
RR duduk dan menonton tv sembari menungguku selesai mandi. Sementara Mami lagi nongkrong di teras sembari menikmati kopi dan melihat taman serta bunga bunga yang ada disana.
Angin sepoi sepoi menghiasi sore menjelang malam itu hingga tak bisa Mami lewatkan.
" Yang, Cepat ... "
" Iya. Bentar Aku masih berendam.... " jawabku membuat RR masuk ke kamar mandi dan melihat masih asyik berendam dan memejamkan mataku.
RR langsung memegang air yang ada di dalam bath up yang sudah banjir karena airnya Aku nyalain.
" Astaga, Yang ...!!!! " bentak RR menatapku marah.
" Kenapa ???? " tanyaku dengan polos.
" Kenapa ???? Ini airnya dingin bangat loh, Bisa bisa Kamu nanti masuk angin !!! Kamu udah berendam hampir 15 menitan loh, Ayooo keluar udah itu.!!! " kata RR sambil mengulurkan tangannya agar Aku keluar dari bath up itu dan memegang tangannya.
" Bentar lagi iya Yang .... " jawabku dengan wajah memelas.
" Gak ada gak ada bentar lagi. Hayo udahan itu. Gak ada alasan alasan lagi. Daritadi Ku udah berendam disitu, Mau ke rumah sakit ???? " cetus RR menatapku tajam.
Aku manyun menatapnya lalu berdiri.
" Iya iya .... Kamu bawel ih ..... " cetusku serta berjalan ke bawah shower dan menyalakannya.
Aku menggosok pelan pelan karena takut perih seluruh tubuhku yang merah merah. RR berdiri menatap dan menungguku depan pintu layak seperti Orang Tua yang memantau Anaknya lagi mandi.
Aku sengaja lama sambil senyum melihat Dia yang setia menungguku.
" Yang, Tolong handuknya dong ... " kataku sambil mengeluarkan tanganku dari pintu kaca shower itu.
RR memberikannya dengan wajah datarnya. Mungkin Dia sudah bosan atau kesal melihatku yang sengaja melama lamakan.
Aku melilitkan handuk itu ditubuhku dan keluar menuju wastafel untuk cuci muka serta menggosok gigiku.
Handuk kecilnya Aku lilitkan dikepalaku utnuk menutupi dan mengeringkan rambutku.
" Kamu gak mandi ??? " tanyaku melihatnya dari kaca.
" Aku udah mandi tadi pas Kamu tidur. Udahlah buruan itu ah ..... " katanya mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Lah ngapain nungguin Aku ???? Udah sana. " jawabku.
" Nanti Kamu makin lama. Udah gak usah ngejawab. Buruan, Baru sakit tau rasa Kamu!!! "
" Tih ada yang ngetok kamar bukan ??? " kataku melihatnya.
" Buruan itu buruan. Awas ajah kalau Kamu belum keluar dari sini saat Aku datang iya. " jawabnya menunjukku membuatku senyum geleng geleng melihatnya.
Aku langsung keluar dan melihat RR tidak ada dikamarnya itu. Aku langsung memakai bajuku dan Aku duduk mengambil sofa kecil di depan meja yang berisi beberapa merk parfum ternama dan beberapa peralatan RR lainnya.
Aku duduk sembari bercermin melihat leherku yang sudah memerah. Tapi sedikit lumayan tidak gatal dan panas lagi karena mungkin Aku yang berendam tadi di suhu air dingin.
Aku melihat betisku sudah mulai memerah begitu juga tanganku. Aku berusaha untuk tidak menggarukknya dan berusaha membiarkannya.
Tidak berapa lama, RR datang membawa obat yang dikasih Dokter tadi serta membawa air putih hangat di gelas.
" Astaga .... udah sampai ke kaki sama tanganmu iya Yang ..... " kata RR lalu meletakkan gelas itu di meja depanku.
" Ada obat olesnya gak Yang ??? " tanyaku.
" Ada itu. Minum dulu obatnya, Biar Aku olesin salepnya itu. " jawab RR membuka Obatnya dan memberikan kepadaku serta air minum itu.
Aku langsung meminum dan menelannya langsung. Lumayan banyak pil yang harus diminum itu, ada 6 butir selain salepnya. Tidak lama kemudian Pekerja Rumahnya mengetuk pintu kamar dan memberikan sepiring biah yang sudah dikupas.
" Olesin dong Yang keburu panas lagi ... " kataku melihatnya mengelus elus tanganku karen sudah mulai gatal dan tidak menggarukknya.
" Iya iya sini sini. Kamu mau disini, Atau dikasur rebahan ??? " jawab RR.
" Disini ajah. Aku mau lihat dari kaca soalnya. "
RR mulai melepas pakaiannku dan mengolesi salepnya diseluruh tubuhku dengan pelan lembut.
Aku melihatnya dari cermin dengan mataku yang sayu tanpa berkata apa apa.
Sesekali RR mencium kening dan kepalaku.
" Gimana rasanya ??? Enak gak Yang ???? " tanyanya.
" Iya lumayan Yang .... Dingin dingin gitu. " jawabku.
__ADS_1
RR sesekali menggelitikiku dengan main mata melihatku ke cermin dan sesikit meraba rabanya serta memainkan tangannya.
" Ayo buruan Yang, Keburu gatel lagi. " kataku merengek.
" Cium dulu. " jawab RR sambil mendekatkan wajahnya didepanku hingga kedua mata Kami saling tatapan.
Dengan mata sayuku, Aku langsung mencium Pipinya dengan lembut.
" Muaachhh .... ''
Dia langsung senyum dan menciumku balik.
Setelah selesai, Aku langsung memakai bajuku kembali dan RR langaung mencuci tangannya ke wastafel.
Aku melepas handuk yang menutupi rambutku. Aku mengambil sisir RR dan menyisir rambutku.
RR langaung menghampiriku.
" Duduk Yang, Biar Aku keringkan rambutmu. " katanya memegang bahuku dari belakang membuatku terduduk kembali.
Dia langsung menyalakan hair dryernya dan mengeringkan rambutku. Hampir 15 menitan Dia mengeringkan rambutku membuatku sedikit ngantuk ditambah setelah minum obat yang ada efek sampingnya ngantuk.
Terkadang kepalaku hampir jatuh saat Dia mengeringkan rambutku dan membuatku sendiri kaget.
" Yang udah ah ... Aku ngantuk. " kataku memeluknya yang berada di depanku.
Dia langsung mematikan hair dryernya dan langsung menggendongku ke kasur. Aku memeluknya selama Dia menggendongku dan memejamkan mataku.
Dia mencium leherku hingga membuatku merasa geli dan membuka mataku. Dia sengaja berjalan pelan agar Aku membuka mataku dan melihatnya.
" Geli Yang .... " kataku mengerutkan keningku melihatnya.
" Kamu gak merasa berhutang samaku ??? " tatap RR mengerutkan keningnya melihatku.
Aku senyum melihatnya dan mencium Pipinya tapi Dia langsung menolaknya dan mengarahkan bibirnya hingga Kami saling bercumbu mesra.
Aku langsung melingkarkan tanganku dilehernya dan mulai menikmatinya begitu juga Dia.
Sesekali Kami berbalas ******* manja dan kecupan hangat. Makin lama makin cepat dan Dia menidurkanku di ranjangnya sembari menciumku dengan lembut.
__ADS_1
Aku juga tidak mau kalah dan membalas setiap yang Dia lakukan. Sudah lumayan cukup lama juga tidak melakukan itu bersamanya.
Kami merindukan itu .......