
" Jawab dulu pertanyaan Aku itu Sayang .... Jangan mengalihkan pembicaraan. " jawabnya sambil memarkir mobilnya.
" Nanti Aku pikirin dulu Sayang .... " jawabku sambil membawa bekal buah itu dan turun dari mobil tanpa menunggu RR untuk membukanya karena Dia masih berharap untuk jawabanku.
Saat Aku membuka pintu mobilnya dan turun, Dia melihatku sambil senyum geleng geleng.
" Kapan Aku bisa resmi memilikimu Sayang ..." gumam RR sembari turun dari mobilnya.
Dia langsung memegang tanganku dan Dia juga membawa ipadku yang tinggal dimobil.
" Selamat Pagi Pak, Bu ... " sapa Satpam yang bertugas disana.
" Pagi .... " jawab RR.
Aku senyum melihat Satpam itu dan menoleh dan berhenti kebelakang untuk menunggu Rein.
" Ngapain Yang ??? " tanya RR karena Aku menoleh ke belakang.
" Tungguin Rein. Mana Dia ??? " kataku.
" Udahlah ngapain di tungguin, Kan Dia bisa jalan sendiri Yang ... "
" Biar bareng naik nya Saaayang .... "
" Biarin ajah Dia belakangan. Masa nunggu berdiri disini ???? Tuh liat, Kamu diliatin tuh sama Resepsionistnya, Mungkin Mereka penasaran siapa Kamu .... " kata RR berbisik sambil senyum menatapku.
" Mungkin Dia merasa gak enak kali karena kemarin itu kan Aku sama Mami nunggu disitu, untung Rein langsung turun dan mau ngomel sama Mereka. " jawabku senyum.
" Kak .... ?? " panggil Rein melambaikan tangannya.
" Tuh Dia udah datang ... " jawabku.
" Kenapa Kamu gak bilang Kamu pacarku ??? Bisa bisanya Mereka suruh nunggu disitu. "
" Aku mau caper gitu, Bilang kalau Kamu itu pacarku ??? Lagian Mereka juga benar kok. Emang peraturan dimana mana kan gitu. " kataku sambil merapikan lipatan lengan baju RR.
" Lah kan benar kalau Aku pacarmu ??? ''
" Kenapa ???? " tanya Rein memotong RR.
" Gak ada Re. Ayo ...." kataku sambil memegang tangan Rein.
Rein langsung ketawa dan main mata sama Abangnya itu karena Aku memegang tangannya Rein bukan Abangnya itu. Kami langsung masuk setelah Rein tapping untuk bisa masuk. Sementara RR masih berdiri melihat Kami sambil geleng geleng.
" Hayoooo .... " panggilku lalu Dia berjalan sambil geleng geleng juga.
__ADS_1
" Sayang !!! Pacarmu kan Aku bukan Dia !!! " kesal RR.
" Lah kenapa ??? Aku cuma megang tangannya, Kan Dia Adekku. " jawabku melihatnya walau sebenarnya Aku tahu yang didalam pikirannya Dia.
" Tau Kamu Bang .... Cemburuan bangat sih .... Nanti Kakak ilfil loh sama Kamu. '' kata Rein melihat kelakuan Abangnya itu.
" Bukan urusan Kamu !!! Tuh urusin kerjaan !!."
" Hei !!!! Kurang kurangin itu !!!! Gak boleh gitu, Pasung ajah sekalian Aku, biar gak bisa kemana mana. " cetusku melotot sama RR.
" Hahahahaha .... " Rein ketawa.
RR langsung memegang tanganku dan masuk ke lift diikuti Rein.
" Re, pesanin kopi dong .... Aku pengen ngopi nih ... " kataku.
" Siap Kak. Abang mau gak ??? "
" Satu ajah. Nanti Aku minum punya Kakak. " jawabnya sambil menganggkat dagunya tanpa melihat Kami tapi tanganku dipegangnya.
Aku sama Rein langsung saling lihat lihatan hendak ketawa tapi Kami menahannya. Takut RR marah.
Kami langsung keruangannya lalu Rein meninggalkan Kami disana.
" Jangan Kak. Nanti Aku bisa jadi babak belur, Hahahaha .... Nanti Aku kesini lagi sekalian bawain kopinya iya. Bye... '' jawab Rein ketawa melihat tingkah Abangnya itu.
" Hahaha .... Baiklah. "
Aku langsung menaruh buah dan jus yang Aku bawain dari rumah di kulkas kecil yang ada di ruangan RR.
RR langsung mendekatiku setelah menutup pintunya dan langsung memelukku dari belakang.
'' ih ... Ngapaian ???? '' kataku memukul tangannya.
" Kamu sengaja gitu buat Aku cemburu ??? Hmm ??? ''
" Lagian Kamu itu keterlaluan deh. Jangan gitu ah .... Masa sama Adik sendiri juga gitu. Kurang kurangin Yang cemburuan Kamu itu. "
" Hmm. " jawabnya sambil memelukku dan mencium punggungku.
" Awas ih .... Kita kesini mau kerja kan ??? Bukan mau peluk pelukkan .... '' jawabku ketawa melihatnya.
" Hahaha .... gak apa apa lah, Sekalian. "
" Dasar .... Mana ipadku ??? Aku mau ngecek kerjaanku. "
__ADS_1
" Aku mau ngisi tenaga dulu bentar. " katanya memelukku.
Aku hanya senyum dan mengelus punggungnya.
Manjanya bukan main kalau bersamaku.
Untung sayang ......
" Muachh .... Tuh berarti udah double tuh semangatmu. " kataku saat Aku mengecup bibirnya sambil senyum melihat Dia.
" Hmm .... Masih kurang nih .... " godanya sambil menyodorkan wajahnya.
" Dasar Kamu!!! Muach .... Muachh ... Muachh ... "
" Lagi dong ... !!! " jawab RR senyum.
Aku langsung memukulnya lalu Dia memelukku dan mencium keningku. Aku memejamkan mataku dipelukannya dan rasanya tenang bangat saat berada dipelukannya.
Dia pun langsung kerja di meja kerjanya sementara Aku di bekerja di sofa. Sesekali Dia menatapku senyum sambil main mata membuatku geleng geleng melihat tingkahnya Dia.
Rein mengetuk pintu dan membawakan kopi untukku serta beberapa gorengan.
" Silahkan dinikmati Kak .... "
" Thank You Re .... "
Lalu Dia kemeja Kakaknya untuk memberikan dokumen yang Dia bawa agar di tanda tangani RR.
" Eh, Nanti siang makan dimana Kita ??? " tanya RR sambil berjalan ke arah sofa.
" Kakak mau makan apa ??? " tanya Rein.
" Aku mah makan apa ajah Re, Tapi Kita makan disini ajah, Aku malas keluar. " kataku melihat Mereka berdua.
" Iya udah nanti pesanin ajah iya Re. Kita makannya disini ajah. " kata RR sambil makan gorengan yang di bawa Rein.
" Siap. Tapi pada mau makan apa ??? "
" Kamu mau makan apa Yang ???? "
" Aku mah ngikut ajah Yang .... yang penting jangan yang aneh aneh. " kataku.
" Pesanin seafood ajah Re sama ayam. " jawab RR.
" Oke Bang. "
__ADS_1