
" Are You ready ???? " teriaknya dengan keras hingga mungkin bukan cuma Aku saja yang kaget tapi seisi ruangan itu.
Mami melepas penutup mataku saat lampu dimatikan. Dan tiba tiba suara lantuman musik keras serta nyanyian menggema di ruangan itu
Happy birthday to you ....
Happy birthday to you ....
Happy birthday to you ....
Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Ranti .....
Aku tersenyum kaget campur bahagia saat lampu sudah dinyalakan dan melihat satu ruangan itu yang hampir penuh. Meja meja penuh dengan tamu undangan Mami. Aku melihat beberapa temanku juga hadir disana, Anna, Angel, Adiknya dan yang lainnya. Beberapa juga tidak Aku kenal dan Aku berpikir bahwa itu Temannya Mami.
Beberapa lagu dinyanyikan bersama serta sepasang MC juga menyanyikan lagu untukku sembari menunggu Petugas untuk membawa kuenya masuk ke dalam. Aku juga tidak tahu bahwa ini Aula Hotelnya RR karena memang Aku gak pernah masuk ke gedung ini. Dan tidak ada juga tanda tanda atau nama dari hotel itu.
Setelah kue ulang tahunnya dibawain, Aku dipersilahkan maju ke depan oleh MC dan Mami dengan senyum memggandengku untuk ikut maju.
" Omaigat .... Mami, Bagaimana ceritanya Kamu bisa melakukan semua ini ??? " bisikku sambil berjalan menggandeng tangannya.
" Bisa dong. " jawabnya mengedipkan matanya.
Setelah sudah berada di depan dan tersenyum bahagia sama tamu undangan Mami, Aku melambaikan tangan untuk Papanya Agus serta Keluarganya yang hadir malam itu. Aku benar benar bahagia, Mami tidak melupakan Mereka.
" Oke, Mba Ranti ... Silahkan make a wish dulu. Harapan dan Doa Doanya tahun ini semoga terkabul ya .... " kata MC nya yang berada di sampingku.
" Amin Amin .... "
Aku langsung berdoa sebelum meniup lilin itu. Doaku masih sama. Berharap semuanya sehat sehat dan bahagia selalu. Selebihnya Aku hanya berserah sama yang Diatas.
Aku langsung meniup lilinnya diiringi nyanyian dan musik malam itu. Aku benar benar bahagia sekali.
" Suapan kue pertamanya ke siapa nih ??? " goda MC kepadaku sambil memeberiku piring dan sendok diiringi nyanyian dan musik.
Aku langsung berjalan ke arah meja Bibi dan langsung memberikan suapan pertama untuknya. Diikuti oleh Papa dan Mamanya Agus karena Mereka sudah Aku anggap sebagai Orang Tuaku juga. Baru kuenya Aku potong dan bagi bagiin ke semuanya.
" Oke oke, karena sudah selesai bagi bagi cakenya, Sebelum menikmati makan malam, Kita dengarkan dulu sepatah dua patah kata ya dari Mba Ranti .... Silahkan .... " kata MC nya sambil memberiku microfon.
Aku menghela nafasku sambil melihat semua tamu undangan yang hadir malam itu.
__ADS_1
" Pertama sekali, Aku mengucap syukur kepada Allah karena masih memberiku kesempatan untuk menikmati usia yang baru ini. Dan Aku juga berterima kasih kepada Mami yang menyiapkan ini semua tanpa pengetahuanku dan ini benar benar diluar dugaanku. Aku sampai gak bisa berkata kata. Terima kasih banyak Mami telah menganggapku sebagai Adik dan menyayangiku dengan tulus. Dan untuk semua yang hadir disini, Terima kasih sudah meluangkan waktunya. Bapak dan Ibu, juga terima kasih banyak. Terima kasih. " kataku sambil menunjuk Orang Tuanya Agus.
Tepuk tangan dari Tamu yang datang terdengar bergema di ruangan ini.
" Wah luar biasa sekali. Oke, sebelum ke acara selanjutanya, boleh dong nyanyiin sebuah lagu Mba, Ran .... Karena acara ini masih panjang, sembari petugas mempersiapkan makanan dan minuman, Boleh satu lagu ya Mba Ran ..... Soalnya Aku pernah tuh melihat Mba di salah satu Youtobe seniman Orang Luar, Mba Ranti pernah duet sama Mereka. Boleh ya .... " katanya sambil memberiku microfon hingga Aku tidak bisa menolaknya.
Aku hanya geleng geleng senyum sambil berjalan ke arah pemain keyboard untuk menyesuaikan nadanya.
" Oke, Seperti kata MC tadi, Sebelum menikmati makan malam, ijinkan Saya untuk membawakan satu lagu ya, Heheheh ..... selamat menikmati makanan pembukanya sambil mendengar suara Saya yang sebenarnya tidak mengenakkan ini. " kataku sambil senyum membuat Tamu undangan tertawa.
" one of my favorite songs. Selamat mendengarkan, Heheh ... "
... Take me back into the arms I love...
...Need me like you did before...
...Touch me once again...
...And remember when...
...There was no one that you wanted more...
...You know you'll break my heart...
...She won't love you like I will...
...I'm the one who'll stay...
...When she walks away...
...And you know I'll be standing here still...
...I'll be waiting for you...
...Here inside my heart...
...I'm the one who wants to love you more...
...You will see I can give you...
__ADS_1
...Everything you need...
...Let me be the one to love you more...
" Terima kasih .... " kataku disambut tepukan sorak sorai dan malah ada yang bilang.
" Lagi .... Lagi ... Lagi ... "
Aku malah senyum dan bercanda " Aku lapar nih, Kita makan dulu ya .... "
" Hahahahah .... " semuanya tertawa.
Tidak lama, Kami langsung menikmati makan malam itu dan diiringi lagu dari Artis yang si sewa Mami. Aku duduk satu meja sama Keluarganya Agus.
" Nak, Itu tanganmu kenapa ??? Baru Ibu perhatiin loh .... " kata Mamanya Agus sambil menikmati makanannya.
" Kemarin itu habis kepeleset, Bu .... Hehehe ... " jawabku.
" Astaga .... Hati Hati Kamu. "
" Iya Bu. "
" Mana Laki Laki kemarin yang Kamu bawa ke Pernikahan Agus ??? " tanya Papanya.
" Iya, Mana Ran ??? " tanya Agus disusul pertanyaan yang sama oleh Kakak Kakaknya.
" Minggu kemarin balik ke Negaranya, Pak. Ada kerjaan penting yang gak bisa ditinggal. " jawabku basa basi.
" Oalah .... Iya begitulah kalau berbisnis ini Ran, Bapak juga dulu begitu, sering ninggalin Ibu untuk mengurus kerjaan. " katanya sambil menyendok lauk ke dalam piringnya.
" Hehehhe .... Iya Pak. " jawabku singkat.
Setelah selang beberapa lama selesai makan, Para petugas pelayan langsung dengan sigap mengambil semua piring kotor dari setiap meja dan menyuguhkan kembali beberapa buah, cemilan, pudding dan minuman untuk setiap meja.
Malam ini benar benar diservice habis tamu undangannya.
Hingga saat MC mangatakan ada persembahan satu buah lagu, Aku tidak berpikir bahwa itu RR.
Aku yang lagi asyik ngobrol sama Kakaknha Agus dan Istrinya serta sesekali melihat ponselku, Ternyata RR sudah duduk di meja dibelakangku. Dia memegang buket mawar merah dipadu dengan putih.
__ADS_1
Lantuman musik mulai di suguhkan oleh sang Pianis dan ditambah lampu sedikit di redupkan membuat ruangan itu seperti redup dan hanya lampu panggung yang menyala membuat mataku tertuju kesana beserta yang lain.