Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 123


__ADS_3

Dia langsung membuka pintu kamarnya dan langsung menutupnya. Sementara Aku langsung meletakkan papar bag itu dimeja dan mengambil celana pendek yang Kami beli itu dan segera mengganti celana jeans yang Aku pake sementara Dia langsung membuka kulkas dan mengambil batu es serta gelas.


" Yang mau langsung minum gak ???? " tanya RR sambil menuangkan es batu ke gelas.


" Aku mau mandi dulu Yang. " jawabku sambil berjalan ke arah paper bag itu.


" Itu ada kaos kayak gitu lagi dikoper Sayang, Pake itu ajah. " katanya sambil menatapku.


" Mana ??? " kataku karena kalau Aku menolak nanti takutnya baper kesanyanga ku ini pikirku.


" Dikoper Yang, Ambil ajah. "


" ih Aku gak enak ah .... Kamu ajah. " jawabku karena merasa tidak enak kalau mengobrak abrik barang Orang.


" Gak apa apa Yang. Ngapain gak enak ???? Ambil ajah. "


" Gak ah, sini Aku yang tuangin itu, Kamu ambil ajah. Hehehe. " jawabku menghampiri sambil memegang sendok yang dipegangnya sembari nyengir.


" Ihh ... Kamu iya. Muaccxhhh ... " Dia mencium bibirku lembut.


Aku tersenyum melihatnya yang tulus senyum samaku. Dia langsung membuka kopernya yang berisi beberapa pakaiannya.


" Ini bagus .... " kataku sambil menghampirinya dan menunjuk kaos warna hitamnya.


" Tapi gak cocok dipake Kamu Yang ... itu ada kerahnya. " jawabnya.


" Oh iya ???? "


" Iya. Nah ini ajah ... " katanya sambil memberikan kaos warna hitam juga berbahan lembut dan lumayan besar juga.


" Thank You Sayang .... " kecupku diwajahnya lalu beranjak ke kamar mandi.


Aku langsung membersihkan diri karena sudah merasa berkeringat habis keluar. Setelah beberapa lama, Aku langsung keluar mengenakan kaos hitam yang Dia berikan dipadu celana pendek tadi.


" Kamu gak mandi Yang ???? " tanyaku sembari mengeringkan rambutku dengan handuk kecil.


" Bentar lagi Yang. Sini duduk, Biar Aku keringin rambutmu. " katanya sambil menarik kursi yang disampingnya.


" Kamu mandi ajah dulu. Ini masih basah bangat Yang .... Biarin ajah kering sendiri. " jawabku sambil melilitkan handuk itu dikepalaku.

__ADS_1


" Aku mager nih. " jawabnya sambil merengangkan badannya di atas sofa.


" Ayolah Yang .... Ini udah malam loh, Nanti masuk angin kalau mandinya kemalaman. "


" Aku gak usah mandi iya, Yang .... Malas bangat nih ... " katanya nyengir.


Aku mengerutkan keningku melihatnya yang malah nyegir gak jelas.


" Iya udah, Jangan dekat dekat iya! Aku gak mau! " ancamku.


" Jangan gitu dong .... "


" Lah terus ????? "


" Iya iya. Aku mandi deh. " jawabnya langsung bangkit dan mencium pipiku.


" Hhhmmm .... Wangi bangat Kamu Yang ... "


" Udah sana mandi dulu. Aku udah tahu isi kepalamu itu. " cetusku sambil melihatnya dari cermin sehingga Dia senyum senyum menatapku yang mengerutkan bibirku.


" Muuuachhh ..... '' Dia langaung berlari ke kamar mandi.


" Dasar ..... " kataku sambil geleng geleng.


Tiba tiba Mami chat Aku.


" Cin .... Gimana ???? Mantul kah ???? Mami masih diluar nih sama Teman Teman Mami, Mungkin Mami pulangnya agak maleman dikit, Biasa hehehhe .... " isi pesannya.


" Oh oke deh Mi. Padahal Aku mau ngajak Mami minum nih. " balasku sembari memoto minuman itu.


" Omaigat Cin ... Sisain buat besok iya. Pokoknya Kita besok harus minum. Oke ????? Selamat bersenang senang Cinta .... "


" Siap Bos. "


Tidak lama kemudian RR keluar dari kamar mandi sambil mengusap wajahnya dan rambutnya dengan handuk. Dia mengenakan celana pendek dan kaos.


Aku melihatnya saat meneguk minuman itu dan melotot ke arahnya. Benar benar tampan sekali Dia apalagi habis mandi. Aku terpana, Pandanganku tertuju padanya hingga Dia mengagetkanku.


" Hei. Melamun iya ???? "

__ADS_1


" Hmmm ??? Oh No. Aku melihat Kamu. " jawabku datar dan masih menatapnya.


" Kenapa denganku ???? " katanya sambil mendekatkan wajahnya di depanku.


Aku tidak menjawab tapi mencium wajah mulus dan tampannya itu.


" Muachhh .... Muachhh .... Muachhh .... Muachhh .... " Aku menciumi wajahnya berkali kali sampai Dia merasa geli.


" Cheerrrrsss .... " katanya sambil mengangkat gelasnya.


" Chheeeerrrsss ..... " balasku.


Kami meneguk minuman itu bersama.


" AARRGGHHHH ...."


" aaasrrhhggg ... "


Aku memejamkan mataku karena merasa pahit bangat.


Aku langsung membuka beberapa makanan yang Kami beli dan menaruhnya di piring.


Dia lagi menerima telepon dari Asistennya yang meminta tanda tangannya untuk beberapa dokumen dan project yang tidak bisa ditunda. RR langsung menyuruh Asistennya itu untuk mengirimkan pdf dokumen itu agar Dia bisa cek dan menandatanganinya.


" Sayang.... Tunggu sebentar iya, Aku cek dokumen dulu. " katanya sambil menyalakan laptopnya yang ada diatas meja.


" Oke oke. Gak apa apa. " jawabku sambil mengecek Online Shop Butikku.


Aku melihat ada Dua Pelanggan yang melakukan retur karena Staffku salah kirim barang. Tidak sesuai dengan warna yang dipesan Pelanggan.


Aku langsung note untuk Pengembalian itu untuk bahan meeting Senin agar Mereka lebih teliti lagi.


Disamping itu, Aku membuka tab untuk menyelesaikan beberapa sample desain yang akan Aku kirim untuk bahan produksi di Butik.


Aku ingin mencari vendor lain karena di Perusahaan Agus, Ada beberapa Desain dan keinginanku yang tidak bisa Mereka Produksi karena beberapa.Peralatan di Bagian Produksi tidak mendukungnya.


Aku tidak menganggu RR yang sedang sibuk di meja itu dan Aku juga scrool scroll medsosku.


" Sayang .... Bokeh Aku putar lagu ??? " tanyaku minta ijin takut Dia terganggu.

__ADS_1


" Boleh Sayang .... Maaf iya, Aku sedikit lama untuk menyelesaikan ini karena harus membacanya dulu. " jawabnya dengan menatapku datar.


" Its Oke, Sayang .... Santai Ajah .... "


__ADS_2