuk keruangan dan semua teamku menyapaku dengan senang.


" Hai .... Pagi .... Gimana kabar Kalian ??? " kataku sambil membuka pintu ruanganku.


" Bilasalah Bu. Puyeng Hahahaha .... "


" Pusing nge desain Bu .... Hahahha ... "


" Kalau itu mah udah hal biasa kan ???? Hahahah ..... Tapi masih waras kan ???? " kataku ketawa melihat Mereka sehingga mereka juga tertawa lepas.


" Untungnya masih Bu. Hahahahah .... "

__ADS_1


" Hahahahahah ...."


Aku langsung memberikan beberapa oleh oleh untuk Satpam.


" Terima kasih Bu. "


" Sama sama Pak. Makasih iya Pak. " kataku.


" Iya Bu. Makasih iya Bu, Saya pamit turun dulu. "


" Iya iya ... "


Aku langsung merapikan dan membagi bagi oleh oleh itu. Karena kemarin Mami memasukin ke paper bag dan Aku tidak melihat sama sekali.


Aku langsung membagi bagi untuk teamku, Team team lain juga, CS dan untuk Pak Steve juga karena gak enak juga tadi Dia sudah melihatku menenteng oleh oleh di lift.


Setelah Doa pagi selesai dan sudah kubagikan buat teamku, Aku memanggil Cleaning Sevice ke ruanganku.


" Mba, Tolong antar ini ke ruangan Pak Steve iya. Nanti habis dari sana kesini lagi iya... " kataku sambil memberikan dua buah paperbag ke CS itu.


" Baik Bu. "


Dia langsung pergi menuju ruangan Pak Steve.


" Tok .... Tok .... Tok .... "


Terdengar suara ketukan pintu ruangan Pak Steve. Tak lain dan buka itu adalah Mba CS yang Aku suruh untuk mengantarkan oleh oleh itu.

__ADS_1


" Iya masuk .... "


" Permisi Pak .... Mau ngasih ini dari Bu Ranti .... "


__ADS_2