Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 196


__ADS_3

Rein dan Mami langsung mengambil botol kosong dan akan memulai permainan itu.


" Jadi, Siapa kepada siapa botol ini mengarah setalah diputar maka Dia yang akan menjawab pertanyaan pertayaan yang Kita ajukan. " kata Mami.


" Lah jadi Kalian doang yang ngajuin pertanyaannya ??? " tanyaku menatap Mereka.


" Sabar sabar .... Kita ganti gantian kok semua. Santai santai .... " jawab Rein sambil melirik Mami dengan senyum.


" Oke baik. " jawabku mengangkat daguku.


" Pokoknya apapun pertanyaannya harus dijawab jujur iya. " kata Mami mengingatkan.


" Iye. " jawabku.


Mami langsung memutar botol itu dan arahnya ke Rein yang pertama.


" Aku yang nanya ??.... " cetus Mami senyum sambil angkat tangan.


Aku langsung ketawa " Silahkan silahkan. " kataku sementara RR senyum melihat Mami.


" Hhhmmm ... Apa iya ??? Bagaimana RR dimata Kamu Sayang ??? " tanya Mami dengan suara khasnya.


" Oh bisa nanya RR ke Dia iya ??? " tanyaku melihat Rein.

__ADS_1


" Boleh dong, yang penting Orang terdekatnya. " jawab Rein melirik RR sembari senyum.


" Iya udah, Jadi gimana Sayang menurut Kamu ? " tanya Mami kembali.


" Oke oke. Jadi RR ini penilaianku iya, Dia itu Orangnya sangat bertanggung jawab sekali, Penyayang dan sangat sabar akan hal apapu itu. Jarang sekali marah, Tapi kalau udah marah dan kesal pasti memilih untuk diam. Dia kalau udah cinta sama Seseorang iya udah Dia akan tulus mencintai Orang itu. Tapi yang tidak Aku suka dari Dia itu Dia terlalu baik sama Orang. Tidak memandang siapapun itu. Aku takut sesuatu hal dari masa lalunya membuat Dia terpuruk lagi. Tapi Aku sangat bersyukur sama RR karena sudah menganggap Aku sebagai Adiknya dan Sahabatnya. Aaarhhhhh ..... " jawab Rein sambil meneguk minumannya.


" Oke. Lanjut .... " kata Mami sambil memutar botolnya. Dan kali ini berhenti di Aku.


RR dan Rein mengangkat tangan berbarengan.


" Aku yang nanya.... '' kata Rein menurunkan tangan RR.


" Aku dulu. " kata RR tidak mau kalah.


" Gak. Aku dulu yang nanya. Aku mau jawabnnya Kalian dengar. " kata RR sembari menatapku.


" Udah udah .... Jangan berebutan atuh .... Kan permainannya ada beberapa kali, Sampai Kita semua mengajukan pertanyaan. " kata Mami mengerutkan keningnya melihat RR dan Rein.


" Udah Aku dulu. " kata Rein.


" Gimana Sayang, Setuju ???? " tanya Mami melihat RR.


Dia mengangguk dan melihatku yang senyum kepadanya.

__ADS_1


" Seberapa penting arti Keluarga bagi Kakak ??? "


Aku sontak kaget dan keselek saat makan tomyamnya mendengar pertanyaan yang diajukan Rein itu.


RR dengan sigap menepuk pelan punggungku dan memberiku minum. Rein langsung melihat kearah Mami dan mengerutkan keningnya mengajukan pertanyaan " Kenapa ??? ". Mami hanya mengangguk pelan melihat reaksi Rein itu.


Aku menghela nafasku sejenak dan melihat Rein dengan senyum. RR mengelus tanganku.


" Kalau Kamu gak mau jawab gak apa apa Yang ... " kata RR sambil mengangguk melihatku.


" Iya its Oke Kak .... Gak apa apa ... " jawab Rein mencoba mengatasi ketegangan itu sembari menuang minuman itu kegelasnya.


" Keluarga segalanya bagiku karena harta yang paling berharga adalah Keluarga. Tidak ada yang bisa menggantikan arti Keluarga dihidupku. Walau Aku masih belum bisa membahagiakan Mereka. Aku terkadang menyesal, marah, putus asa bahkan pernah merasakan dititik terendah sekalipun dihidupku. Aku marah, kenapa ??? kenapa Aku harus secepat itu ??? Kenapa disaat Aku ingin memberikan yang terbaik serta kebahagiaan buat Mereka disaat itu juga Aku harus kehilangan ???? " Aku tidak bisa melanjutkannya karena mataku sudah sangat panas dan berkaca kaca. RR langsung menggenggam tanganku dan mengusap air mataku.


" Sorri Kak .... " kata Rein.


" Its Oke Rein .... Gak apa apa. Aku sekarang sudah merasa lebih baik walau terkadang masih sering nangis disaat sendiri. Aku sudah berusaha untuk berdamai dengan diri sendiri. Gak tau iya dengan hidup Kalian, Karena Pribadi masing masing itu kan beda dan menanggapi setiap masalah dan persoalan kan beda beda juga. Aku gak tau bahwa Kalian menilai Aku terlalu lebay dan berlebihan. Tapi Aku gak bisa menutupinya bahwa Aku masih belum bisa menerima kenyataan itu. Makanya terkadang Aku yang kelihatan baik baik saja diluar belum tentu didalam hatiku, dikesendirianku sama baik juga. Makanya Aku sangat mengangumi RR karena Dia menganggap Kamu sudah seperti Adik baginya. Aku baru melihat Orang yang hanya Seorang Sekretarisnya saja mengalami kecelakaan, Dia begitu terpukul dan sangat sedih, Dia ingin melihat dan bertemu Kamu juga di hari itu. Melihat dari situ, Aku menyadari bahwa Seseorang yang menyayangi dengan tulus akan melakukan apapun demi Kita. Makanya jangan pernah menyia nyiakan Orang yang sudah menganggap Kita sebagai Keluarganya Sendiri. Walau terkadang Aku tidak menanggapi Dia. " kataku sembari senyum lalu melihat RR.


" Oke. Lanjut .... " Rein langsung memutarnya dan itu mengarah ke Mami.


" Oke. Mami !!!! yang biasa dipanggil Mami. Dan Aku sempat ketawa melihat Mami pertama kali dipanggil dengan sebutan itu. Aku kira Mami adalah Managernya Kakak karena Kakak Seorang Model atai Artis, Maybe. I dont Know. Kenapa Mami dipanggil dengan sebutan itu dan Apakah Mami Seseorang yang disebut Gay ??? Maaf jika membuat Mami sakit hati. " tanya Rein nyengir.


" Tidak apa apa Sayang .... Mami mah Orangnya santai saja. Iyap ternyata Kamu juga ngira Mami itu Managernya Ranti. Bukan. Mami bukan Managernya Ranti bahkan Dia juga bukan Model atau Artis. Ranti Seorang bisnis Women yang punya Butik dan Properti dimana mana. Dan Mami dipanggil dengan sebutan itu karena Mami kerja disalah satu yang biasa disebut Bar disini. Dan betul sekali Mami salah Seorang yang Kamu sebut tadi. Mami berkepribadian seperti Wanita. Itu terjadi sejak Mami masih kecil sehingga Mami banyak sekali dapat hujatan dan perundungan dari Teman Teman Mami waktu masih kecil karena kepribadian Mami ini. Ditambah lagi Mami Orang Kampung, Iya makin makin lah hujatan itu. Mami bersyukur, Bisa melewatinya sampai sejauh ini hingga Akhirnya Mami bertemu dengan Ranti yang begitu tulus dan care sama Mami walau terkadang Dia ceplos ceplos ngomongnya sama Mami yang membuat Mami patah hati, Hahahaha ... " jawab Mami.

__ADS_1


" Hahaha .... " Aku ketawa melihat Mami.


__ADS_2