Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 211


__ADS_3

Selesai mandi, Aku melihat RR yang mengotak atik laptopnya di sofa.


" Kamu udah selesai mandinya Yang ??? " tanyanya sambil melirikku.


" Udah. Mana bajunya ??? "


" Ambil dilemari ajah Yang .... Pilih ajah mana yang muat sama Kamu. " jawabnya sambil melihat ke depan laptopnya.


" Gak mau. Kamu ajah yang ambil. Tolong Yang ... " gerutuku manyun melihatnya.


" Aish ... Kamu benar benar deh Yang ... tinggal ambil dilemari ajah juga. " jawab RR sambil mencubit pipiku dan berjalan ke arah lemarinya.


" Gak mungkinlah Aku otak atik lemarimu. Giamana sih ??? " cetusku mengikutinya dari belakang.


" Lah kan ini punya Kamu juga. " kata RR sambil membuka lemarinya dan melihat susunan kaos dilemarinya.


" Pede bangat Kamu. " gumamku pelan.


" Kenapa ??? " liriknya melihatku.


" Gak. Gak apa apa. " jawabku dan pura pura merapikan handukku.


" Dasar Kamu ngedumel ajah kerjanya. Ini nih Yang pilih ajah, mana yang cocok sama Kamu. " jawab RR sambil memperlihatkan isi lemarinya yang benar benar rapih.


" Yang mana ajah deh gak apa apa. Pasti juga kegedean samaku. '' jawabku nyengir.


" Kamu ada celana pendek kan ?? pake ini ajah pasti Kamu makin cantik. '' puji RR sambil memberikan kaos putih oversize.


" Kita mau jiarah bukan ??? " tanyaku melotot.


" Iya. "


" Trus ngapain pake celana pendek ??? emang mau ke mall ??? " cetusku.


" Lah emang kenapa ??? kan habis itu Kita langsung ke mall yang, Mami sama Rein nanti duluan kesana. " jawab RR membenarkan handuk yang melilit dikepalaku.


" Aku gak mau pake celana pendek jiarah!!! Buruan itu Kamu mandi sana !!! " cetusku menatapnya kesal.


Dia hanya senyum melihatku dan menghampiriku sembari memegang pipiku dnegan kedua tangannya.


" Awas ah sakit. " cetusku sambil menarik Pipiku.


" I Love You. " katanya pelan persis didepan wajahku.


" I Hate You. " jawabku.


" Aapa ??? Kamu ngomong apa barusan ??? ?? " katanya melotot.


" Awas ih sakit Yang ....Kamu kalo digituin juga pasti marah. '' jawabku manyun.


" Aku gemas nih sama Kamu. Pengen gigit Kamu. " kata RR menggigit bibir bawahnya lalu menciumiku hingga Aku kewalahan.


" Udah ih ... awas mandi sana !!!! " teriakku.


" kamu wangi bangat sih ... HHmmmm ... " jawab RR dan masih menempel di Aku.

__ADS_1


" Plaaaakkkk. "


Aku menampar punggungnya dnegan keras sehingga Dia dengan spontan diam dan memegang bahunya itu. Wajahku sudah sangat kesal melihat Dia sehingga Dia hanya diam karena Dia tahu bahwa Aku sudah sangat marah.


Aku langsung mengambil baju yang tadi Dia berikan dan langsung membuka koperku untuk mengambil jeansku dan menghiraukannya.


" Sakit loh Yang ... " katanya pelan dan membuka bajunya serta melihat punggungnya dari kaca dan mencari perhatianku. Sesekali Dia pura pura kesakitan sembari melirikku.


" Aku udah kelar loh, 5 menit Aku nuggu Kamu belum juga mandi, Aku gak mau ikut sama Kamu. '' cetusku setelah selesai memakai pakaianku dengan menunjukkan wajah kesalku sama Dia.


Dia tanpa menjawab langsung berlari ke kamar mandi.


Aku mempersiapkan beberapa keperluan yang mau Aku bawa ke mall dan memasukkannya ke dalam tasku. Ipadku langsung Aku charger karena nanti malam Aku mau zoom meeting sama Agus.


Sembari menunggu RR, Aku dandan tipis tipis di meja riasnya sembari membuka laci mejanya. Beberapa jam mewah dan mahal ada disana serta ikat pinggang dan dasi. Beberapa kotak perhiasan juga ada tapi Aku tidak membukanya.


Dia keluar dari kamar mandi mengenakan handuk saja dan melilitkannya di pinggangnya memperlihatkan seluruh tubuh kekarnya itu.


Dia benar benar semakin tampan dan cool saat seperti itu tapi Aku sengaja mengabaikannya walau Dia menggodaku. Karena bakalan lama lagi kalau meladeninya.


Dia langsung mengambil kaos putihnya sama kemeja panelnya sehingga Dia seperti masih keliahatan sangat muda saat memakainya.


Dia menghampiriku yang duduk di meja riasnya sembari menunduk dan melihatku dari kaca.


" Kamu cantik bangat Yang .... " bisiknya.


" Udah deh. Buruan ah .... " kataku melihatnya dari cermin yang senyum sambil menyisir rambutnya.


" Tolong ambilkan jam tanganku di laci itu Yang ... " katanya.


Aku langsung membuka lacinya. " Yang mana ?? " tanyaku.


" Idih bisa gitu. " cetusku.


" Bisa dong. Masa gak bisa. Kan Kamu calonku. " jawabnya sambil senyum.


" Buruan deh itu. " kataku melotot.


" Iya Yang .... Aku takut ih, Kamu marah marah melulu. "


" Makanya jangan macam macam. Kalau Aku istrimu, Kamu habis deh .... " ancamku melotot.


"  Gak apa apa. Aku malah senang. Aku bisa tiap hari sama Kamu dan pokoknya Kamu hanya milikku. "


" Idih .....  Buruan ah Kamu lama bangat !!!! ' cetusku menganggkat alisku sembari berjalan kearah pintu kamarnya.


'' Tunggu Yang .... "


" Makanya buruan!!! lama bangat dah ah ... "


" Aduh aduh .... utnung Aku sayang dah ah .... " kata RR sembari memegang kemejanya dan berjalan mengikutiku keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah garasi.


" Re .... ??? " panggil RR.


" Apa ??? " jawab rein yang berada di depan rumah duduk duduk sama Mami.

__ADS_1


" Nanti Kalian langsung ke mall ajah iya. Nanti Kami nyusul langsung kesana. " kata RR.


" Oke Cin ....  Mana Ranti Cin ??? " jawab Mami.


" Kebelakang ambil buah. "


Aku mengambil buah yang sudah disiapkan Mba di atas meja dan Mereka lagi makan.


Aku langsung kedepan karena Mereka sudah ada disana.


" Pak, Nanti Bapak sama Rein ajah iya. Aku ajah yang bawa mobil. Kami mau jiarah dulu. " kata RR sama Supir yang lagi stand by disana.


" Baik Pak. "


" Udah makan Pak ??? " tanyaku.


" Udah Non. " jawabnya senyum.


" Mi, Re, Kami jalan dulu iya. " kataku.


" Iya Kak. Hati hati Kalian iya. Tabok ajah Kak Dia kalau gak jelas. " kata Rein sambil menunjuk Abangnya itu.


" Jangan berantam di mobil ah .... Apalagi lagi nyetir. " jawab Mami.


" Bye. "


" Bye. "


Kami langsung meninggalkan komplek rumah RR dan menuju pemakaman Ornag Tuanya.


" Jauh gak Yang dari sini ??? " tanyaku melihatnya.


" Setengah jam an Yang ... " jawab RR sambil membuka kotak yang ada di belakang dan mengambil parfum lalu menyemprotkannya di bajunya.


Wangi parfumnya persis seperti wangi tubuhnya Dia.


Saat Kami sampai di daerah Pemakaman itu, Dia lalu turun dan membuka pintu mobil untukku.


Pemakaman disana sangat luas dan bersih sekali.


Dia langsung memegang tanganku dan senyum serta berjalan memegang tanganku ke makam Orang Tuanya itu. Sementara Aku memegang bunga untuk Mereka.


Tidak jauh dari tempat Kami parkir, Akhirnya Kami sampai disana dan Dia menyapa Orang Tuanya itu.


" Halo, Mi, Pi. Apa kabar kalian disurga ??? Pasti Kalian lagi bahagia iya ??? " katanya dengan menatap makamnya yanng sampingan,


RR langsung jongkok sehingga Aku punikut dan Aku menaruh bunga yang Aku bawain di atasnya.


" Mi, Pi .... Hari ini Aku bawa Orang yang sangat spesial dalam hidupku Mi,Pi. Aku benar benar mencintainya dengan tulus. Hari hariku terasa jauh lebih baik setelah mengenalnya dan setelah Dia ada dalam kehidupanku. Aku tahu Mami sama Papi pasti senyum melihatku dari sana. " kata RR dengan terbata bata hingga Aku menggenggam tangannya dan mengelusnya.


" Say hello buat Mami Papi Yang ... " kata RR melihatku senyum dengan matanya yang sudah berkaca kaca.


" Halo Mami Papi ....  Bahagia iya Kalian disana dan Kami juga. " kataku senyum tanpa berkata banyak.


" Udah dengar kan suaranya ??? Dia Wanita kuat dan sabar Mi. Sama seperti Mami. Pokoknya Mami sama Papi bahagia dan damai iya disana sama seperti yang dibilang Ranti. " katanya.

__ADS_1


Tidak lama Kami disana dan RR berdiam diri sebentar dan mungkin Dia mengutarakan isi hatinya dan berdoa untuk Mereka.


Dia menghela nafasnya dan berdiri lalu mengajakku pulang.


__ADS_2