Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 253


__ADS_3

Jam 2 teng, pemberitahuan di grup telah diingatkan untuk jangan lupa meeting. Aku langsung siap siap karena sebetulnya kljuga Aku malas hadir. Tapi disisi lain gak enak juga ditambahn Pak Steve yang sudah bertemu Saya tadi bisa membuat berabe nanti.


Aku melangkah keluar ruangan tanpa memberi tahu Pak Steve sesuai yang dikatakan tadi.


Aku langsung berjalan ke lift dan Aku sengaja untuk datang telat dan susah jam 14.15. Aku dengan santai menunggu lift sambil memegang laptop dan membuka ponselku.


" Teng ... "


Bunyi lift menunjukkan berhenti dilantai 3. Saat pintu lift terbuka, Aku hendak masuk dan melihat Pak Steve yang berada disana berdiri dengan senyum sumringah diwajahnya.


Aku mengerutkan keningku saat Dia senyum melihatku dan mempersilahkanku untuk masuk. Kebetulan Dia sendiri berada di lift itu.


" Kamu lupa nelpon Saya atu sengaja nih Ran ??? " tanya Steve sambil melihat kearahku.


" Aduh, Maaf Pak. Aku lupa, Heheheh .... " jawabku nyengir.


" Ooo ... Pantasan Kamu juga telat, Ini udah hampir setengah 2. " jawabnya ngangguk.


" Iya tadi Saya harus cek beberapa kerjaan dulu. " jawabku tanpa basa basi.


" Thank You iya Oleh olehnya. Enak .... "


" Sama sama Pak. "


Saat lift sudah terbuka, Aku langsung keluar dan berjalan sedikit cepat dan Dia juga sedikit mengejarku agar Kami berjalan bersama ke ruang meeting.


Aku tiba tiba menghentikan langkahku dan memejamkan mataku serta memegang keningku.

__ADS_1


" Aish .... bisa bisanya Aku lupa ganti sendal .... Sialan .... " gumamku.


Diruangan Aku memang kadang memakai sendal jepit karena memang ada satu pasnag yang Aku taruh di kantor. Karena memang lebih nyaman pakai sendal kalau memang tidak ada meeting atau hal penting yang mengharuskanku pakai sepatu ataupun hels.


" Kenapa Ran ??? " tanya Steve yang menghentikan langkahnya juga.


" Aish ... Aku lupa ganti sendal. " kataku ketawa sambil geleng geleng.


" Oalah .... Aku kirain kenapa toh ... "


" Iya udah duluan ajah Pak. " kataku mempersilahkannya.


" Udah gak usah ganti. Pakai itu saja. Ini udah jam berapa, Lagian bukannya itu lututmu juga lebam ??? Bagaiman Kamu bisa pakai Hels ??? " kata Steve menunjuk lututku dengan bola matanya.


" Iya juga sih .... Biar ini jadi alasanku saja. " gumamku dalam hati.


Dia pun berjalan bersamaku keruang meeting dan Dia juga membukakan pintu untukku. Aku langsung berjalan masuk dan melihat sudah beberapa team memang sudah ada disana.


Aku mengabaikan Steve yang masuk setelahku dan Aku langsung menuju kursi kosong samping Mba Sari yang sengaja dipisahkan untukku.


" Hei Cantik, Itu lututmu kenapa ??? Habis boxing Kamu di Paris ??? " tanya Mba Saru yang melihatnya.


" Hahahaha .... Niatnya mau Petinju eh malah jadi ditinju nih lutut. Nih ... Oleh oleh Parisnya. " kataku ketawa melihat Mereka.


" Wkwkwkw .... Bisa ae Kamu. "


" Itu kenapa Mba ??? " tanya Mba Livi yang penasaran.

__ADS_1


" Aku kepeleset Mba, Biasalah mungkin karena saking excitednya kali iya melihat indahnya Paris wkwkwwk .... Tapi untungnya bukan cuma Aku yang kepeleset, Ada banyak Orang. Jadi Aku tidak malu sendiri. Ahahahaha " kataku ketawa melihat Mereka.


" Hahahaha ... Malunya rame rame iye ... "


" Yoi ...Eh btw rapat apaan sih sekarang ??? " tanyaku mengerutkan keningku.


" Aku juga gak tau deh. Mungkin karena Kita semua habis liburan kali, Jadi langsung disuguhkan target dan pencapaian yang luar binasa, Hahaha .... " kata Mba Livi


" Hahahah.... Bisa jadi sih, Habis dikasih liburan langsung di suruh membabi buta kerjanya wkwkw.... "


" Hahahahaha ..... "


Beberapa jam setelah meeting dan membuatku sedikit pusing, Akhirnya kelar juga. Jam sudah menunjukkan jam 5 sore dan satu jam lagi pekerjaan hari ini akan berakhir.


Mba Sari dan Mba Livi meregangkan otot otot tangannya kala Meeting telah selesai. Sementara Aku menguap karena ngantuk dan tak sadar Steve melihatku dan Dia hanya senyum. Dan saat Aku mendapatinya yang melihat dan senyum ke arahku membuatku dengan gerak cepat menutup mulut dan menggigit bibi bawahku.


Ada rasa sedikit malu karena Seorang Atasan mendapati Karyawannya sedang menguap.


Aku menggaruk kepalaku melihat kedua rekan kerjaku itu.


" Udah udah ayok buruan .... Ada mata serem yang melihat kesini. " kataku berdirj sambil memegang ponsel, laptop dan oleh oleh dari Mba Sari dan Livi.


" Hahahaha .... Ngeri amat Kamu ngomongnya Mba .... " jawab Mba Livi yang sudah tau maksudku siapa.


" Awas lama lama kepincut juga Kamu ... " tambah Mba Sari.


" Aduh aduh ... jangan sampai deh .... " jawabku sambil keluar tanpa melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2